
Jam setengah delapan pagi
Anak anak memperhatikan sebuah kertas tulisan yang ditempel di papan informasi, semuanya nampak berbahagia karena mereka dinyatakan lulus dengan nilai terbaik.
"Yeeyyy.... luluss!!" teriak Semua murid yang saling memeluk satu sama lain.
Radit tersenyum, "Selamat ya Kak Tari, Senja!!" ucap Radit.
Mentari menjawab, "Iya, selamat ya kamu juga lulus.. pasti kamu akan kuliah di tempat yang ku daftar kemarin??"
"Iya, kak Tari sabar ya!! meski lulus, kak Tari tidak bisa lanjut ke bidang selanjutnya!! tapi tidak apa apa.. kak Tari ikut kelas parenting dan bekerja di perusahaan Adit.... kebetulan lagi butuh orang." jelas Radit.
Mentari tersenyum, "Terimakasih ya!!"
"Sama sama..." jawab Radit yang memilih berjalan meninggalkan areal kerumunan siswa itu.
Senja dan Mentari mengikuti Radit, "Terus kamu mau kemana??"
"Ada beberapa pekerjaan yang harus Radit selesaikan.. lagipula kita sudah mengetahui kan hasilnya??" balas Radit.
Senja menjawab, "Oke, berarti kamu tidak ikut pesta kelulusan??"
"Dimana??" tanya Radit.
Senja menjawab, "Di villa daerah Sinar Jati,.."
"Hmm... rasanya sebuah acara yang tidak penting.. mending urus perusahaan dan keperluan kuliah.." gumam Radit.
Senja menjawab, "Yaudah aku ikut.."
Mentari membalas, "Ehh aku juga ikut!!!"
Radit tiba di bandara Kota Baru, bersama Ryan yang juga baru tiba. "Selamat ya Dit!!"
"Terimakasih.." jawab Radit yang berjalan ke sebuah hanggar.
Radit membuka hanggar itu, ternyata ada beberapa unit helikopter yang merupakan hadiah kelulusan ia, Mentari dan Senja.
"Inilah hadiah kelulusan kalian berdua!!" ucap Radit.
Senja dan Mentari terdiam, "Ini Dit?? beberapa kendaraan sekeren ini??" tanya Senja.
Radit menjawab, "Iya, ini resmi menjadi milik kalian berdua.."
Mentari dan Senja merasa terharu, lalu mereka memeluk Radit. "Terimakasih ya Radit!!"
"Sama sama.." jawab Radit yang tersenyum.
Mentari dan Senja masing masing menaiki helikopter hadiah dari Radit itu, "Ayo kita bawa pulang.."
"Oke.. take off go!! semuanya bersiap!! kita terbang sekarang!!" ucap Radit dan Ryan yang masing masing menjadi pilot.
Di rumah barunya bersama Kiran, Rara masih terdiam karena ia merindukan kedua orangtuanya.
"Ra?? kamu kok murung terus?? kita makan siang yuk!!" seru Kiran.
"Rara!!! tapi kalaupun kita mencari, kita akan pergi mencarinya kemana??" tanya Kiran yang memberikan penjelasan.
Rara membalas, "Tapi aku harus memberikan kabar kelulusan diriku pada keluargaku!!"
"Iya, tapi bagaimana kita mencarinya??" tanya Kiran.
Tak lama helikopter yang ditumpangi Radit, Mentari dan Ryan, Senja melintas tepat diatas mereka...
"Aku tahu, apa yang kamu pikirkan Rara!!" gumam Kiran.
Rara menundukan kepalanya, "Iya, tapi aku kurang yakin Ryan tahu dimana kedua orangtuaku.."
"Apa salahnya juga sih buat kamu tanya langsung sama Ryan??" tanya Kiran.
Rara menjawab, "Iya, yaudah deh kita makan dulu.. nanti kita tanyakan ke Ryan.."
"Iya.." jawab Kiran.
Radit dan Ryan landing di halaman depan rumahnya, lalu mereka turun dari helikopter yang mereka tumpangi.
"Ahh tumben bawa capung besi bisa membuat badan pegal, apa kurang piknik ya??" tanya Radit.
Ryan membalas, "Benar, tubuhku dan pikiranku butuh liburan ke pantai.."
"Pakai apa ya?? pakai helikopter apa pakai bus??" tanya Radit.
Ryan menjawab, "Yakali jalan jalan pakai helikopter, mau parkir dimana??"
"Iya ya?? kita lihat saja nanti.." jawab Radit.
Ryan menjawab, "Sambil kita atur budget dulu, sekalian sama jumlah orangnya."
"Iya.." jawab Radit yang masuk ke dalam rumahnya.
Ryan, Mentari dan Senja menemui mama Andari yang sedang di dapur. "Mama.. kita bertiga lulus!!"
"Wahh selamat ya!! kalian sudah melihat hadiahnya kan??" tanya Mama Andari.
Radit menjawab, "Iya.."
"Ma.. kata Radit nanti aku bekerja di perusahaan punya dia.." kata Mentari.
Mama Andari menjawab, "Iya, kamu juga bisa dapat pekerjaan di perusahaan punya kakek.. karena saham Radit ada sedikit disana!!"
"Benarkah ma??" tanya Mentari.
Mama Andari mengangguk, "Iya, mungkin sekalian Radit mencarikan tempat kursus atau belajar parenting buat kamu."
"Baik ma, akan Tari jalani.." jawab Mentari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...