KalongHunter

KalongHunter
Bab 7 : Penjelasan Ryan



Dengan mengendarai motor gede, Radit dan Ryan tiba di parkiran sekolah. mereka pun turun dari motor lalu bersalaman dengan teman teman yang mereka temui.


"Akhirnya Radit masuk lagi!!" kata salah satu siswa.


Radit menjawab, "Terimakasih, maaf gua lagi buru buru. belum belajar buat ujian nanti nih.."


"Oke.." jawab siswa itu.


Radit dan Ryan masuk ke dalam kelas, lalu mereka duduk di tempatnya kemudian mereka belajar ujian matematika hari ini.


Indira menghampiri Ryan dengan penuh emosi, lalu ia menggebrak meja Ryan.


"Brakkk!!!"


"Kamu kenapa??" tanya Radit pada Indira yang nampak Emosi.


Indira menjawab, "Kalian berdua harus minta maaf sama Brenda, perlu diketahui bahwa papanya Brenda ditangkap kemarin sore.."


"Bentar, memang saya tidak tahu karena saya masih dalam pemulihan.. akan tetapi, sebagai teman Ryan saya akan menjelaskan semuanya." gumam Radit.


Indira menatap Radit, "Emang kamu tahu apa??"


Radit menjawab, "Ryan itu kemarin menyelamatkan seseorang, lalu ia mencari pelaku utama penganiayaan orang itu. ternyata saat ia melintas di depan rumah Brenda, ada seseorang yang memaksa masuk. Ryan sudah mengambil keputusan terbaik, dia tidak melakukan perlawanan pada orang orang disana."


"Benar itu Ryan??" tanya Indira.


Ryan menjawab, "Radit benar, kalau saya melakukan perlawanan di rumah Brenda. acara akan semakin kacau!!"


"Lalu bagaimana dengan Brenda??" tanya Indira.


Radit menjawab, "Kamu temani saja dia, dia juga hanya dipaksa untuk mengikuti kemauan bapaknya dan sahabatnya itu."


"Hmm... baiklah!!" balas Indira.


Tak lama, Senja yang datang bersama pak Nandi membuat semua anak langsung duduk di tempat masing masing.


"Ucapkan salam..." ucap Radit.


"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh." ucap anak anak.


"Waalaikumsallam, silakan duduk.. nah anak anak ini ada murid baru. sebenarnya dia ini adalah siswi relokasi karena sekolah dia digusur, tapi bapak akan masukan dia ke kelas ini dulu.. nanti semester dua saya data ulang..silakan perkenalkan dirimu." kata pak Nandi.


Senja menjawab, "Halo teman teman, namaku Senja Apriliani Fathirah.. panggil saja aku Senja, dan kebetulan aku pindahan karena sekolah ku digusur sehingga di relokasi kesini."


"Halo.." sapa anak anak di kelas itu.


Pak Nandi tersenyum, "Senja silakan duduk dengan Indira, dan kamu boleh langsung ikut ulangan hari ini."


"Baik pak.." jawab Senja.


Senja duduk bersama Indira, lalu ia menanyakan soal Radit dan Ryan kepada teman barunya itu. "Hai, nama aku Senja.. kamu siapa namanya??"


"Namaku Indira,.." jawab Indira.


Senja mengangguk, "Ohh begitu, tapi kamu kenal sama Radit dan Ryan kan??"


"Uuhh... kemana aja kamu?? diluar sekolah aja sudah artis apalagi kalau di sekolah ini.. asal kamu tahu saja, Radit itu ditunjuk sebagai ketua osis, ketua angkatan, ketua kelas, ketua Ekskul Multimedia dan ketua organisasi pondok." jelas Indira.


Senja terkejut, "Dia anak pondok??"


Senja mengangguk, "Pantesan, dia ganteng tapi agak sensitif. ternyata dia melaksanakan apa yang sudah diajarkan, yaitu enggak boleh pacaran."


"Yuk anak anak silakan dikerjakan ulangannya..," kata pak Nandi.


Di Kantin, Radit sedang mengobrol bersama kawan kawannya. mereka membahas tentang Brenda dan Ryan yang sedang terjadi kesalahpahaman.


"Bro, kita harus menjelaskan kepada Brenda terkait apa yang sebenarnya terjadi. biar masalah ini tidak semakin memanjang.." kata Radit.


Ryan menjawab, "Gua setuju.. tapi jangan langsung sama gua, pakai wakil saja dulu.."


"Kira kira siapa ya yang pas??" tanya Radit.


Daniel menjawab, "Nah si Agung saja, dia kan sangat jago silat lidah.."


"Hah gua??" tanya Agung.


Ryan menjawab, "Iya lu Sedya Agung Satria Bagaskara, makanya sekarang lu sama Daniel ke kelasnya Brenda.. sampaikan dulu yang sesungguhnya."


"Lah gua juga yang kena.. yaudah ayo.." gumam Daniel.


Agung dan Daniel tiba di kelas IPA B, tempat Brenda berada. lalu mereka masuk ke dalam kelas itu dan menanyakan soal Brenda kepada salah satu siswi ketua kelas di tempat itu.


"Assalamualaikum, maaf mau ketemu Brenda.. dia masuk tidak hari ini??" tanya Agung.


Dea menjawab, "Waalaikumsallam, mau ngapain cari si Brenda??"


Daniel membalas, "Kita diminta Radit dan Ryan untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi, apakah kondisi Brenda cukup memungkinkan untuk menerima penjelasan dari kita??" tanya Daniel.


Dea menjawab, "Coba ke aku saja dulu, nanti disampaikan ke Brenda. jika memang Brenda yang salah, dia yang akan datang meminta maaf kepada Ryan pun sebaliknya Ryan yang datang langsung kesini untuk meminta maaf."


"Baik, intinya.. Ryan sejak pulang sekolah bermaksud menolong seseorang yang dianiaya oleh preman suruhan pak Hendra.. saat kebetulan Ryan melintas di depan rumah Brenda, ada kakak dari korban tadi bermaksud menyerang pak Hendra. namun di halau oleh Ryan, dan saat di dalam pun Ryan hanya menahan laki laki itu tanpa mengacaukan acara ulang tahunnya Brenda. mungkin yang keluarga Brenda takutkan Ryan akan menyerang acara itu, tapi kenyataannya tidak.. jadi seperti itu ceritanya.." kata Daniel.


Dea mengangguk, "Oke deh, nanti aku coba jelasin ke Brenda.. terimakasih infonya ya!!"


"Sama sama.. kalau begitu kita berdua pamit!! permisi Assalamualaikum.." ucap Daniel dan Agung.


Dea menjawab, "Waalaikumsallam.."


"Kan yang disuruh gua, kok elu yang jelasin Dan??" tanya Agung.


Daniel menepok dahinya, "Lupa gua.. sorry..,"


"Bagus juga sih, sekali nafas loh.." puji Agung.


Daniel tertawa, "Iya juga ya..,"


"Wih cepat juga mereka, gimana hasilnya??" tanya Radit.


Daniel menjawab, "Sudah gua jelasin ke Dea, ketua kelasnya. lalu nanti ia akan menyampaikannya kembali ke Brenda, hasil akan tiba dalam 1x 24 jam..,"


"Oke.. balik ke kelas yuk!!" seru Radit.


"Gass.." jawab anak anak..


*********


Ayo Like, Vote dan Koment...