KalongHunter

KalongHunter
Bab 15 : Ryan dan Ryana



Setelah shalat subuh, Ryan langsung berangkat lebih dulu ke sekolah sekalian membelikan makanan untuk Dea. ia pun pergi ke sebuah kedai ketoprak yang ada di depan rumah sakit.


"Permisi, bu beli ketopraknya dua!!" ucap Ryan.


Ibu itu menjawab, "Siap A, alhamdulillah panglaris pagi pagi dibeli sama si Aa ini. duduk aja dulu, nanti ibu buatkan.."


"Baik bu.." jawab Ryan.


Ryan memandangi jalanan, lalu ia memotret beberapa unit bus kota, bus karyawan dan bus antar kota yang kebetulan melintas di depan rumah sakit itu.


"Nice.." gumam Ryan.


Radit menyalakan mesin motornya, namun setelah beberapa kali coba di starter motornya tidak bisa menyala. akhirnya, dengan terpaksa ia menyimpan kembali kunci motor di kamarnya dan berangkat sekolah menggunakan angkutan umum.


"Kamu kenapa belum berangkat??" tanya mama Andari.


Radit menjawab, "Motornya ada gangguan, nanti pulang sekolah diperbaiki.."


"Ohh yaudah, berarti kamu naik angkutan umum saja??" tanya mama Andari.


Radit menjawab, "Iya.."


Mama Andari mengangguk, "Yaudah, hati hati ya sayang.."


"Baik ma.." jawab Radit.


Radit pun menaiki sebuah angkutan umum yang melintas di depan rumahnya, tak lama angkutan itu melaju perlahan menuju sekolah.


"Sesak, sempit.."


Hal itulah yang dialami Radit, karena berada satu angkot dengan ibu ibu dengan bawaan sayuran, dan juga bapak bapak yang membawa ayam hidup.


"Waduh, salah tempat nih.." gumam Radit saat sekelompok anak punk sudah bersiap menaiki angkutan umum yang ia tumpangi.


Anak anak itu menaiki mobil yang ditumpangi Radit, belum juga mereka memberikan kata sambutan. tatapan Radit membuat mereka kembali turun dan mengurungkan niat untuk mengamen di kendaraan itu.


"Nah, si Andra tuh.. woy Yono, gua nebeng..," teriak Radit.


Andra berhenti di pinggir jalan, lalu Radit memutuskan membayar 3.000 karena hanya beberapa meter dari rumahnya.


"Ini bang, terimakasih ya.." ucap Radit.


Radit berjalan menghampiri Andra, lalu ia menumpang dengan sahabatnya itu hingga sampai sekolah.


"Motor lu kenapa???" tanya Andra.


Radit menjawab, "Biasa akinya ngadat, nanti pulang sekolah gua perbaiki.."


"Oalah... kalem ae, ntar gua bantu step ke bengkel.. jangan diperbaiki sendiri kalau enggak tahu tekniknya." saran Andra.


Radit menjawab, "Yaudah,.. terimakasih bro.."


"Sama sama.." jawab Andra.


Ryan yang sejak tadi memotret keadaan jalanan yang mulai ramai, kembali fokus ke ketoprak pesanannya yang sudah selesai dibuat oleh ibu itu.


"Ini A, semuanya jadi 24 ribu.." ucap Ibu itu.


Ryan menjawab, "Oke, ini uangnya ya bu.. terimakasih."


"Sama sama.." jawab Ibu itu.


Ryan pun masuk ke dalam areal rumah sakit, dan pergi ke ruang perawatan. setibanya disana ia menemui Dea yang sedang menonton video milik dirinya dan Radit.


"Alhamdulillah Brenda, kamu udah siuman.. nih Dea kamu sarapan dulu,." perintah Ryan.


Dea menjawab, "Yaudah, itu satu lagi buat siapa??"


"Buat saya sendiri, tadi sudah sarapan sih.. cuman lagi pengen aja yaudah jadinya ikutan beli." gumam Ryan.


Dea tersenyum, "Yaudah, terimakasih ya.."


"Sama sama, kalau begitu saya pamit dulu ya!! mau makan ketoprak di sekolah aja.." gumam Ryan.


Ryan melangkahkan kakinya keluar ruangan, namun Dea mencegahnya dengan memegang tangan Ryan dan memeluknya dari belakang.


"Dea kenapa ya?? mukanya mirip gua.. kelakuannya mirip juga sama gua.. terus dia kalau ada apa apa pasti gua juga orang pertama yang dia cari. ahh sudahlah!!" gumam Ryan.


Dea memanyunkan bibirnya, "Kamu baik banget sama aku, perhatian sama aku.. kamu suka bukan sama aku??"


"Aduh, satu sisi gua malas pacaran.. satu sisi juga gua enggak bisa bohong sama perasaan gua.. bagaimana ini??" tanya Ryan.


Ryan tersenyum, "Enggak ada apa apa kok, yaudah saya ke sekolah dulu ya!!" ucap Ryan yang mengelus kepala Dea lalu ia pergi ke sekolah.


Dengan kecepatan tinggi, Andra dan Radit tiba di sekolah. lalu mereka turun dari motor dan segera berlari ke dalam kelas.


"Uhh untung tidak terlambat.." gumam Radit.


Andra menjawab, "Benar juga, mana gua capek lagi lari larian.."


"Si Ryan belum datang lagi, mau gua suruh beli air minum.." gumam Radit.


Andra menjawab, "Benar.."


"Selamat pagi anak anak, ayo duduk.." ucap pak Bagus.


Radit menjawab, "Pagi juga, ucapkan salam.."


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.." ucap semua anak kelas IPS A.


Pak Bagus menjawab, "Waalaikumsallam, tasnya simpan di depan ya!!"


"Baik pak.." jawab anak anak kelas IPS A.


Dengan kecepatan maksimum, Ryan mengendarai motornya menerobos kemacetan di tengah jalan. tiba tiba sebuah motor yang berusaha memaksa menyalip di sebelah kanan terkejut karena ada motor di arah berlawanan. sehingga ia masuk ke kiri dan menyenggol motor yang dikemudikan Ryan hingga kecelakaan pun tak terhindarkan.


"Barrggggjhh!!"


Ryan mengalami highside sehingga ia terjatuh dengan lutut lebih dulu menghantam aspal jalanan, untungnya ia menggunakan pelindung lutut sehingga hanya mengalami memar di kakinya.


"Aduh, masnya enggak apa apa??" tanya Ryan.


Lelaki itu menjawab, "Aman, silakan kalau mau lanjutkan perjalanan.."


"Oke, mas jangan khawatir.. saya maafkan mas, kalau ada yang sakit segera bilang. biar saya bawa ke rumah sakit." pinta Ryan.


Lelaki itu menjawab, "Oke, aman.. yaudah kita lanjut jalan.."


"Baik, ayo.." jawab Ryan yang berusaha mengangkat motornya dengan keadaan kaki tertatih.


Ryan dan lelaki itu melanjutkan perjalanan, tak lama saat di perempatan jalan. ada pengendara lain yang mengingatkan dirinya jika ada kebocoran oli. Ryan pun memaksakan menarik tuas gas motornya ke sebuah bengkel.


"Halo bro, kenapa ini bro??" tanya Ilham, kakak kelas Ryan yang menjadi tukang bengkel.


Ryan menjawab, "Oli motor saya bocor, mana tadi sempat crash.. untung ini lutut pake pelindung.."


"Waduh, iya sih untung hanya memar.. nanti di rumah obati saja, sekarang saya perbaiki dulu motor anda." kata Ilham.


Ryan menjawab, "Oke, saya hubungi Radit dulu.."


"Oke.." jawab Ilham


Dretttt!!!


"Pak, izin angkat telepon.. siapa tau itu si Ryan, mana hari ini dia belum datang!!" kata Radit.


Pak Bagus menjawab, "Silakan.."


"Halo?? lu kemana??" tanya Radit.


Ryan menjawab, "Gini Dit, gua tadi kena crash.. ada motor memaksa masuk dari kanan. karena kaget, dia senggol motor gua.. untung cuman lutut doang yang memar.. dan motor gua olinya bocor. bilang ke panitia ulangan, gua gak ikutan dulu."


"Oh yaudah, lagian lu ada ada aja sih..," jawab Radit.


Ryan menjawab, "Yaudah, lu terusin aja ulangannya.."


"oke.." jawab Radit.


Senja bertanya, "Ryan kemana??"


"Dia kecelakaan, makanya izin pak.. Ryan tidak ikut ulangan dulu hari ini.." kata Radit.


Pak Bagus menjawab, "Owalah, iya nanti dia susulan sama kamu ya besok!!"


"Baik pak.." jawab Radit.


******************


...Yuk Like, Vote, Komen dan Kasih Saran...