KalongHunter

KalongHunter
Bab 35 : Special Easter Egg



Radit tiba di rumah selanjutnya, lalu ia berjalan kaki mengantarkan paket itu. "Permisi, Assalamualaikum.." ucap Radit.


"Waalaikumsallam, eh ini mas Radit ya??" tanya seorang wanita yang keluar dari rumah itu.


Radit menjawab, "Iya.. ini barangnya!!"


"Baik, terimakasih.. oh iya, ini ada sedikit buat masnya." kata wanita itu.


Radit tersenyum, "Siap, terimakasih.. saya pamit dulu wassalamualaikum.."


"Waalaikumsallam.." jawab Wanita itu.


Radit kembali menaiki motornya, lalu ia pulang ke rumah dengan membawa hasil yang lumayan cukup untuk masa ujicoba itu.


Andra berjalan di lorong rumahnya, lalu ia mendengar pembicaraan antara Bu Romlah dengan seorang customer yang merupakan calon pengantin.


"Ma.... Andra keluar sebentar ya!!" ucap Andra.


Bu Romlah menjawab, "Iya, jangan pulang terlalu larut.."


"Oke.." jawab Andra yang berjalan ke halaman rumah lalu pergi dengan menggunakan sepeda motor miliknya.


Bu Romlah pun melanjutkan menangani customernya yang merupakan seorang gadis berusia 19 tahun yang akan segera menikah.


"Dia siapa bu??" tanya gadis itu.


Bu Romlah menjawab, "Dia adalah Andra, putra sulung saya.. secara total sih ada empat anak saya, dan semuanya sudah tahu kalau pekerjaan saya jadi tukang urut seperti ini. makanya mereka semua punya attitude untuk mengetuk pintu atau memanggil dari luar jika ada customer yang diurut disini dan saat mereka ada keperluan."


"Ohh begitu ya.." jawab gadis itu yang langsung terlelap setelah bagian punggungnya yang terbuka dibaluri minyak oleh bu Romlah.


Ryan menerima baki berisi makanan pesanan dirinya dan Raina, lalu keduanya mengambil garpu lalu menyantap makanan itu bersama sama.


"Yan, kamu ingat tidak?? saat kamu bersama Radit menyelamatkan aku dulu dari penculikan??" tanya Raina.


Ryan mengelap mulut Raina dengan selembar tissue, lalu gadis itu terdiam sejenak. "Ryan, mulai deh kamu mainnya.."


"Iya, enggak apa apa.. kala itu saya sama Radit sebenarnya masih dalam keadaan bingung mau ngapain soalnya saya diusir sama mama yang sudah dibawah kekuasaan papa tiri saya. mana mau saya jadi Ryanrella kayak di dongeng??" tanya Ryan.


Raina tertawa, "Itu versi kamu, aslinya mah si Cinderella.."


"Iya, atau enggak kisah putri Salju yang selalu tidur. bukan karena keracunan apel, dia dari semalam kerja di toko roti nonstop, ditambah dia lembur.. makanya siang tidur. serta dia bangun bukan karena pangeran, tapi karena tetangga teriak bilang hujan hujan.. akhirnya sang putri pun terbangun untuk mengangkat jemurannya itu." kata Ryan yang semakin Raina tertawa.


Raina menjitak kepala Ryan, "Udah yan, jokes kamu itu udah bikin perut aku sakit. lanjut aja makannya.."


"Ehh belum selesai, jadi saya sama Radit itu tersambar geledek. dimana setelah kejadian itu, saya memiliki niatan yang besar untuk belajar baik bela diri, ilmu pengetahuan dan skill lainnya bukan yang kata teori entah dari siapa kalau saya sama Radit punya kekuatan super." gumam Ryan.


Raina mengangguk, "Ohh, jadi kamu itu memiliki semangat belajar yang tinggi setelah terkena geledek?? berarti saat itu pula kamu mulai melakukan transisi hingga bisa seperti sekarang??" tanya Raina.


Ryan menjawab, "Bisa dibilang seperti itu.."


Raina pun meneruskan makannya, lalu Ryan yang sudah menghabiskan makanannya lebih dulu segera mencuci tangannya menggunakan sabun di wastafel.


"Elap mulut dulu, malu sama Raina.." gumam Ryan yang berjalan kembali ke meja Raina.


Raina pun berjalan ke wastafel, lalu ia mencuci tangannya. Ryan pun mengelap mulut Raina yang penuh noda dari kerang hijau itu, sambil ia memperbaiki rambut Raina yang menghalangi wajah cantik Raina.


"Nah gini kan bersih.." gumam Ryan.


Pipi mungil dan tembem Raina memerah seperti udang rebus yang dimakan Ryan tadi, karena ulah lelaki itu yang sangat romantis.


"Yan, pliss jangan bikin aku malu disini.." gumam Raina yang tersenyum tipis pada Ryan.


"Iya.." jawab Raina yang hanya menurut pada Ryan.


Ryan pun berjalan ke kasir, lalu ia membayar makanan tadi menggunakan aplikasi QR Code. "Oke, ini sudah ya!!"


"Siap kak, terimakasih sudah berkunjung.." ucap mbak Kasir itu.


Ryan menjawab, "Sama sama.."


Ryan pun berjalan ke stand lain untuk membelikan es krim untuk Raina.


"Bang Rasa coklat dua,.." Ucap Ryan.


Abang itu pun membuatkan es krim untuk Ryan dan Raina, keduanya pun duduk di taman sambil memperhatikan kendaraan yang lalu lalang.


Jam menunjukan setengah sembilan malam, sebuah guncangan hebat mendadak terjadi secara tiba tiba. semua orang termasuk keluarga Radit, dan Dea yang sendirian pun keluar dari rumah.


"Aaaa!!!! Gempaaa!!!!" teriak Bintang dan Bulan.


Mereka pun berlarian keluar rumah, Radit dan Ryan yang berada dalam perjalanan yang berbeda pun turun sejenak dari motor lalu tiarap menunggu gempa berakhir.


Setelah gempa mulai melemah, Radit dan Ryan bangkit lalu mengarahkan masyarakat agar tidak panik. lalu mereka kembali menaiki motor dan berkeliling untuk memastikan tidak ada korban jiwa.


"Tolonggg!!!"


Radit segera turun dari motornya, lalu ia menolong seorang anak dan nenek berusia 78 tahun keluar dari reruntuhan rumahnya.


"Kalian tidak apa apa?? sebentar.." ucap Radit yang mengangkat reruntuhan bangunan itu.


Ryan yang melintas di tempat Radit pun menghentikan motornya, lalu membantu Radit yang sedang mengangkat reruntuhan.


"Sini saya bantu.." ucap Ryan.


Radit mengangguk, "Baik, pelan pelan.. ayo bu, dek keluar.. sebentar.."


Radit menelepon ambulans, tak lama Ambulans dari Hamish Group datang lalu membawa korban luka luka itu ke rumah sakit.


"Kita cari lagi Yan.." seru Radit.


Ryan menjawab, "Ayo.."


Radit dan Ryan pun melanjutkan perjalanan, sambil memastikan tidak ada korban lagi yang tertimpa reruntuhan.


"Kayaknya disini tidak terlalu parah, karena gempa sendiri menurut data yang gua dapat dari pusat hanya 6,3 Skala Richter berlokasi di dekat kampung SukaDuka, cukup jauh dari sini.." kata Ryan.


Radit menjawab,"Oke, kalau begitu ayo kita pulang.."


"Baik.." jawab Ryan.


Radit dan Ryan pun tiba di rumah, lalu mereka memastikan semua yang disana tidak ada yang menjadi korban.


"Kalian tidak apa apa??" tanya Radit dan Ryan.


Mama Andari yang lainnya, "Alhamdulillah, kami semua selamat.."


"Oke.." jawab Radit.


*******************


...Yuk Like,Vote dan Komen......