KalongHunter

KalongHunter
Bab 72 : Kisah Awal



Minggu, 12 Agustus jam enam pagi


Anan sedang sibuk merias dirinya di depan cermin, hari ini ia akan melakukan spotting dari dekat taman alun alun. kata Arkan, beberapa penerbangan semua dialihkan sementara dari jam 07.02 hingga 13.00 untuk upacara hari besar.


"Anan, kamu mau kemana sih?? udah dandan cantik seperti itu??" tanya Rara yang kini semakin cantik setelah memiliki empat orang anak termasuk Anan.


Anan menjawab, "Aku mau ke taman Alun alun, kata Arkan beberapa pesawat dari bandara Kota baru melintasi daerah situ semua.."


"Ohh, masalahnya kenapa harus Arkan?? enggak ada yang lain??" tanya Rara.


Anan menjawab, "Aku itu enggak bisa terpisah dari dia sejak SMP, entah mengapa keberadaan Arkan membawa vibes positif di hidup Anan."


Rara mengangguk, "Iya juga sih, tapi mama prioritaskan kebahagiaan kamu saja. terserah kamu mau melakukan apa selagi itu bisa membuat kamu bahagia dan berada di koridor yang tetap."


Ayla, Dara, Ajeng dan Wandi datang lalu ikut makan sarapan di ruang makan. sejak papa mereka meninggal dunia karena kecelakaan kapal Pesiar, mama Rara harus bekerja menjadi admin perusahaan Raditya Airlines Group.


"Anan, Ayla, Dara, Ajeng, Wandi.. maafkan mama tidak bisa menemani kalian di masa akhir pekan ini. karena mama harus bekerja demi memastikan kalian bisa makan." batin Rara dalam hati.


Anan yang mengetahui perasaan mamanya, segera membelai rambut sang mama yang berantakan karena baru selesai memasak.


"Ma, nanti Anan akan membantu mama agar adik adik bisa makan." ucap Anan.


Rara meneteskan air matanya, lalu memeluk putrinya itu. "Iya sayang, tapi jangan melupakan kewajiban kamu ya untuk tetap rajin belajar."


"Baik mama.." jawab Anan yang tersenyum.


Flashback


Sebuah kapal Pesiar mengalami guncangan hebat setelah masuk ke badai yang sangat besar. sedetik kemudian, terjadi kebocoran di bagian dek bawah kapal itu hingga membuat orang orang panik dan melompat ke laut.


Kapal itu pun tenggelam, Radit dan Ryan yang berada dalam penerbangan Helikopter komersial melihat jenazah Eza, suami Rara sudah terapung di tengah laut.


"Hei, itu kan Eza... Monitor, ada jenazah kapal tenggelam terapung di tengah laut. izin melapor untuk evakuasi.." ujar Radit.


Darius, Doni dan Rafi yang berada di belakang menjawab, "Baik, coba ke bawah sedikit Dit."


"Okey.." jawab Radit.


Radit mencoba menurunkan ketinggian helikopter itu, lalu teman temannya di belakang mencoba mengevakuasi Eza ke dalam helikopter.


Di darat, Rara langsung menangis histeris saat jasad suaminya dibawa menggunakan ambulans. ia sangat berterimakasih pada Radit dan Ryan karena sudah membantu menemukan suaminya meski ia sudah tidak bernyawa.


Flashback off


"Ma, Anan berangkat dulu ya!!" ucap Anan.


Rara menjawab, "Iya, hati hati dijalan.."


"Assalamualaikum.." ucap Anan.


"Waalaikumsallam.." jawab Rara.


"Assalamualaikum.." ucap Rahma.


Rara menjawab, "Waalaikumsallam, eh Rahma.. ada apa??" tanya Rara.


Rahma tersenyum, "Ini ada kiriman dari Radit, itu gaji kamu... dikarenakan kamu memiliki alat alatnya di rumah, maka kamu bisa update layanan dari rumah saja. jadi kamu tetap bisa menemani anak anak di rumah."


Rara tersenyum, "Terima kasih, tolong ucapkan pada Radit juga ya!! oh kamu mau duduk dulu??" tanya Rara.


Rahma menjawab, "Tidak perlu, aku masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.."


"Yaudah, kalau begitu aku lanjut kerja di rumah ya!! sekali lagi terimakasih.." ucap Rara.


Rahma menjawab, "Sama sama, aku pergi dulu ya!! Assalamualaikum.."


"Waalaikumsallam.." jawab Rara.


Rara masuk ke dalam rumah, ia menutup pintu lalu melihat isi amlop itu. "10 Juta?? Alhamdulillah terimakasih, ini akan menjadi ceritaku untuk anak anakku nanti." batin Rara yang menangis terharu.


Anan berjalan menuruni tangga, dimana disana ada Arkan sedang makan ketoprak di pinggir jalan. "Arkan?? kamu sarapan disini??" tanya Anan.


Arkan tersenyum, "Saya cuman sepi job aja, mana nungguin kamu lama."


"Sepi jobnya kamu beda ya?? malah jajan.." gumam Anan.


Arkan tertawa, "Ya begitulah, kamu duduk saja dulu... sekalian spot langsung, tadi saya sudah dapat beberapa."


"Oke.." jawab Anan yang mengaktifkan kameranya lalu mengarahkan ke langit.


"Dapat juga satu, cuacanya panas jadi pesawatnya tidak terlalu kelihatan." gumam Anan.


Arkan menjawab, "Baguslah, kalau langitnya full biru kadang suka sulit mendapatkan objek pesawatnya."


"Kan bukannya bagus ya?? pesawatnya terlihat lebih putih??" tanya Anan.


Arkan menjawab, "Enggak, saya jadi bingung.. ini pesawatnya dimana suaranya dimana."


"Hahaha... kamu bisa aja!!" gumam Anan


Arkan pun ikut tertawa..


...********************...


...Yuk Like, Vote, Komen.....