KalongHunter

KalongHunter
Bab 36 : Operasi BubadiBako



Jam setengah tujuh pagi


"Tok...tok..tok.."


"Assalamualaikum Radit," ucap Pak Wawan, Pak Yono dan Pak Adhiyat. ketua RT, ketua RW serta ketua Dewan Pengurus pondok.


Radit membukakan pintu,"Waalaikumsallam, ada apa pak??"


"Begini, ini ada bantuan dari warga sini berupa logistik pakaian, makko anan dan obat obatan untuk warga Desa SukaDuka. tolong kamu antar kesana ya!! katanya disana terkena banjir bandang karena tanggul bendungan jebol." kata pak Wawan.


Radit menjawab, "Baik, Ryan.." panggil Radit.


Ryan membalas, "Yo Whatsapp, ada apa Dit??"


"Temenin gua antar logistik ini, ke Desa SukaDuka.. disana parah katanya.. sampai ada banjir bandang." kata Radit.


Ryan menjawab,"Oke..,"


Radit pun mengeluarkan helikopter miliknya dari dalam garasi yang semua unit transportasi ada di dalamnya. tentunya itu bukan semuanya milik Radit, ada beberapa yang milik Ryan serta staff pengurus Pondok.



"Ayo masukan semuanya ke dalam heliopter ini.." ucap Radit yang masuk ke kokpit lalu menyalakan mesin.


Ryan pun membawa barang barang itu ke dalam helikopter untuk dibawa ke Desa SukaDuka.


"Sudah semua Dit.. saatnya terbang.." kata Ryan.


Radit pun menutup semua pintu helikopter, kemudian mereka take off lalu bertolak ke Desa SukaDuka.


"Hati hati Dit.." kata Pak Wawan.


Radit menjawab,"Baik pak.."


Di Desa SukaDuka, semua orang bersedih karena bencana itu mereka kehilangan sanak Saudara, baik yang meninggal dunia atau masih hilang.


"Aaa!! Calon cucuku dan anakku dimana!!!" teriak sepasang orangtua yang kehilangan anaknya yang sedang hamil tujuh bulan.


Radit dan Ryan terdiam saat melihat pemandangan memilukan dari Desa SukaDuka yang awalnya hijau menjadi porak poranda dan dipenuhi lumpur.


"Parah juga ya??" tanya Ryan.


Radit menjawab,"Benar.. lagipula disana seharusnya acara study tour mini kita."


"Iya, untung kita enggak jadi kesana.." jawab Ryan.


Radit mengangguk, "Baik, kita sudah sampai.. beberapa relawan sudah menunggu.."


Helikopter yang dikemudikan Radit pun mendarat, lalu beberapa Relawan datang untuk membantu menurunkan barang barang bantuan dari komplek tempat ia tinggal.


"Bermain dengan anak anak pengungsi saja yuk!!" Seru Radit.


Mereka menghampiri anak anak yang sedang menjalani trauma healing bersama satuan polisi Wanita dan Tentara Wanita serta Relawan dari SAR dan dari SMA dan Kampus Sinar Kencana.


"Halo kak Radit!!!" sapa anak anak itu.


Radit menjawab,"Halo juga, kenalkan nama kakak Raditya Achbaar dan Ini kak Ryan Ramadhan.."


"Hai.." sapa Ryan.


Radit menyalakan signal khusus, sehingga Bumblebee dan Golden Manooks bersama Red Bird dan One Shark Whale sang Elang dan Rajawali tiba.


"Itu ihh burung Elang.." ucap beberapa anak yang perhatiannya mulai teralihkan ke Elang dan Rajawali itu.


Radit mempersilakan anak anak itu untuk memegang sang pemimpin rantai makanan itu. ada yang mengelus, foto bersama hingga mencoba memegang Elang dan Rajawali itu.


"Hati hati ya!!!" pesan Radit.


"Keren sekali si Radit dan Ryan ini, vibesnya langsung kayak superhero di Televisi." gumam salah satu Anggota Relawan.


****


karakter Bumblebee, Elang milik Radit



Burung elang flores biasa mendiami hutan dataran rendah dan hutan dekat pegunungan hingga ketinggian 1.600 meter. Dalam sistem klasifikasi hewan nama latinnya adalah Spizaetus floris. Orang barat mengenalnya dengan nama Flores Hawk-Eagle. Jenis burung elang ini memiliki tubuh berukuran sedang, yaitu sekitar 55 cm. Kepalanya berwarna putih, terkadang mahkotanya terdapat garis-garis berwarna cokelat. Tubuh bagian atasnya berwarna cokelat-kehitaman. Dada dan perutnya berwarna putih berpalang cokelat kemerahan tipis. Ekornya berwarna cokelat dengan enam garis gelap, sedangkan kakinya berwarna putih.


Golden Manooks, Elang Kedua sahabat Radit.



Elang hitam (Ictinaetus malayensis) adalah sejenis burung pemangsa dari suku Accipitridae, dan satu-satunya anggota genus Ictinaetus. Dinamai demikian karena warna bulunya yang seluruhnya berwarna hitam. Meski ada pula beberapa jenis elang yang lain yang juga berwarna hitam.


Burung yang berukuran besar, dengan panjang (dari paruh hingga ujung ekor) sekitar 70-80 cm dengan berat sekitar 100-1600 gram. Sayap dan ekornya panjang, sehingga burung ini tampak sangat besar bilamana terbang dengan rentang sayap sekitar 148-182 cm. Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali kaki dan sera (pangkal paruh) yang berwarna kuning. Sebetulnya terdapat pola pucat di pangkal bulu-bulu primer pada sayap dan garis-garis samar di ekor yang bisa terlihat ketika burung ini terbang melayang, namun umumnya tak begitu mudah teramati.[1] Jantan dan betina berwarna dan berukuran sama.


Sayap terbentang lurus, sedikit membentuk huruf V, dengan pangkal sayap lebih sempit daripada di tengahnya, serta bulu primer yang terdalam membengkok khas, membedakannya dari elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk yang hitam. Elang hitam juga sering terbang perlahan, rendah dekat kanopi (atap tajuk) hutan.Bulu Primar lebih menjari.


Terdapat 2 pose terbang, saat gliding (meluncur) dan soaring (mengintai). Saat gliding bulu paling ujung menekuk kedalam, dan saat soaring bulu ini terbentang dan terlihat menyamping.


Bunyi meratap berulang-ulang, biasanya disuarakan sambil terbang tinggi berputar-putar, klii-ki …klii-ki atau hi-li-liiiuw.


Burung remaja berwarna pucat, dengan coret-coret kuning pucat di sisi bawah tubuh dan sayap.


********


...Kawan Ryan akan diceritakan di Bab yang lain.....


...Yuk, Like, Vote, Komen.....