KalongHunter

KalongHunter
Bab 57 : Kabar mengejutkan



Mentari dan Senja sedang duduk di tepi bandara sambil menspot beberapa pesawat dan helikopter yang melintas. Mentari pun mencoba menceritakan kisahnya pada Senja.


"Senja, aku pengen bicara sama kamu.." pinta Mentari.


Senja menjawab, "Silakan.."


"Tapi pliss jangan ramai dulu ya!! apalagi kalau Radit sampai tahu!!" gumam Mentari yang nampak khawatir.


Senja mengangguk, "Oke, ceritakan saja.."


"Sebenarnya, aku sudah menikah. makanya dua pekan ini aku tidak masuk sekolah." jawab Mentari.


Senja terkejut, "Hah?? lalu bagaimana??"


Mentari menjawab, "Aku juga enggak tau, aku dipaksa sama mama dan papa.... katanya kalau aku tidak menikah sama saja tidak tahu terimakasih sama keluarga sahabat papa aku..".


Senja berpikir sejenak, "Iya udah, tapi kamu belum melakukannya kan??" tanya Senja yang memberi kode khusus.


Mentari menjawab, "Salah satu perjanjian pernikahan diantaranya aku belum boleh melakukan itu sama suami aku.."


"Bentar deh, Aku rasa mama sama papa kamu bukan bermaksud sayang dan ingin berterimakasih dengan sahabatnya deh.. tapi sepertinya dugaan aku merasakan bahwa mama dan papa kamu ada keperluan lain." duga Senja.


Mentari meneteskan air matanya, "Itu dia, tapi apalah daya aku enggak bisa melawan.."


"Ihh kok jadi menangis sih??" tanya Senja.


Mentari terdiam, "Makanya, aku mau minta tolong sama kamu.."


"Ya aku juga bingung mau ngapain, kan itu masalahnya kedua orangtua kamu.." balas Senja.


Mentari semakin histeris, untungnya ada Daniel yang sedang spotting juga di tempat itu. "Mentari?? kamu kenapa??" tanya Daniel.


Mentari berbalik, lalu ia memeluk Daniel karena ia mengira jika Daniel itu adalah Radit. "Ditt!! tolongin aku!!"


"Kenapa??" tanya Daniel.


Mentari melepas pelukannya, lalu ia sadar jika yang dia peluk itu bukan Radit. "Daniel?? kamu rupanya, aku kira Radit."


"Coba bilang sama saya, kamu kenapa??" tanya Daniel.


Seorang pria datang menggunakan sebuah mobil, ia turun dari mobilnya lalu ia menatap Daniel tajam.


"Hei!!! siapa kamu??" tanya pria itu.


Daniel melepaskan tangan Mentari, "Ini masih bisa saya jelasin om.."


"Apaan kamu!! berani beraninya memegang tangan istri saya!!" teriak pria itu.


Daniel terkejut, "Mana saya tau om??"


Saat akan memberikan hajaran selanjutnya, seekor elang datang menyerang pria itu hingga mulutnya terluka.


"Awww!!!" teriak pria itu.


Burung Elang itu hinggap di tangan Mentari, lalu ia menempelkan salah satu sayapnya ke wajah Mentari seperti mengelap air mata Mentari.


"Kok ke Mentari seperti itu sedangkan aku enggak?? aku merasa ada yang enggak beres disini.." batin Senja.


Pria itu kabur, lalu berteriak meminta pernikahan itu dibatalkan dan akan segera diurus di pengadilan.


"Pernikahan dibatalkan!! saya tunggu di pengadilan.." teriak pria itu.


Mentari mendadak jatuh pingsan, ia pun dibawa oleh Daniel ke mobilnya untuk pergi ke klinik terdekat.


Dreettttt!!!


"Ada apa Dan??" tanya Radit.


Daniel menjawab, "Mentari pingsan, ini gua bawa ke klinik.."


"Ohh begitu, yaudah.." jawab Radit.


Daniel membalas, "Lu kayaknya harus tes DNA sama Senja dan Mentari deh.. biar lu tau yang mana saudara kembar lu.."


"Masa iya??" tanya Radit.


Daniel menjawab, "Iya.."


"Yaudah gua kesana sekarang!!" jawab Radit.


Radit menemui Ryan, "Yan, pinjam motor lu sebentar.."


"Boleh, ini kuncinya.." jawab Ryan.


Rafit mengeluarkan uang dari dalam kantong celananya, "Ini upah lu cuciin mobil gua, ini nanti motor lu gua bensinin."


"Terimakasih Dit, motor gua sih enggak usah.. masih penuh.." jawab Ryan.


Radit mengangguk, "Oke.. saya berangkat dulu!! Assalamualaikum.." ucap Radit.


Ryan menjawab, "Waalaikumsallam.."


*******************


...Yuk Like, Vote, Komen......