KalongHunter

KalongHunter
Bab 31 : Kena Ghosting



Jam setengah dua dinihari


Untuk kedua kalinya, Andra kembali berlari ke kamar mandi untuk buang air kecil. setelah menyelesaikan urusannya, ia berjalan keluar dari kamar mandi. namun, tanpa ia sadari, ada sesosok pocong yang mengintip dari belakang dan mengikuti dirinya.


"Siapa yang mengikuti ya???" tanya Andra pada dirinya sendiri.


Saat melintasi kamar Nadhira, ia dipanggil oleh gadis itu. lalu ia masuk ke dalam untuk menanyakan ada keperluan apa dia memanggil dirinya.


"Ehh mass.." ucap Nadhira.


Andra membalas, "Iya, ada apa??" tanya Andra yang berada di dalam kamar itu.


Nadhira menjawab, "Kamu bisa tidak bantu aku??"


"Bantu apa??" tanya Andra.


Nadhira menjawab, "Kabur dari tempat ini, jujur aku belum rela menikah untuk saat ini."


Andra terdiam, "Apa jangan jangan ada kaitannya sama teriakan semalam?? bisa jadi itu adalah milik mbak Meti yang memang ditugaskan untuk memelet ini cewek, tapi setelah Ryan membuang kuah panas mie instant sembarangan. mbak itu pergi, sepertinya efek peletnya lepas."


"Hei.. jawab dong!! kenapa diam saja??" tanya Nadhira.


Andra menjawab, "Oke, sepertinya anda ini kena pelet. mungkin awalnya anda jelas sangat menolak pernikahan ini, tetapi setelah something itu dikirim anda otomatis langsung mau dinikahkan dengan orang pilihan orangtua anda mungkin."


"Lalu bagaimana??" tanya Nadhira.


Andra menjawab, "Maaf, saya disini hanya tamu.. tak etis jika melakukan sesuatu tanpa seizin Ryan dan Radit."


"Yaudah deh.. silakan keluar lagi.." perintah Nadhira.


Andra menjawab, "Baik.."


Mentari terbit dari ufuk timur, Radit dan anak anak lainnya bersiap untuk memulai tugas di hari kedua yaitu bantu bantu di acara pernikahan sepupu Ryan, Nadhira.


"Oke gaiss, di hari kedua.. kita bantu bantu di acara pernikahan sepupunya Ryan selama satu hari full.. nah mungkin sebagian tim cewek ada yang dirias jadi bridesmaid atau bahasa kitanya pagar ayu... sisanya dokumentasi, kita semua laki lakinya kebagian logistik kecuali Andra dan Tyo tetap pada tugas aslinya." kata Radit.


Senja menjawab, "Baik Dit.."


Nadhira pun mulai dirias oleh perias yang masih satu keluarga dengan dirinya, lalu Dea, Senja dan Mentari pun ikut dirias sebagai pagar ayu.


"Radit,Ryan.. nih bawa bungkusan ini ke gudamg di belakang." perintah pak Rahmat.


Ryan menjawab, "Baik.."


Mereka berdua membawa barang itu, lalu saat mereka tiba di gudang belakang. betapa terkejutnya mereka saat melihat ada sesosok hantu perempuan sedang memakan sesajen di ruangan itu.


Ryan dan Radit berdoa, tiba tiba hantu itu terbakar bersama sesajen yang ia makan. seketika api itu padam, Radit dan Ryan pun kembali ke ruang depan setelah menyimpan bungkusan air mineral itu.


"Ryan??Radit?? kenapa kalian terlihat panik seperti itu???" tanya Dea dan Senja yang selesai dirias.


Radit menjawab, "Biasalah, ada hantu yang pulang kerja lembur.."


"Ohh begitu.." jawab Senja dan Dea yang kembali melanjutkan aktivitas mereka.


Ryan pun mendadak berubah tidak seperti biasanya, ia merasa setiap ada hantu di tempat dimana ia berada selalu bersamaan dengan kesalahan yang ia buat.


"Yan, kok lu jadi pendiam begitu??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Kayaknya gua melakukan kesalahan deh, tapi kurang tahu pasti apa yang sudah gua perbuat."


"Slow ae Yan, santai, lepaskan.." seru Daniel.


Ryan menjawab, "Benar juga.."


Acara pun berlanjut hingga malam hari, usai waktu isya acara areal depan villa mendadak sepi dimana seharusnya acara resepsi itu dilanjutkan dengan dangdutan hingga jam dua pagi. hal itu pun memancing kecurigaan beberapa golongan tua kepada Radit, Ryan dan anak anak lainnya yang sedang menginap.


"Acara kok mendadak sepi ya?? saya curiga, sejak kedatangan siswa siswa itu. resepsi ini tidak berjalan sesuai rencana." kata salah satu tetua Desa.


Radit bersama Ryan masuk ke dalam kamar tim perempuan, untuk meminta data yang nantinya akan diolah menjadi powerpoint dan laporan observasi keperluan sidang nanti.


"Permisi, minta datanya dong.. yang belum diolah aja.." kata Radit.


Dea menjawab, "Yaudah, Senja ambil flasdisk punya Ryan."


"Oke sini, kamu enggak menyimpan yang aneh aneh kan??" tanya Senja.


Ryan terkejut, "Enak aja, emangnya saya apaan menyimpan video yang aneh aneh.."


Senja menerima flashdisk itu, lalu ia memasangkannya pada laptop milik Dea. "Nih pasang dulu, kalian tunggu sebentar ya.."


Nadhira sedang merapikan tempat tidurnya, karena seharian menerima tamu tadi membuatnya sangat kelelahan dan ingin tidur nyenyak malam ini.


"Sayang..," ucap Roni yang akan memulai something.


Tiba tiba.....


"Arrrggghhhhh!!!"


Sesosok pocong keluar dari pojok tempat tidur, membuat Roni terkejut serta berlari ketakutan keluar kamar.


"Aaaaa!!! Poconggg!!!"


"Hah?? Aaaa!!!"


Brugghh!!!!


Nadhira tak sadarkan diri, teriakan Roni tadi membuat Radit dan Ryan terkejut. mereka pun berlari ke kamar Nadhira.


"Woy..."


Radit menghantam pocong itu, lalu ia menghajar pocong itu hingga sempoyongan dan melompat kesana kemari.


"Buggg!!!!"


"Bagggh!!!"


"Bugghh!!"


Pocong yang babak belur itu diseret menuju ruang tengah, betapa seisi rumah terkejut saat hantu guling itu kehilangan harga diri saat dibawa oleh Ryan.


"Maaa... aku tidak selera dengan gadis itu, aku talak tiga ia malam ini juga!!!" teriak Roni yang berlari keluar rumah, tak lama terdengar suara tembakan begitu kencang.


"Dorrrr!!!!!"


"Roni!!!!!" teriak pak Fian, saat putranya itu tergeletak tak bernyawa di teras rumah.


"Kita salah sasaran!!!" teriak sekelompok preman yang akhirnya melarikan diri.


Ryan melepaskan pocong itu, lalu ia dan Radit berlari ke kamar Nadhira untuk memastikan perempuan itu baik baik saja.


"Nadhira!!! bangun!!! kamu tidak apa apa??" tanya Ryan.


Nadhira bangkit dari tidurnya, lalu ia memeluk Ryan karena ketakutan. "Yan, aku takut!!!"


"Sudah, tidak apa apa... kita keluar sekarang!!" seru Ryan.


Ratu yang sudah mencoba menahan emosinya datang ke kamar tim laki laki lalu menampar Andra dan Tyo.


"Ratu??" tanya Andra dan Tyo.


"Prakkk!!!"


"Jujur sama aku dan semuanya, apa yang sudah kalian lakukan sehingga masalah ini terjadi??" tanya Ratu.


Radit yang mendengar keributan itu, segera menghampiri dan meluruskan semuanya. "Ratu, tenang ya!! begini, sebelumnya saya meminta maaf atas kelalaian yang terjadi sehingga membuat salah satu atau kedua orang ini berbuat sesuatu dan salah saya bersama yang lainnya yaitu mengeluarkan kata kata berbau psatir yang mungkin tidak sopan dan menganggu pihak pihak disini."


"Iya Ratu, saat saya ingin buang air besar.. saya sempat salah membuka pintu kamar mandi, saya pikir tidak ada orang ternyata ada kamu." ucap Andra.


Tyo menambahkan, "Iya, saya juga mengalami salah masuk.. kirain ruangan ini, ternyata ruangan kamar pengantin dimana calon mempelai perempuan sedang menjalani ritual luluran."


"Tidak apa apa, Ratu.. sabar ya!!! yaudah kamu istirahat saja.. besok pagi kita pulang.. soal Andra dan Tyo itu hanyalah kecelakaan karena ketidaktahuan mereka. saya harap mohon dimengerti." kata Radit.


Ratu menghela nafas, "Iya Dit, asal kamu tahu.. malam sebelum keberangkatan. aku sempat menjalani terapi bekam di punggung karena aku pegal, lemas dan mengalami darah tinggi.. pliss Dit, masalah seperti ini jangan sampai terulang kembali."


"Iya, saya mengerti.. sekarang kamu kembali ke kamar dan tidur. besok pagi kita pulang." pesan Radit.


Ratu menjawab, "Baik.."


"Andra, Tyo.. sudah jangan dipikirkan, kemasi semua barang dan besok kita pulang sehabis subuh." kata Radit.


Andra dan Tyo menjawab, "Baik.."


*************


...Yuk,Like, Vote, Komen......