
Jam setengah sembilan malam
Ryan sedang menyeduh mie instant dalam cup, setelah ia memasukan air panas dan didiamkan selama lima menit. Ryan pun membuang air itu secara sembarangan ke luar rumah, dan tak lama kemudian menimbulkan suara teriakan.
"Aaaa!!!!"
Ryan terdiam, lalu ia melanjutkan memasukan semua bumbu ke dalam mie instant itu. sedetik kemudian, ia mengaduk dan menikmati mie instant tersebut sambil melihat Andra dan Tyo sedang membackup dan mengedit video.
"Bro, dengar suara tidak??" tanya Radit.
Ryan menjawab, "Ada, tapi maybe itu kucing lagi puber kali."
"Apa iya?? di video zoom bulan test punya gua malah dengar ada teriakan wanita." tanya Radit yang meyakinkan Ryan.
Ryan mencari sumber suara itu, "Woy, itu siapa yang teriak tadi?? dicari sama Radit tuh.."
"Lah enggak gitu juga konsepnya Wawan." balas Radit.
Ryan balik bertanya, "Wawan saha g*blk??"
"Begini aja, lu, gua, Daniel sama Agung kita keliling cari suara itu. Andra tetap disini bersama Tyo, edit video untuk presentasi nanti. buat di channel mending yang video behind the screen aja." perintah Radit.
Ryan menjawab,"Oke, tapi bentar gua habiskan mie instant dulu.."
"Buruan, ditunggu dibawah.." jawab Radit.
Ryan mengangguk, "Iyaa.."
Radit, Daniel dan Agung berjalan ke ruang bawah, sedangkan Ryan menyantap mie instant buatannya terlebih dahulu.
"Ryan, kamu tumben sendirian disini??" tanya Dea yang mengintip dari luar.
Ryan menjawab, "Kak Dea, mau mie instant tidak?? Ryan mau keluar sebentar."
"Kemana?? jangan sampai larut malam, enggak bagus buat kesehatan kamu." pesan Dea.
Ryan mengangguk, "Baik, ini ya.. Ryan keluar dulu.. dahh.."
"Iya.." jawab Dea yang kemudian masuk ke dalam kamar menemui anak anak perempuan yang lainnya.
Tyo merasa kebelet karena ingin buang air kecil, ia pun meninggalkan sejenak laptop yang sedang dalam proses pemindahan data.
"Lu mau kemana??" tanya Andra.
Tyo menjawab, "Mau ke kamar mandi, yang terdekat dimana ya??"
"Dari sini, belok kiri... terus belok kanan, nah disana." jawab Andra.
Tyo langsung berlari menuju kamar mandi, setelah menemukan tempat itu ia segera masuk dan buang air kecil sekaligus cuci muka.
saat ia berjalan di lorong, ia mendadak lupa dimana ruangan ia dan Andra mengedit video?? karena ia tadi diberi pesan agar belok kiri, lalu belok kanan. akhirnya ia mengikuti apa kata Andra.
Tyo berjalan menyusuri lorong villa itu, semenit kemudian ia akhirnya menemukan ruangan itu. namun, saat ia masuk ke dalam ruangan yang hanya ditutup gorden itu. dirinya malah masuk ke kamar Nadhira, sepupu Ryan yang akan menikah dan ia sedang menjalani prosesi luluran.
"Aduh... salah masuk lagi.." Tyo memberi sinyal kepada terapis yang menangani Nadhira agar tidak berisik, ia pun kembali mencari ruangan dirinya bersama Andra tadi.
Sama seperti Andra, Tyo juga terkena kesialan. dimana bedanya ia hanya melihat bagian belakang tubuh dari Nadhira yang polos tanpa sehelai benang pun. akan tetapi bawahannya full tertutup kain kemben.
"Aduh, bisa runyam kalau cewek tadi tau saya masuk kesana.. bisa kacau ini acara, maafin gua Dit. mungkin gua akan bicara jika memang sudah diminta bicara." batin Tyo.
Setelah setengah jam berputar putar, Tyo pun berhasil menemui Andra lalu melanjutkan projek tanpa memberitahu Andra jika ia juga mengalami hal yang sama.
"Bro, sadar gak sih dari tadi kayak ada yang memperhatikan kita berdua??" tanya Andra.
Tyo menjawab, "Gua rasa iya, tapi entah siapa.. yaudah abaikan saja kita lanjut proyek ini."
"Baik.." jawab Andra.
Ryan menyusul Radit, Daniel dan Agung yang sedang berkeliling di sekitar villa sambil mencari sumber suara misterius itu.
"Bagaimana?? ketemu tidak??" tanya Ryan.
Radit menjawab, "Tidak ada apa apa.."
"Hikss..hiks..hikss..."
Suara itu ada diatas mereka, ternyata ada sesosok mbak Meti alias miss kunti yang sedang menangis sendirian.
"Aduh, mbak kenapa??" tanya Radit.
Ryan membalas, "Kayaknya si mbaknya lagi nonton drakor, sampai menangis bombay seperti itu."
"Masa sih.. kayaknya lagi mikirin harga kebutuhan naik nih.." gumam Daniel.
Agung lah yang memberikan jokes andalannya, "Wah kayaknya si mbak habis dighosting nih, enggak sadar diri kan dirinya adalah ghost."
"Ahh aku sebal sama kalian semua... hihihi.." ketus mbak Meti yang sebal, lalu ia kembali terbang dan menghilang.
"Idih.. baperan.." kata Radit.
********
Notes : Lagi lagi Tyo mengalami hal yang sama seperti Andra, apakah yang akan terjadi selanjutnya??? Yuk tunggu episode berikutnya..
...Yuk, Like, Vote, Komen.....