KalongHunter

KalongHunter
Bab 70 : Pulang Sekolah



Jam setengah Tiga sore


Sebuah helikopter mendarat di tengah lapangan sekolah, Arkan dan Akhsan keluar dari kelas lalu menaiki helikopter itu. "Kamu pulangnya naik helikopter??" tanya Anan.


Arkan menjawab, "Iya, sepertinya ada sesuatu yang sifatnya darurat. makanya saya dijemput pakai helikopter, biasanya sih kita naik angkutan umum.. tapi entah ada apa akhirnya malah dijemput pakai helikopter."


Anan mengangguk, "Ohh iya udah, silakan kalau mau pulang.. hati hati.."


Arkan menjawab, "Iya, saya pulang dulu.. dahh!!"


Arkan menaiki helikopter itu, lalu mereka pulang ke rumah menggunakan helikopter itu.



"Pak Pilot, mengapa menjemput menggunakan helikopter?? memang papa tidak ada di rumah??" tanya Arkan.


Captain Zul yang merupakan pilot helikopter itu menjawab, "Kalian bisa lihat sendiri di bawah sana, kondisi jalanan macet parah sehingga pak bos khawatir kalian akan mengalami emosi karena energi kalian sudah habis."


Arkan dan Akhsan mengangguk, "Oke sip, kita ke bandara apa langsung ke rumah??"


"Boleh, ke bandara ayo ke rumah juga ayo.. kan bandara mini ada di pinggir rumah kalian." jawab Captain Zul.


Arkan terdiam, "Iya juga ya?? benar ini energi kita sudah habis, sampai keder begini.."


Captain Zul tertawa, "Itulah alasan pak Bos meminta saya menjemput kalian naik helikopter ini."


Arkan menepuk jidatnya, "Pusing Aing..,"


Helikopter itu mendarat di landasan pacu samping rumah Arkan, lalu Arkan dan Akhsan masuk ke dalam rumah kemudian mengganti semua pakaiannya.


Setelah mengganti semua pakaiannya, Arkan dan Akhsan yang sudah mengenakan celana crame dan kaos bertuliskan nama channel mereka.


"Captain Zul, hari ini sibuk tidak??" tanya Arkan.


Captain Zul menjawab, "Tidak, memang den Arkan sama Akhsan mau kemana??"


Arkan menjawab, "Biasa, mengerjakan PR pertama dulu.. sesudah itu baru spotting pesawat."


"Ohh yaudah, lagipula Tuan sama Nyonya sedang ada disana.. kalau begitu kita naik helikopter yang besar saja ya!! sebenarnya saya juga diperintahkan untuk antar barang kesana." jawab Captain Zul.


Arkan dan Akhsan mengangguk, lalu mereka masuk ke dalam helikopter kemudian bertolak ke Bandara Kota Baru.


"Woo... keren!!" ucap Anandita yang melihat helikopter yang ditumpangi Arkan dan Akhsan melintasi areal langit diatas rumahnya.


Anan kembali masuk ke dalam rumahnya, sementara itu di bandara Kota Baru sedang ada pameran penerbangan komersial. dimana beberapa maskapai memperkenalkan armada pesawat mereka, termasuk Hamish Air tempat Radit bekerja.


Di dalam helikopter, Arkan menceritakan sesuatu kepada Akhsan. tentang tenggelamnya kapal Capibhara beberapa bulan sebelum mereka lahir 12 tahun yang lalu.


"San, kamu tahu soal tenggelamnya kapal Capibhara beberapa bulan sebelum kita lahir yang pernah diceritakan oleh papa dua tahun lalu??" tanya Arkan.


Akhsan menjawab, "Iya.. kenapa memang??"


Arkan membalas, "Begini, kan kita punya data tentang cerita kecelakaan itu. bagaimana kalau kita posting cerita itu??"


Akhsan menjawab, "Kurasa iya, boleh.."


Arkan membuka ponselnya, lalu ia masuk ke aplikasi catatan miliknya kemudian ia menyalin cerita dalam catatan itu ke platform untuk diupload.


"Nice, tinggal tunggu pembaca.." gumam Arkan.


Di Bandara Kota Baru, Keira melihat sebuah helikopter terbang mendekati areal landasan pacu untuk melakukan pendaratan. yang membuat ia terkejut, ada Arkan dan Akhsan yang menumpangi helikopter kargo itu.


"Mama, itu kan kak Arkan sama kak Akhsan.." sebut Keira sambil menunjuk dua lelaki yang membuka pintu belakang helikopter itu.


Arkan dan Akhsan turun dari helikopter itu, lalu mereka berdua menghampiri Keira yang sedang mengasuh Achraf.


"Hai, sejak kapan kalian disini??" tanya Arkan.


Keira menjawab, "Dari siang tadi, ini acaranya baru saja selesai.."


"Ohh, yaudah kakak mau makan siang dulu.. nanti dilanjut spotting di daerah selatan bandara." jawab Arkan.


Keira menjawab, "Ikuuutttt!!!"


"Iya ayo,.." jawab Arkan dan Akhsan yang pergi ke restoran bersama Keira sedangkan Achraf bersama mama Rachel dan papa Radit yang memilih pulang.


***********


...Yuk Like, Vote, Komen......