
Jam setengah empat sore
Setelah operasi penyelamatan Bubadibako selesai, Radit dan Ryan terbang kembali ke daerah Komplek Sukaraja. di perjalanan, mereka menghubungi Angga untuk membelikan mereka dua porsi nasi padang karena mereka amat sangat kelaparan.
"Dretttt!!!"
"Halo Angga, belikan kita dua porsi nasi padang. satu ayam bakar, sambal hijau dan perkedel. satu lagi ayam bakar, sambal hijau, pake sayur nangka dan air mineralnya samain berdua." kata Ryan.
Angga menjawab,"Baik, nanti lu jemput di lapangan seberang bazar nanti gua tunggu disana."
"Oke.." jawab Radit dan Ryan.
Angga pun berjalan ke warung makan padang di Jalan Lele Raya, "Permisi, mak Uda saya nasi padang dua bungkus, ini pesanannya." ucap Angga yang memberikan selembar kertas.
Perempuan itu menjawab,"Baik, silakan ditunggu.."
Angga pun menunggu pesanan itu selesai, sambil ia melihat Fyp di Tiktok.
Since the love that you left is all that I get
I want you to know
That if I can't be close to you
I'll settle for the ghost of you
I miss you more than life (more than life)
And if you can't be next to me
Your memory is ecstasy
I miss you more than life
I miss you more than life
Angga yang keasyikan bernyanyi lagu Ghost milik Justin Bieber itu dikejutkan oleh mak Uda pemilik warung makan yang selesai membuatkan nasi padang pesanan Ryan dan Radit.
"Jadi berapa Mak Uda??" tanya Angga.
Mak Uda menjawab, "Empat puluh ribu A.."
"Oke, ini uangnya..." ujar Angga yang kemudian berlalu dan pergi ke lapangan dekat Bazar untuk menunggu Radit dan Ryan Landing.
Tak lama kemudian...
"Wow, helikopter siapa itu?? aku foto ahh.." gumam Senja yang sedang bermain di bazar bersama Raina, Ratu, Mentari dan Indira.
Cekrekkkk!!!!
"Siapa sih itu helikopternya mendarat di tengah lapangan seperti itu??" tanya beberapa orang di bazar itu.
Tak lama, seorang laki laki turun menghampiri Angga yang sudah menunggu.
"Sudah dari kapan Angga??" tanya Ryan.
Angga menjawab, "Jadi, saat alien datang menginvasi bumi..ha.."
Angga menjawab,"Iya, ini total empat puluh ribu.."
"Yowes, ini gocap.. sisanya ongkir lu." jawab Ryan.
Angga mengangguk, "Sip terimakasih bro, gua pamit lanjut jalan ya!!"
Ryan menjawab, "Iya, hati hati.."
Ryan pun berjalan menemui Radit, lalu mereka kembali terbang untuk pulang dan makan di rumah masing masing.
"Ohh Ryan!!! sama Radit!! gabutnya parah dah.. sampai mendarat dulu mau COD nasi padang." gumam Raina yang tak henti hentinya tertawa karena ulah dua orang itu.
Setelah setengah jam terbang, mereka akhirnya landing di halaman rumah. dan keduanya turun lalu helikopter itu kembali dibawa masuk ke dalam garasi ditarik dengan menggunakan mobil khusus.
"Alhamdulillah sampai, makan nasi padang dulu yuk!! lapar gua sumpah.." gumam Radit dan Ryan yang mencuci tangan, lalu mereka menyantap nasi padang itu.
Dea keluar dari dalam rumah, "Bagus kalian beli nasi padang, mana aku lagi pengen lagi."
"Yaudah, kamu cuci tangan.. sini makan berdua sama Iyan." kata Ryan.
Dea menjawab,"Iya..."
Dea mencuci tangan, lalu ia makan satu wadah berdua dengan Ryan.
"Yaudah, gua ke dalam.. takut menganggu adik sama kakak yang lagi makan bareng." gumam Radit yang berjalan masuk.
Ryan tersenyum, lalu ia melanjutkan makannya.
Radit menemui Bintang,Bulan dan Pagi yang sedang menonton bersama mama Andari di tengah rumah. "Gaiss, bantuin abang habiskan ini yuk!! ini terlalu banyak untuk abang makan."
"Yaudah ayo.." jawab anak anak gadis itu.
Di perjalanan pulang, Indira selalu terlihat murung hingga membuat kawan kawannya penasaran. termasuk Senja yang sejak tadi memperhatikan tingkah aneh Indira.
"Eh Indira, aku perhatikan dari tadi kamu selalu buang muka saat melihat Ryan kenapa??" tanya Senja.
Indira menjawab,"Aku malu sama diri aku sendiri, orang yang selalu aku musuhi dari kecil. kini sudah hidup bahagia bersama keluarganya, sedangkan aku?? hidup sengsara dibawah rasa bersalah yang selalu menghantuiku setiap harinya."
"Indira, kamu tidak boleh berbicara seperti itu.. kalau kamu merasakan ada masalah.. bicara sama kita, siapa tahu kita bisa membantu kamu." jelas Senja..
Indira menatap Senja, "Emang semudah itu?? heh masalah hidup aku itu sangatlah besar, itu melibatkan aku, orangtuaku, keluarga besarku dan orang lain secara umum. memangnya kalian bisa??" tanya Indira.
"Tapi setidaknya kamu jangan memendam masalah itu sendirian, itu sama saja menyiksa diri kamu sendiri." jelas Ratu.
Indira memegangi kepalanya, lalu ia berlari menyeberangi jalan dan datang sebuah truk yang tanpa aba aba menabrak Indira.
"Bruggg!!"
"Indiraaa!!!!"
"Tolonggg!!!"
Sekelompok warga datang, lalu mereka membawa Indira ke rumah sakit untuk penanganan khusus.
***********
...Yuk Like,Vote, Komen......