
Beberapa tahun kemudian
Dreettt!!!!
Arkan mengangkat telepon itu, lalu ia berbicara dengan Nadhira anak om Ryan atau sepupunya yang sedang berulang tahun hari ini.
"Halo?? Apa Nad??" tanya Arkan.
Nadhira menjawab, "Yuk ikut makan makan di rumah aku, yang lain juga mau pada kesini."
Arkan menjawab, "Oke.." lalu ia mengajak Akhsan untuk pergi ke rumah Nadhira. "San, ke rumah si Nadhira yuk!!"
"Boleh, naik apa?? sepeda mau?? sekalian bikin konten sepeda sesuai jadwal??" tanya Akhsan.
Arkan menjawab, "Yaudah ayo, pasang webcam di helm dan sepeda dulu."
Akhsan membalas, "Oke.."
Kedua anak berusia 12 tahun itu menemui mama Rachel dan Papa Radit yang sedang bercanda dengan si bungsu yaitu Achraf.
"Ma.. Pa... kita berdua ke rumah Nadhira ya!!" ucap Arkan.
Mama Rachel menjawab, "Yaudah, sekalian nih Keira ajak.."
Arkan menghela nafas sejenak, "Yaudah ayo.."
Keira mengganti pakaiannya, lalu ia keluar dari kamar menggunakan pakaian jaket bergambar channel miliknya.
"Ayo kak.." seru Keira.
Arkan membalas, "Sabar, nah buruan naik!!"
Arkan dan Akhsan pergi ke rumah Nadhira dengan mengendarai sepeda, di perjalanan Arkan membeli satu dus air minum untuk sekedar membantu Nadhira.
Nadhira sedang duduk di kamarnya, ia sedikit dirias untuk acara ulang tahunnya. tidak ada pesta tiup lilin, akan tetapi lebih ke acara makan makan prasmanan saja yang akan disuguhkan kepada para tamu.
"Sampai juga,.." batin Arkan, Akhsan dan Keira.
Ryan yang sedang duduk di teras rumah menyambut kedatangan Arkan, Akhsan dan Keira.
"Nadhira, nih si Arkan sama Akhsan dan Keira sudah datang nih.." panggil Ryan.
Nadhira keluar dari rumah, lalu ia menemui Arkan, Akhsan dan Keira yang baru sampai. "Hai Arkan, Akhsan, Keira... ayo masuk!!"
"Iya, nih aku bawa satu dus air mineral. selamat ulang tahun ya!!" ucap Arkan.
Nadhira membalas, "Ihh, terimakasih ya!! ayo langsung makan saja.."
"Iya..." jawab Arkan.
Arkan dan Akhsan menyantap makanan yang disajikan di prasmanan, mereka duduk di ruang tengah sambil membahas rencana untuk di masa SMP nanti.
"Nanti sekolah dimana??" tanya Arkan.
Nadhira menjawab, "Di Dekat alun alun aja deh kayaknya, soalnya harganya terjangkau disana."
"Hm... berarti nanti kita agak sulit untuk bisa bertemu.. kita berdua sudah daftar di SMP Budi Pertiwi yang di dekat pasar itu." gumam Arkan.
Nadhira tertawa, "Ya, nanti kalau aku ada di rumah kalian boleh kok kesini..."
"Iya juga sih, lagian besok kan sudah mulai masuk sekolah.. kemarin sudah masa pengenalan selama satu pekan." balas Arkan.
Akhsan menambahkan, "Kamu enggak satu sekolah sama si Rayana??"
Rayana menjawab, "Iya, tapi beda kelas. kak Nadhira di kelas 7A aku di kelas 7F."
Arkan mengangguk, "Ohh beda jauh ya rupanya.."
Nadhira menjawab, "Iya..."
Sabrina, Latifa, dan Reytami yang merupakan anak dari Senja, Mentari dan Dea datang. lalu mereka disambut bahagia oleh Nadhira dan Rayana.
Sabrina membalas, "Hai... selamat ulang tahun ya!!"
"Iya, terimakasih udah mau datang.. buruan makan, tuh bocah berdua udah lagi makan.." seru Nadhira.
Sabrina menggelengkan kepalanya, "Bagus, kalian udah datang duluan, makan duluan, awas aja entar pulang duluan."
"Hehe iya, buruan makan.." jawab Arkan dan Akhsan.
Sabrina menjawab, "Iya.."
Di rumah, Radit sedang mengedit video konten milik Arkan dan Akhsan. tak berselang lama, Alghina datang lalu mengajaknya main pesawat.
"Papa, main pesawat yuk!!" seru Alghina.
Radit menggendong Alghina, lalu ia memperlihatkan konten milik kakak kakak Alghina yang bermain sepeda di pedalaman hutan.
"Papa, ini siapa???" tanya Alghina.
Radit memperhatikan layar monitor miliknya itu, lalu ia menjelaskan kepada anaknya soal bentuk aneh di konten kakak Alghina itu.
"Ini adalah fenomena biasa, yang sering disebut hujan meteor.. kebetulan kejadiannya pada sore hari, jadi mirip jejak asap pesawat yang biasa kamu lihat." jelas Radit.
Alghina mengangguk, "Ohh begitu ya pah.."
Siang pun menjelang, Arkan dan Akhsan yang sedang duduk di halaman depan rumah Nadhira. tiba tiba ada suara gemuruh, padahal saat itu cuaca sedang cerah.
"Suara apa itu??" tanya Arkan.
Akhsan menjawab, "Petir kayaknya.."
"Bukan petir, lebih kayak mesin pesawat ini.." gumam Arkan.
Akhsan melihat sebuah objek putih dengan dua garis yang memanjang melintas beberapa meter setelah melintasi mereka berdua. ternyata itu adalah pesawat milik om Ryan yang sedang melakukan penerbangan ke luar kota.
"Pesawat bapakmu Nad!!" batin Arkan.
Nadhira menjawab, "Ya iya itu punya bapakku, bukan bapakmu.."
"Bercanda.." balas Arkan.
Raina keluar dari rumah, lalu ia menemui Nadhira yang sedang bersama Arkan. "Nad, kamu sudah menyiapkan perlengkapan untuk besok??"
Nadhira menjawab, "Sudah ma.."
Arkan bersandar di pohon, tak lama ia malah terlelap. "Woy, enggak di rumah, enggak disini.. kerjaannya tidur mulu!!"
"Enggak tau kenapa, setiap bersandar pasti mengantuk.." batin Arkan.
Akhsan membalas, "Ehh situ yang sering mengantuk, pohon yang disalahkan."
"Hmm... Nadhira, Rayana, Bibi.. kita bertiga pulang dulu ya!! ada beberapa hal yang harus kami siapkan untuk besok." kata Arkan sambil bersalaman dengan bibi Raina.
Raina menjawab, "Yaudah, hati hati ya!!"
"Pulang dulu ya!!" ucap Arkan pada Nadhira dan Rayana.
Kedua gadis kembar itu menjawab, "Iya, hati hati dijalan ya!!"
"Baik, kalau begitu kami bertiga pergi dulu.. Permisi.." ucap Arkan dan Akhsan.
Nadhira, Rayana dan Bibi Raina melambaikan tangan pada Arkan, Akhsan dan Keira yang mulai menghilang dari pandangan.
"Yaudah, kita juga masuk yuk!!" seru Raina.
Nadhira dan Rayana menjawab, "Yaudah.."
***********
...Yuk Like,Vote, Komen.....