
Jam menunjukan setengah enam pagi, Indira mulai dirias oleh salah satu perias langganan keluarga Bu Yati. selain itu Radit dan Daniel sedang mengambil beberapa footage di setiap sudut halaman rumah yang sudah dipasangi tenda itu.
"Dit, tadi gua ke warung sebentar.. nah gua enggak sengaja dengar obrolan emak emak yang lagi gosip. isinya ternyata Ryan kembali menjadi bulanan tetangga sekitar sini karena ia membantah perkataan tetua daerah sini yang meminta Dea agar segera menikah menyusul Indira." jelas Daniel.
Radit menjawab, "Nah itu dia, gua sebenarnya dari awal Indira cerita udah paham. itu salah satu cara Ryan menyelamatkan Indira, coba bayangin.. Ryan memaksakan ada disini... dia terus terpancing, kalau dia sudah marah.. bisa hancur acara pernikahan Indira."
Daniel menggaruk kepalanya, "Heran gua, masih ada aja orangtua yang selalu mengendalikan anaknya. apalagi urusan jodoh, standar mereka kebanyakan mapan sama tampang.".
"Makanya, gua aja yang wajahnya literally tampan belum yakin sama apa yang akan terjadi kedepannya." batin Radit.
Indira yang sudah tampil cantik dengan gaun berwarna putih, ia pun meminta Rachel Amanda sahabat kecilnya untuk memanggil Radit dan Daniel.
"Nda, panggilkan Daniel dan Radit dong!!" perintah Indira.
Rachel menjawab, "Baik.."
Rachel berjalan keluar untuk mencari Radit dan Daniel, ia pun bertemu dengan dua laki laki dimana mereka itulah yang diminta Indira.
"Permisi mas, lihat Radit dan Daniel tidak??" tanya Rachel polos.
Radit menjawab, "Mereka ada diatas pohon itu, lagi ngobrol sama Kuntilanak soal harga cabai naik dan beras naik."
Rachel terdiam, "Masa iya sih?? ahh enggak ada juga.."
Radit tertawa, "Apakah yakin dek??"
"Ihh kalian bercanda ya??" tanya Rachel.
Rinjani yang kebetulan menjadi bridesmaid sama seperti Rachel datang lalu meminta Radit dan Daniel untuk menemui Indira.
"Adit, Daniel.. kalian dipanggil sama Indira!!" perintah Rinjani.
Radit menjawab, "Baik.."
Rachel terdiam dan mencoba berpikir sejenak, "Sebentar, jadi Radit sama Daniel itu kalian berdua?? ihh kok aku enggak tau!!"
"Ehh lagian cowok cowok ganteng, terkenal dan kaya ini masa kamu enggak tau?? mereka ini pilot loh!!" batin Rinjani.
Radit dan Daniel pun masuk ke dalam, lalu Rachel mencoba mencerna apa yang baru saja ia alami.
"Demi apapun aku enggak tau!!" batin Rachel.
Radit dan Daniel masuk ke kamar Indira, namun mereka malah bablas menuju jendela kamar. "Heii, mau kemana?? aku disini.." kata Indira.
Kedua lelaki itu mundur lalu berkata, "Maaf, kita berdua kelewatan.. gesreknya!!"
Radit mulai memotret Indira, lalu Daniel mencoba meyakinkan Indira. "Ra, konsumsi aman kan??" tanya Daniel.
"Lu ngapain nanya konsumsi Daniel?? masalah itu mah aman.. enggak dikasih foto enggak akan jadi.." sahut Radit.
Indira tertawa, "Kalian bercandanya mengerikan, cepat fotonya.. soalnya sebentar lagi acara akan dimulai.."
"Wait, kalau Adit yang foto. terus Daniel ngapain??" tanya Daniel.
Radit menjawab, "Perbaiki sapu terbang punya mang Heri, soalnya mengalami pecah ban. ya lu dokumentasi diluar lah!! tadi gua dengar rombongan besan sudah datang."
Daniel mengangguk, "Iya, gua keluar dulu.."
"Yaudah, kita mulai ya.. satu, dua,.."
"Cekrekk!!!"
"Cekrekkk!!"
"Cekrekk!!"
Acara demi acara pun dilewati oleh Radit dan Daniel, mulai dari dokumentasi proses akad, upacara saweran dan upacara pernikahan lainnya hingga resepsi yang selesai jam sembilan malam.
"Kelar nih, besok kita terbang apa lanjut izin dulu??" tanya Daniel.
Radit menjawab, "Kayaknya kita titipkan foto foto pada Senja agar nantinya dibuat album, sama videonya yang akan diupload ke youtube. sekalian nanti kita minta izin sama Indira buat mengupload beberapa foto sebagai sarana promosi."
"Sekarang kita ngapain??" tanya Daniel.
Radit menjawab, "Mending kita kemasi pakaian kita, lalu tidur di rumah gua aja. disini kamar yang kita tempati bersebelahan sama indira. pasti tidur kita akan terganggu, karena mendengar suara terlarang."
"Benar juga, hayu gasskeunn.." gumam Daniel.
Setibanya di rumah Radit, Daniel duduk di sofa lalu ia memainkan ponselnya. "Dit, cewek yang berdua tadi cakep juga ya??"
"Apaan sih lu bahas cewek, mending tidur. besok siang kita terbang ke Sydney." perintah Radit.
Daniel menjawab, "Iya.."
Mereka pun terlelap tidur, karena besok siang akan kembali terbang ke Sydney membawa Airbus A350 Hamish Air.
****************
...Yuk Like, Vote, Komen.....