
Jam setengah delapan pagi
Ryan sedang mengelap motornya, tak lama ponselnya berdering. ternyata itu dari Devran, sepupu Ryan dari pihak mamanya.
"Dreeerttttt!!!!"
"Devran?? halo?? apaan??" tanya Ryan.
Devran menjawab, "Bang, katanya buka usaha angkutan penumpang ya??"
"Iya, kenapa emang??" tanya Ryan.
Devran menjawab, "Begini, kata si Karyn.. dia minta antar ke rumahnya bu Romlah."
Ryan tertawa, "Ngapain?? mau diurut bukan??"
"Kayaknya iya sih, soalnya si Karyn ini mukanya agak agak lesu gitu. terus memperlihatkan gestur kayak lagi pegal pegal gitu." jawab Devran.
Ryan menjawab, "Baik.. sekarang bang Ryan kesana."
"Okey.." jawab Devran yang menonaktifkan teleponnya. lalu Ryan menyalakan motornya, lalu pergi ke rumah Bu Lasmini, rumah neneknya.
Flashback Bertemunya Kembali Ryan dan Raina
Ryan sedang menulis di kelasnya, sementara Radit terlelap tidur karena ia semalam menontob final liga champions. "Yan, kata Bu Ayu ambilkan buku paket di kelas IPA B." perintah Mentari.
Ryan menjawab, "Oke.."
Ryan berjalan menuju kelas IPA B, "Nah disini kayaknya.."
"Assalamualaikum.." ucap Ryan.
Raina menjawab, "Ihh Ryan?? kamu sekarang berbeda sekali??? kamu terlihat lebih tampan."
"Biasa sajalah, mana buku paketnya??" tanya Ryan.
Raina menjawab,"Iya, sebentar... nih!!!"
"Baik terimakasih, nanti temui saya di kantin.." jawab Ryan.
Raina menjawab, "Sama sama, iya nanti jam istirahat ke kantin."
Ryan berjalan kembali ke kelas, lalu ia menyerahkan buku itu kepada Mentari. "Nih, memangnya ada tugas??"
"Ada, rangkum halaman 12 sampai 19.." jawab Mentari.
Ryan menggaruk kepalanya, "Alamak, yaudah deh.. kerjain sekarang??"
"Besok aja Yan... ya sekarang lah.." jawab Mentari.
Ryan tertawa, "Sabar dong Mentari, nanti cepat tua loh.."
"Dia bukannya udah tua ya??" tanya Radit.
Mentari menatap Radit, "Radit, nanti aku pukul kamu tau rasa loh.."
Jam istirahat tiba, Ryan sedang duduk di meja kantin sambil meminum minuman ringan dan juga memainkan ponsel miliknya. tak lama, Raina datang lalu duduk di hadapan dirinya.
"Hai Ryan, udah lama??" tanya Raina.
Ryan menjawab, "Tak begitu lama, kamu sekolah disini juga???"
"Iya, kebetulan aku dapat sekolah disini lewat jalur prestasi. kamu bisa masuk kesini lewat jalir apa??" tanya Raina.
Ryan menjawab, "Lewat jalan Cikopo - Palimanan."
"Ryan... yang benar dong!!" pinta Raina.
Ryan tertawa, "Iya, karena saya ikut OSIS dan menjabat sebagai divisi logistik akhirnya bisa masuk kesini. ditambah kemampuan akademik lumayan baik."
"Ohh begitu, Ryan kamu satu kelas sama Radit??" tanya Raina.
Ryan menjawab, "Iya, dia ketua kelasnya. saya aja ditunjuk jadi wakil.."
"Hmm... bagus juga karier kalian berdua, eh by the way.. sebentar lagi kan ada pelantikan gabungan. nah eskul kamu ada rencana menampilkan apa??" tanya Raina.
Ryan menjawab, "Paling nanti dalam bentuk video, kalau pas di lapangan akan menyesuaikan dengan ekskul yang lain."
"Ohh begitu... kalau aku nanti akan menampilkan atraksi paskibra." kata Raina.
"Hmm.. bagus bagus.." ujar Ryan.
Flashback Off
Ryan tiba di rumah neneknya, tak lama Karyn keluar dari rumah itu sambil membawa tas kecil kemudian naik keatas motor Ryan.
"Pake helm gak??" tanya Ryan.
Karyn menjawab, "Tidak usah.."
Ryan menancapkan gas motornya perlahan, lalu ia pergi ke rumah Bu Romlah untuk mengantarkan Karyn yang mungkin akan self healing.
"Kamu mau ngapain disana??" tanya Ryan.
Karyn menjawab, "Kalau aku jelasin, aku takut fantasi liar kamu muncul."
"Yaudah iya.." balas Ryan.
Setibanya di rumah Andra, Karyn langsung turun dari motor. "Tungguin disini 3 jam atau mau lanjut jalan lagi Yan??"
"Gini aja, kalau mau lanjut jalan... bayar aja sekarang dua puluh ribu." kata Ryan.
Karyn menjawab, "Yaudah, ini.. terimakasih Yan.."
"Sama sama.. Iyan lanjut jalan lagi ya!!" Ucap Ryan yang menancapkan gas motornya.
******
...Yuk Like,Vote, Komen......