
Sambil menahan rasa sakit di wajahnya, Andra duduk di sebuah kursi di rumah Kiran. Kiran pun mengobati luka lebam itu dengan mengompresnya dengan lap yang di dalamnya ada es batu.
"Bagaimana, masih sakit??" tanya Kiran.
Andra menjawab, "Masihlah, ini perih Sekali di bawah mata."
"Yaudah, sebelumnya terimakasih sudah menyelamatkan aku.. dan juga aku mau minta maaf karena udah membuat wajah kamu menjadi seperti ini." ucap Kiran.
Andra tersenyum, "Yaudah, enggak apa apa.. sekarang kamu pelan pelan aja cerita sama saya apa yang sudah kamu alami beberapa tahun lalu??"
"Okey, jadi aku setelah kejadian itu masih merasakan sakit hati dan mental aku down.. dan juga aku dipaksa untuk membenci Ryan dan Rara. tapi, walaupun aku sempat dicuci otak.. tapi itu semua mendadak tidak berfungsi makanya selama ini aku hanya pura pura membenci mereka berdua." kata Kiran, yang ucapannya direkam oleh salah satu warga menggunakan ponsel.
Wanita itu mengirimkan rekaman suara Kiran pada seluruh masyarakat disana. "Keterlaluan!! ini tidak bisa dibiarkan.."
"Ohh begitu ya?? jadi selama ini kamu tetap ingat dan sayang kepada Rara dan Ryan??" tanya Andra..
Kiran meneteskan air matanya, "Tentu saja iya.."
"Ohh begitu, yaudah nanti saya sampaikan ke Radit dan Ryan." jawab Andra.
Tak lama, sekelompok warga datang lalu menghadang rumah Kiran. "Hayo mau kemana kalian??"
Andra, Kiran dam Devran terkejut. lalu mereka mencoba meminta penjelasan kepada seseorang yang disebut sebagai tetua di wilayah itu.
"Ada apa ini pak??" tanya Andra yang masih kebingungan.
Pria tua itu menjawab, "Kalian semua keterlaluan, kalian rupanya sudah menyebarkan hal ini kepada orang lain."
"Tentang gadis ini yang hanya pura pura??" tanya Andra yang memberikan tatapan serius.
Pria itu geram, lalu ia berusaha menghajar Andra.
"Awas kau ya!!!"
Radit datang lalu menahan pukulan pria itu, lalu ia balik mendorong pria itu. "Tenang kawan, kita hadapi ini semua.. mereka sudah lemah!!"
"Betul itu.." ucap Ryan yang juga datang membantu.
Radit menoleh, "Andra, bawa Kiran masuk ke dalam rumah!!" perintah Radit.
Andra menjawab, "Baik.."
Radit berdiri sejajar bersama Ryan, Devran, juga ada Agung, Daniel dan Wahyu yang juga datang memberikan bantuan.
"Udah lama nih enggak baku hantam.." kata Radit.
Ryan menjawab, "Iyaa.."
Enam remaja itu pun berkelahi dengan warga satu kampung yang berjumlah banyak itu. sehingga keributan pun tak terelakkan.
"Bagggg!!!"
"Buggg!!"
Suasana semakin kacau balau, mereka semua malah saling pukul dan sibuk ribut sendiri.
"Mending kita masuk ke dalam rumah dulu!!" seru Radit.
Ryan menjawab, "Oke.. ayo semuanya.."
"Iyaa.." jawab anak anak lain yang masuk ke dalam rumah.
Radit dan anak anak lainnya mengatur nafas sementara, lalu keributan itu akhirnya terhenti dengan sendirinya setelah orang yang disebut tetua itu akhirnya jatuh tersungkur bersimbah darah.
"Kayaknya si bapak tadi sudah tersungkur, mereka juga membubarkan diri dengan sendirinya." kata Ryan.
Radit menelepon polisi, lalu ia menunggu polisi yang datang lalu menangkap beberapa orang yang masih tersisa lalu mengevakuasi yang sudah meninggal dunia.
"Kalian semua tidak apa apa??" tanya pak polisi.
Radit menjawab, "Tidak apa apa, nanti sekalian saya berikan keterangan atas apa yang sudah terjadi.. saya mau buat laporan atas upaya penghalangan proses hukum kepada anak ini."
"Baik, silakan ke kantor.." jawab pak Polisi.
Radit mengangguk, "Oke.."
Dreetttt!!!
Rara mengangkat telepon dari Radit, "Halo?? Assalamualaikum.. ada apa Dit??"
"Waalaikunsallam, kamu lagi di rumah Indira ya??" tanya Radit.
Rara menjawab, "Iya, kenapa emang??"
"Enggak, ini mau infoin aja Kiran udah dibawa ke rumah sakit. tadi habis dari kantor polisi kasih keterangan, dan Kiran ingat semuanya.. dan sekarang Kiran mau dicek visum." jawab Radit.
Rara mengangguk, "Oh, baguslah.. kok kamu bisa tau??"
Radit menjawab, "Saya tadi perintahkan Andra buat deketin Kiran, akhirnya dia mau bicara soal apa yang sudah ia alami dulu.."
"Hmm... baguslah, nanti besok aku tanyain ke Kiran." jawab Rara.
Radit mengangguk, "Oke..,"
"Kenapa Ra??" tanya Indira pada Rara.
Rara menjawab, "Apa yang sudah terjadi pada Kiran sudah diketahui, nanti aku tanyain ke dia besok."
"Ohh yaudah.." jawab Indira.
**************
...Oh Iya, For Your Information.. Rara, Ryan, dan Kiran itu sahabatan ya!! bukan yang lain.. sama kayak di Novel satunya lagi.....
...Yuk Like,Vote, Komen.....