
Saran : Harap pikirannya jangan traveling ya..
Setelah hampir lima jam lebih perjalanan, rombongan siswa studytour SMA Tunas Bangsa akhirnya tiba di villa Desa SukaCita. Radit dan Ryan yang merupakan pemimpin rombongan pun turun lebih dulu bersama pak Nandi selaku pengawas.
"Halo Dit, Ryan.." sapa Arhan, Dito dan Jaka sepupu Ryan.
Radit menjawab, "Halo juga, terimakasih sudah disambut.."
"Sama sama, ini villa yang akan kalian tempati. sisi kanan untuk perempuan, dan sisi kiri untuk laki laki. jika ada keadaan darurat, semisal antrian kamar mandi atau kebelet buang air kalian bisa menggunakan kamar mandi perempuan begitu juga sebaliknya." jawab Dito.
Ryan dan Radit mengangguk, "Baik, ayo semuanya kita masuk untuk melaksanakan shalat dhuhur."
"Oke.."
Usai melaksanakan shalat dhuhur, Radit dan anak anak lainnya serta pak Nandi menikmati makanan olahan yang besok akan disajikan dalam prasmanan pernikahan Nadhira, sepupu Ryan.
"Setelah makan, kita ngerujak.. nanti akan saya ajak kalian untuk mengambil pepaya sambil menikmati indahnya curug Jurig." kata Ryan.
Senja dan Mentari tersenyum, "Baik Ryan.."
Usai makan siang, Andra yang memegang kamera berjalan mundur sambil mendokumentasikan kegiatan observasi yang dilakukan oleh kawan kawannya. ia pun agak melihat sesuatu berwarna putih dan berbentuk seperti guling yang berada di kejauhan.
"Sosok apaan itu ya?? ahh bodo amat, mending lanjut dokumentasi." batin Andra.
Setibanya mereka di curug Jurig, tim perempuan berswafoto di dekat curug itu. sedangkan Ryan berjalan menuju kebun kakeknya untuk meminta pepaya setengah matang untuk dibuat rujak colek.
"Kakek, Iyan minta pepayanya kek.." ucap Ryan.
Sang kakek menjawab, "Iya, hati hati ambilnya.."
dengan insting anak desa, Ryan langsung memanjat pohon yang tidak terlalu tinggi itu. lalu ia mengambil dua buah pepaya berukuran besar, kemudian memberikannya pada Radit dan Tyo yang berada dibawah.
"Nih ambil.." ucap Ryan.
Tyo dan Radit menerima pepaya itu, lalu mereka meminta para tim perempuan untuk kembali ke villa itu.
"Gais, ayo balik.." perintah Radit.
Mereka pun kembali ke villa, lalu Radit mengambil coet kemudian Ryan memasukan Cabai, asam jawa, gula merah,garam, dan 1/4 liter air lalu ia mulai menghaluskan bumbu itu.
Ratu pun membantu dengan mengupas pepaya itu, sedangkan anak anak yang tidak kebagian kecuali Andra mulai menyiapkan tempat untuk mereka menikmati rujak itu.
"Sudah siap belum??" tanya Ryan.
Ratu menjawab, "Baik, ini sudah.."
Radit menyimpan ulekan itu diatas alas kertas, kemudian mereka mulai menikmati rujak pepaya itu.
Indira menjawab, "Aku dulu mana sempat makan beginian??"
"Iya.." balas Mentari.
Ryan mendekati Radit, "Nanti sore kita main bola, anak kampung sebelah mau tanding sama kampung sini."
"Gasss..." jawab Radit.
Jam menunjukan setengah lima sore, Radit, Tyo dan Ryan bergabung dalam tim anak cucu kakek bermain sepakbola melawan anak kampung sebelah. saat itu juga, Andra merasakan sakit perut dan ia pun meminta Senja untuk menggantikan dirinya mendokumentasikan hal itu.
"Senja, saya titip sebentar ya.. ini saya sudah diujung tanduk." gumam Andra.
Senja menjawab, "Oke.."
Andra berlari masuk ke dalam Villa, kebetulan lapangan itu berada di belakang Villa yang ia dan anak anak lainnya tempati. ia pun memilih ke tempat kamar mandi perempuan, dimana kata Dito jika keadaan darurat ia dibolehkan menggunakan kamar mandi itu.
"Akhirnya ada juga.. langsung masuk ahh.. sudah tidak tahan ini.." batin Andra.
Andra masuk ke dalam kamar mandi itu, tak sengaja ia melakukan kesalahan besar. ia melihat Ratu Nasywa sedang mandi membelakangi dirinya. ia pun terkejut bukan main, ia pun memilih ke kamar mandi di sebelahnya yang memang terbuka dan saat ia cek tidak ada yang menggunakan. akhirnya ia masuk dan membuang beban di tubuhnya itu.
Reverse sebelum Andra datang..
Nasywa masuk ke dalam kamar mandi, lalu ia menyimpan handuk di gantungan belakang pintu kemudian ia mulai melepas semua yang ia kenakan hingga menyisakan gelang karet di tangan kanan dan ikat rambut di tangan kiri.
ia pun mulai menyiramkan air ke tubuhnya yang mungil itu, saat ada yang membuka pintu kamar mandi ia mengenakan handuknya lalu mengecek keluar ternyata tidak ada siapa siapa. karena ketakutan, ia kembali melanjutkan ritual mandinya dan mempercepat proses mandinya itu.
"Ahh selesai juga, lega ini perut.." gumam Andra.
Saat Andra keluar dari kamar mandi, saat itu juga ia melihat Ratu Nasywa berjalan cepat menuju kamarnya dan sekilas ada banyak bulatan seperti sisa terapi bekam ada di punggung gadis itu.
"Pantesan dia selama ini diam saja, ternyata dia lagi kurang sehat.." gumam Andra yang berjalan keluar menemui anak anak lainnya.
Saat kembali ke lapangan, pikiran Andra terganggu oleh kejadian tadi. ia pun mencoba mengalihkan pikirannya, tapi tidak bisa.
"Bagaimana?? sudah lega Andra??" tanya Senja.
Andra menjawab, "Aman, sini kameranya. terimakasih Senja, oh iya si Ratu dari tadi sendirian di dalam.. kamu temani aja, keadaannya agak mengkhawatirkan jika dia dibiarkan sendiri."
"Baik Andra...," jawab Senja yang berlari masuk ke dalam penginapan.
************
Notes : Si Andra ini adalah anak broken home, dan seliar liarnya dia.. ia masih sadar jika ia masih belum boleh jika melihat sesuatu yang belum saatnya..
...Yuk Like,Vote, Komen......