
Jam setengah empat sore
Andra berjalan sendirian ke makam Brenda, ia duduk lalu membersihkan makam sahabatnya itu. "Bren, ini Andra... tadi kebetulan lewat sini makanya saya mampir.. tapi enggak usah dibalas nanti saya keder."
"Sudah menjelang empat puluh hari saja atas kepergian kamu, rasanya hampa banget menjalani hidup tanpa kamu." gumam Andra.
Kiran yang melintasi areal pemakaman, melihat Andra yang sedang termenung sendirian. lantas hatinya pun terenyuh, lalu ia menghampiri Andra.
"Ndraa!!" panggil Kiran.
Andra menoleh, "Eh Kiran, kamu ngapain disini??" tanya Andra.
"Tadi aku kebetulan lewat aja, melihat kamu ada disini.. yaudah aku hampiri kamu.." jawab Kiran pada Andra.
Andra tersenyum, "Yaudah, kamu kalau mau lanjut pulang silakan.. biarkan saya sendirian disini!!"
"Enggak Andra, aku bakalan temani kamu disini.." balas Kiran.
Andra mengangguk, "Yaudah kamu ikut bersihkan makamnya Brenda, semoga aja kamu setelah ini bisa membicarakan semua masalah kamu kepada saya."
"Iya Andra.." jawab Kiran yang ikut membersihkan makam Brenda.
Di rumahnya, Radit sedang membersihkan unit elf pertamanya yang akan ia gunakan untuk angkutan kargo. tak lama, Ryan datang membawakan kopi cappucino favoritnya.
"Ini Dit, hari ini siapa yang narik??" tanya Ryan.
Radit menjawab,"Si Angga dan Wawan hari ini narik, paling nanti selesai jam sembilan malam."
"Nice.." jawab Ryan.
Dhea mengantarkan mie instant yang sudah diseduh kepada Radit dan Ryan, ia pun ikut terlibat dalam usaha layanan angkutan milik Radit dan Ryan.
"Dit, Yan.. ini mienya.." kata Dhea.
"Oke, kita makan dulu yuk!!" seru Ryan.
Radit menjawab, "Oke.."
Setelah membersihkan makam Brenda, Andra dan Kiran berjalan menuju parkiran. mereka pun jalan berdua ke sebuah warung makan untuk makan bersama.
"Kamu mau ke rumah makan mana??" tanya Andra.
Kiran menjawab, "Terserah kamu aja.."
"Yaudah, kita ke rumah makan yang di depan saja ya!!" seru Andra.
Kiran mengangguk, "Baik"
Tak lama, sebuah mobil silver menghadang keduanya. lalu keluarlah seorang wanita, dengan dua orang pengawalnya.
"Tenang Kiran, saya akan gunakan apa yang sudah saya dapat dari Ryan." kata Andra.
Andra menghadapi wanita itu, yang merupakan dalang dari perubahan sikap Kiran selama ini. "Mau apa kalian??"
Sadar yang mereka hadapi bukan orang biasa, wanita setengah baya itu menggunakan siasatnya.
"Sebentar, kalem aja.. kita obrolin ini baik baik!!" kata wanita itu.
"Kalian hadapi dia!!" perintah wanita itu.
Perkelahian pun tak terelakkan, Andra menghadapi empat orang berbadan kekar sekaligus.
"Baggg!!!"
"Bugggg!!!"
"Bagggg!!!"
"Bugg!!"
Andra sempat keteteran, hingga tubuhnya dihadiahi pukulan dari keempat preman itu. untungnya ada bantuan dari Devran yang langsung menyerang empat preman yang sudah kelelahan itu.
"Bagggg!!!"
"Buggg!!!"
"Baggg!!"
"Buggg!!"
Setelah semuanya kalah, Devran menyerang wanita itu. sama seperti Andra, emosi Devran tak terkendali sehingga ia menyerang siapapun yang berani menganggu temannya.
"Heii!!!Ampunn!!!"
Devran melepaskan wanita itu, "Sekarang akui, apa yang sudah anda lakukan ke gadis ini??"
"Apakah kalian yang membuat gadis ini menjadi seperti sekarang??" tanya Andra.
Wanita itu mengangkat tangannya, "Iya, kami dulu memang melakukan hal tercela padanya. namun hanya di bagian atas saja, belum sampai ke merebut harta berharganya."
"Benar begitu Kiran??" tanya Devran.
Kiran menjawab, "Iya, tapi setelahnya aku bisa kabur dan pulang ke rumah. lalu melapor ke mama, tapi saat akan melapor ke polisi.. orang orang di sekitar rumahku termasuk tetangga depan rumahku menyarankan agar jangan dilaporkan karena katanya masalah akan lebih panjang dan pastinya memakan biaya yang tak sedikit."
"Ini pasti atas dasar permintaan kalian kan?? dengan uang yang kalian punya, bisa memanipulasi orang orang agar percaya dengan anda." jelas Devran.
Wanita itu menjawab, "Iya, maafkan kami.. jangan laporkan kami ke polisi.."
"Ya maaf, beberapa barang bukti penipuan, pembunuhan dan maaf pelanggaran susila sudah saya kumpulkan dan berikan ke polisi.. selamat tidur di penjara ya!!" ucap Devran.
Beberapa polisi datang, lalu mereka menangkap wanita itu dan empat pengawalnya yang sudah lemah baik fisik, mental dan finansialnya karena ulah Devran.
"Lu gapapa Dra??" tanya Devran.
Andra menjawab, "Aman, yaudah ke rumahnya Kiran aja deh.."
"Oke.." jawab Devran.
***************
...Yuk Like,Vote, Komen.....