KalongHunter

KalongHunter
Bab 45 : Makan Bersama



Jam setengah lima sore


Ryan menelepon Angga, untuk meminta mencuci mobil miliknya. "Halo?? Angga lu lagi ada dimana???"


"Lagi di jalan... kenapa memang??" tanya Angga.


Ryan menjawab, "Boleh minta tolong enggak cuci mobil saya, nanti sekalian lewat coba ajak si Wawan buat cuci mobil Radit sekalian."


"Oke, gua kesana sekarang.." jawab Angga.


Nasywa yang sedang beristirahat di sofa rumahnya terbangun saat bu Romlah datang untuk perawatan tubuh dirinya.


"Tok...tok...tok.."


"Sebentar, eh ibu sudah datang... ibu langsung ke kamar aku saja siapin untuk keperluan terapinya.. aku ganti baju dulu." ucap Nasywa yang berjalan ke lantai dua rumahnya.


Bu Romlah menjawab, "Silakan..."


Nasywa mengganti semua pakaian yang ia kenakan dengan menggunakan handuk, lalu ia keluar dari kamar mandi dan masuk ke kamarnya untuk menjalani terapi bekam.


"Silakan tidur tengkurap ya Nasywa!!" perintah Bu Romlah.


Nasywa menjawab, "Baik.."


Nasywa berbaring tertelungkup diatas sebuah kain yang terhampar di karpet kamarnya, barulah bu Romlah memulai perawatan tubuh serta bekam dengan membalurkan minyak pala dan kayu putih di punggung Nasywa yang putih dan bersih.


Di rumah sakit, Echa perlahan mulai membuka matanya. Dara yang senang pun memanggil dokter untuk mengecek kondisi adiknya itu.


"Echa?? kamu sudah sadar?? dok...dok.." panggil Dara.


Dokter masuk ruang perawatan kemudian mengecek Echa, "Sebentar saya cek dulu ya!!"


"Bagaimana kondisinya dok??" tanya Dara.


Dokter menjawab, "Dia mengalami benturan keras sehingga ia mengalami amnesia yang cukup parah, kamu tidak perlu khawatir nanti coba berikan atau praktekkan sesuatu yang buat dia ingat."


"Baik dok, Echa.... kamu kenapa sih harus menjadi seperti ini??" tanya Dara yang khawatir.


Echa menatap Dara, "Kamu siapa??"


"Aku kakak kandung kamu, enggak apa apa kamu istirahat saja dulu yang cukup.." jawab Dara.


Echa pun memejamkan matanya sambil menahan rasa sakit yang ada di kepalanya karena luka yang cukup parah.


Wawan yang dibonceng oleh Angga datang ke rumah Radit, lalu mereka mengambil selang air, sabun dan beberapa sikat untuk mencuci mobil Ryan dan Radit.


"Yan, lu tadi bantu bantu yang korban longsor bukan??" tanya Wawan.


Ryan menjawab, "Iya, sama Radit.."


Radit keluar dari dalam rumahnya, "Bro, buat kalian berdua udah gua transfer.. nanti lu ambil aja di bank."


"Siapp, terimakasih Dit.." jawab Wawan dan Angga.


Tak lama, anak anak geng gadis datang lalu duduk di depan rumah Radit. "Pantesan, kak Radit disuruh bawa mangkuk... kalian beli tahu bakso rupanya."


"Iya, nih buat abang.." ucap Bintang.


Radit menjawab, "Terimakasih ya adikku, sini biar kakak suapi kamu."


Radit menuangkan tahu bakso itu ke dalam mangkuk, lalu ia menyantapnya sambil menyuapi Bintang yang sangat manja.


"Nah makan ya!! biar kamu agak pintar dikit." gumam Radit.


Senja tertawa, "Emang dia selama ini tidak pintar??"


"Kayaknya iya sih.." jawab Radit.


Bintang kesal lalu mencubit tangan abangnya itu..


"Awwww!!!!"


"Hahahaha, adik sendiri dibecandain.. udah tau dia sentimen kayak ironmen.." balas Ryan.


Radit terus memohon ampun pada Bintang, "Makanya, jaga mulutnya!!"


"Iya.." balas Radit.


Bintang Pun melanjutkan makan tahu bakso itu sendirian, karena ia kesal dengan kelakuan abangnya yang absurd itu.


"Wah kayaknya bakalan ada perang nih!! seru kayaknya.." kata Ryan.


******************


Yuk Like,Vote,Komen..