
Jam menunjukan pukul lima sore, Radit mengendarai motor miliknya dengan kecepatan tinggi seperti mang Rossi di sirkuit. ia pun menikung di gang pintu masuk perumahan tempat pengantaran pertama yaitu di daerah tajur.
"Ke jalan yang mana ya?? sini, sana, atau situ?? ahh ada geng ibu ibu tuh.. coba tanya aja, siapa tahu mereka tahu." gumam Radit.
Ia pun menghampiri wanita wanita itu, lalu ia menanyakan alamat untuk mengantarkan paket itu.
"Permisi bu, rumahnya Ibu Lulu Awalina dimana ya??" tanya Radit.
Salah satu perempuan itu menatap Radit dengan tatapan sebal, "Ba..Bu..Ba..Bu.. kita masih muda kali, disini aja yang paling termuda 17 tahun."
"Lah saya kira ibu ibu, dandannya aja kayak ibu ibu." jawab Radit.
Salah satu perempuan itu membalas, "Lah iya juga, eh masnya mau ke rumah siapa?? Lulu Awalina ya?? mas jalan aja lurus, nanti belok kanan."
"Oh disana ya?? terimakasih bu.. eh mas, eh maksud saya mbah..ehh mbak.. aduh salah mulu." gumam Radit.
Perempuan itu memperhatikan Radit dengan seksama, "Sebenarnya kamu siapa sih??" tanya gadis itu.
Radit melepas helmnya, serta maskernya betapa terdiamnya mereka saat mengetahui abang kurir paket itu adalah Raditya Achbaar.
"Ihh, gais.. bang Radit.. bagaimana ini??" tanya gadis itu.
Radit tersenyum, "Udah ya gais, saya mau antar barang dulu.. permisi.." ucap Radit yang menancapkan gas motornya.
"Iya, vyuhhh!! gantengnya.." batin gadis itu sambil mengelus dada.
Radit tiba di sebuah rumah, lalu seorang pria keluar untuk mengambil barang yang dibawa oleh Radit.
"Mas Yono??" tanya Radit.
"Wawan??" balas pria itu.
Radit menyerahkan barang itu, lalu ia berpamitan untuk mengantar barang selanjutnya. "Ini mas, saya antar barang selanjutnya ya!!"
"Oke, hati hati.." jawab pria itu.
Radit melanjutkan perjalanan, di sisi lain Ryan dan Raina tiba di percetakan Matcha Printing untuk mencetak stiker tulisan layanan makanan dan pengantaran penumpang di motor dan mobil miliknya.
"Silakan turun.." ucap Ryan.
Ryan dan Raina berjalan masuk ke dalam percetakan itu, lalu ia menghampiri salah satu karyawan
"A, bade nyetak.. lima lembar nya engke anter ka bumi. ieu flasdiskna, jeung alamatna." ucap Ryan.
Karyawan itu menjawab, "Kedap A, oke tos dipindahkeun.. engke dianter ka bumi dinten wengi jam 9nan. ayeuna anjeun mayar heula wr ka kasir."
Ryan pergi ke kasir lalu ia menyerahkan Bon yang tadi ia terima dari karyawan sebelumnya. "Ini teh, sama ini uangnya.. saya keluar dulu ya!!"
"Oke, terimakasih sudah menggunakan layanan kami." jawab kasir itu.
Ryan menjawab, "Oke, ayo Raina.."
Ryan dan Raina melanjutkan perjalanan ke sebuah bazar kuliner, disana ada banyak stand makanan yang buka selama 24 jam.
"Kamu mau makan apa?? kerang hijau rebus??" tanya Ryan.
Raina menjawab, "Iya udah, kamu pasti sudah mengincar udang kan??" tanya Raina.
Ryan tersenyum, "Iya, ayo kita masuk.." seru Ryan.
"Iya.." jawab Raina.
Ryan dan Raina duduk di pojok stand itu, lalu seorang waiters datang lalu memberikan kertas menu yang ada di tempat itu.
"Halo kak, silakan dipesan.." ucap Waiters itu.
Ryan menjawab, "Saya udang asam manis, dan dia kerang hijau yang mana sayang?? eh maksud saya Raina."
"Kamu ya!!! kalau aku kerang hijau bumbu agak pedas aja ya!! yang ini nih.." jawab Raina.
Waiters itu menjawab, "Oke, sebentar akan kami sajikan ya!!"
"Baik.." jawab Ryan.
Raina menatap Ryan, "Yan, katanya si Andra bikin masalah ya??"
"Bukan salah dia sih, ada saya juga.. soalnya saya bersama Radit sempat bercanda berbau psatir. dan dia sih intinya dia mau maaf buang hajat, nah saat dia buka pintu ternyata ada Ratu Nasywa yang lagi mandi. cuman gitu doang!!" jawab Ryan.
Raina meluruskan, "Dit, kurasa si Andra itu kecelakaan.. perlu kamu tahu, mamanya dari dulu sampai sekarang bekerja sebagai terapis pijat dan setiap ada orang terutama kalangan perempuan yang dipijat di rumahnya, Andra dari kecil selalu mengetuk pintu jika ada keperluan tertentu."
"Iya kah??" tanya Ryan.
Raina menjawab,"Iya,"
"Baru tau saya..." gumam Ryan.
**********
...Yuk, Like, Vote, Komen.....