KalongHunter

KalongHunter
Bab 21 : Misteri Yang belum terungkap



Seorang kurir paket tiba di rumah Anan untuk mengantarkan barang pesanan Anan, lalu ia berusaha memanggil Anan dari luar rumah.


"Permisi, paket..ashiapp!!" ucap kurir itu dari luar.


mas Bayu keluar dari pagar lalu menghampiri kurir itu, "Ada keperluan apa anda datang kesini??" tanya mas Bayu.


Kurir itu menjawab, "Mbak Anannya ada??"


Mas Bayu tersenyum sinis, lalu ia merebut paket itu dan menginjaknya. "Ehh ngapain calon istri saya belanja di tempat seperti kamu ini, ish gak level banget."


"Aduh, bagaimana ini.. auto kena suspend deh.." batin kurir itu.


mas Bayu menatap tajam kurir itu, "Itu urusan kamu, saya tidak mau bertanggung jawab.."


"Monitor...Monitor.. Eagle One masuk!!" ucap seseorang di dalam handy talkie dalam bentuk airpods.


mas Bayu terkejut, ternyata dia bukan kurir paket. akan tetapi seorang detektif yang sedang menyamar.


"Gawat, bisa kacau nih.. maaf ya mas, ini masih bisa kita bicarakan baik baik." ucap mas Bayu.


Beberapa mobil datang, lalu belasan detektif beserta kepolisian melakukan penangkapan pada pak Wawan, ayah mas Bayu dan mas Bayu Sendiri karena diduga menjadi akses untuk kasus kejahatan yang dilakukan oleh papanya Brenda.


"Diam kamu!!!" teriak detektif itu.


Karena keuangannya sudah lemah, dan juga beberapa backingannya sudah pergi. pak Wawan dan mas Bayu dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan penindakan.


"Ehh itu ada apa ya ramai ramai di depan rumah kita??" tanya Anan dan Anin.


melihat sang ayah terdiam karena sahabatnya dan orang yang akan dijodohkan dengan salah satu dari Anan dan Anin, mereka pun turun dari mobil lalu menghampiri sang ayah yang nampak syok.


"Kenapa ini papa??" tanya Anan.


Papanya hanya terdiam, lalu ia kembali masuk ke dalam rumah dengan raut wajah yang kecewa.


"Papa kenapa ya kak Anan??" tanya Anin.


"Kakak juga kurang tau!!" jawab Anan.


Ryan dan Dea tiba di parkiran rumah sakit, Ryan pun menawarkan tumpangan kepada gadis cantik itu.


"Butuh tumpangan??" tanya Ryan.


Dea berpikir sejenak, "Yaudah deh, liat muka kamu jadi kasihan kalau aku tolak."


"Iya dah, anggap aja saya sebagai adik kamu sendiri.." gumam Ryan yang membuat Dea seketika terdiam.


Ryan menatap wajah Dea, lalu ia merapikan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah gadis itu.


"Kenapa?? Enggak terima bukan?? yaudah iya saya minta maaf.." kata Ryan.


Dea tersenyum, "Kamu ini, bentar bentar minta maaf... tenang kok, aku enggak akan marah. lagian kalau emang benar kamu itu adalah adikku bagaimana??" tanya balik Dea.


"I hope it, yaudah ayo kamu ikut aja dulu takziyah ke rumah teman saya sejak SMP." jawab Ryan.


Keduanya masuk ke dalam mobil, lalu Ryan membawa mobilnya keluar dari rumah sakit kemudian pergi ke rumah temannya untuk melayat.


"Pake self beltnya, biar aman.." perintah Ryan.


Dea mengangguk, lalu ia mengenakan sabuk pengaman di mobil Ryan. "Ini mobil punya kamu Ryan??"


"Iya, hasil usaha saya bersama Radit." jawab Ryan.


Dea berdecak kagum, "Gila sih, enggak rugi emang kamu jadi asistennya si Radit."


"Biasa aja, dia yang ajari saya untuk bertahan dari kenyataan hidup yang dikira akan indah ternyata sebaliknya amat sangat pahit." gumam Ryan.


Dea menanyakan hubungan Ryan dengan beberapa perempuan, termasuk Raina dan Indira.


"Kamu sama Raina dan Indira ada hubungan apa??" tanya Dea.


Ryan menjawab, "Indira hanya menjadi orang yang membuat hidup saya hancur dan tak memiliki arah. sedangkan Raina dulu muncul layaknya bidadari, membuat semangat saya untuk hidup kembali tumbuh."


"Kamu enggak pacaran??" tanya Dea.


Ryan menjawab, "Enggak ah, malas.. lagian buang buang waktu dan uang saja. mending sat set sat set jadi."


"Sama kayak Radit ya??" tanya Dea.


Ryan menjawab, "Dia sih emang udah bawaan pondok, kalau saya emang malas.."


"Terserah kamu deh.." balas Dea yang malah tertawa.


"Yaudah Iya.." jawab Ryan.


Di ruang IGD, Andra yang diminta menemani gadis korban kecelakaan dan penculikan itu mencoba menggali keterangan sendiri dari korban sebelum Anan dan Anin datang.


"Neng, maaf aja ini mah... kamu teh kenal enggak siapa yang bawa kamu pada malam itu??" tanya Andra.


gadis itu menjawab, "Seorang pria yang katanya disuruh untuk membawaku pulang paksa. hingga aku disimpan di suatu daerah asing, yang tak ada air tak ada makanan."


"Kamu ditelantarkan disana??" tanya Andra


Ia menjawab, "Iya..."


Andra berpesan, "Nanti kalau ada twins detective, kamu berikan keterangan sejelas jelasnya ya!!" perintah Andra.


gadis itu mengangguk, "baik mas.."


****************


...Yuk Like, Vote, Komen...


...My Youtube Channel & Instagram...


Muhammad Rizky X KalongTranspotterOfficial