
Rumah Sakit Kasih Ibu, Kota Bogor
Dengan raut wajah pucat karena sakit demam berdarah, Raditya Achbaar Fajar Gustara atau yang biasa dipanggil Radit atau Ajay sedang duduk di depan ruang laboratorium rumah sakit untuk menunggu hasil cek darahnya.
"Atas nama Raditya Achbaar.." ucap perawat di ruang laboratorium itu.
Bu Andari segera mengambil hasil cek laboratorium itu, lalu Radit dan mamanya berjalan ke ruang dr Richard untuk memastikan apakah ia harus dirawat atau pulang.
"Ayo nak!!" seru Bu Andari.
Di ruang dr Richard, Radit mendengarkan penjelasan dari dokter tentang penyakitnya. dikarenakan kondisinya sangat pucat, dan trombositnya lemah ia akhirnya diputuskan dirawat selama satu pekan ke depan.
"Trombositnya lemah nih, harus dirawat dulu.." jelas dr Richard.
Radit dan Bu Andari pun menerima apa kata dokter, lalu ia menelepon pak Arzani suaminya untuk mengabarkan jika Radit harus dirawat di rumah sakit.
"Halo?? Pah... Radit dirawat, nanti bawa selimut kesini ya!!" kata Bu Andari.
Pak Arzani menjawab, "Yaudah, nanti sekalian papa bawakan baju ganti untuk Radit."
Dengan wajah sabar, Radit dibawa ke ruang perawatan dengan menggunakan kursi roda. setibanya disana, hanya ada dia dan satu anak berumur tujuh tahun di paling pojok rumah sakit dimana disana ada sebelas tempat tidur yang tersedia.
"Hati hati Dit.." pesan Bu Andari, mamanya yang menemani dirinya berobat.
Setelah berbaring di tempat tidur, Radit menghubungi Ryan sahabatnya untuk meneruskan menjadi ketua kelas sementara hingga sepekan ke depan karena dia harus dirawat.
"Dtreeettt?!!"
"Halo Dit?? gimana hasilnya??" tanya Ryan.
Radit menjawab, "Harus dirawat nih, Lu teruskan jadi ketua kelas sementara ya!! selama satu pekan ke depan."
Ryan mengangguk, "Oalah, semoga lekas sembuh bro.. nanti gua sama anak anak kesana lah..."
"Iya, nanti saja sebelum ulangan.. sekarang masih ada jam pelajaran kan??" tanya Radit.
Ryan menjawab, "Iya.."
Malam pun tiba, ada satu pasien lagi yang datang dan terbaring di sebelah tempat Radit dirawat. dari suaranya, dia merupakan seorang gadis berusia 15 tahun yang terkena penyakit lambung.
"Mama hati hati, ini infusannya bisa lepas!!" batin gadis itu, saat sang ibunda terlalu dekat dengan tongkat infus rumah sakit.
Seorang suster datang memberitahu Radit bahwa Ryan sahabatnya datang untuk menjenguk, apalagi saat itu sudah masuk jam besuk.
"Malam, mas Radit ada temannya ini mau menjenguk.." Ucap seorang suster.
Radit mengangguk, "Oke.."
"Halo Dit, lu kenapa bambang??" tanya Ryan yang baru datang menjenguk.
Radit menjawab, "Biasa, gara gara si nyamuk belang jadi harus menginap disini. konsepnya sih pengen menginap di hotel berbintang saat study tour nanti.. eh malah menginap di rumah sakit bintang tujuh.."
"Itu obat pusing bro, apalagi karena banyak tugas.." balas Ryan.
"Lu ngeledek gua??" tanya Ryan.
"Ehh yaudah sih, anak anak kelasan ada yang tidak ikut study tour tidak??" tanya Radit pada Ryan.
Ryan menjawab, "Lumayan, Laki lakinya tiga.. perempuannya tiga.."
"Laki lakinya siapa aja?? apa salah satunya itu elu??" tanya Radit.
Ryan mengangguk, "You right, gua kagak ikut.. gua juga ini lagi enggak sehat.. tapi maybe masih bisa lah sekolah mah.. soalnya kan ada tugas dari lu yang jadi ketua kelas sementara."
"Palingan lu diare lagi kan??" tanya Radit.
Ryan terdiam, "Jangan kencang kencang, gua malu anj*r.."
"Oh iya, kan yang tidak ikut harus studytour mandiri.. nanti lu ngomong aja sama pakde gua di kampung Bojosari. kita penelitian disana.." perintah Radit.
Ryan menjawab, "Baik Dit.."
"Maaf mas, waktu besuk lima menit lagi.." pesan suster Hana.
Ryan menoleh, "Wah, saya tambahin goceng ya?? biar bisa setengah jam lagi.. ada hal penting ini soalnya."
"Heh, Lu kira main PS atau warnet perpanjang waktu?? yaudah kalau lu mau balik, silahkan saja.. besok kalau ada apa apa hubungi gua." perintah Radit.
Ryan menjawab, "Iya..."
Ryan memberikan sepaket buah ke Bu Andari, "Bu, maaf ini ada kiriman dari atas nama kita teman sekelas Radit."
"Ohh, terimakasih Ryan.." jawab Bu Andari.
Radit tersenyum, "Terimakasih bro,.. hati hati dijalan.."
"Sama sama, kalau begitu saya pamit dulu ya Bu.. mari, Assalamualaikum." ucap Ryan.
Bu Andari dan Ryan menjawab, "Waalaikumsallam.."
Radit menyantap buah pemberian dari Ryan, lalu ia tak sengaja mendengar pembicaraan di kamar sebelahnya.
"Ja, kamu tau enggak?? tadi aku ketemu sama Ryan Ramadhan loh!! asisten pribadi si Raditya.. youtuber ganteng viral itu.." kata Sindi, sepupu Senja.
Senja menjawab, "Masa sih?? dimana??"
"Tadi pas aku mau masuk kesini, dia baru keluar ke parkiran.. habis menjenguk keluarganya mungkin." gumam Sindi.
Senja menjawab, "Iya kayaknya.."
Radit tak memperdulikan hal itu, mungkin itu hanya cerita di novel saja. ia pun berbaring lalu memejamkan matanya.
*****
Yuk Like, Vote dan Komen...