
Jam setengah lima sore
Andra tiba di rumah Kiran, lalu ia berjalan ke teras rumah kemudian ia berbaring di sebuah kursi sambil menahan rasa sakit akibat pukulan di wajahnya.
"Sebentar ya Andra!! aku ambilkan kotak obat dulu.." kata Kiran.
Andra menjawab, "Iyaa.."
Andra menelepon Radit, tentang kondisinya yang mengalami lebam di wajahnya. "Halo Dit!!"
"Apa Andra??" tanya Radit.
Andra menjawab, "Tadi gua ribut sama preman, eh wajah gua bonyok.. tapi ini gua sudah ada di rumah Kiran sambil mengobati luka di muka."
"Oh, semoga lekas sembuh ya!! jika ada informasi soal Kiran nanti hubungi lagi." ucap Radit.
Andra mengangguk, "Oke.."
Dengan menggunakan sepeda motor miliknya, Ryan tiba di depan rumah Indira. untuk sekedar melakukan spotting pesawat terbang di malam hari.
"Sampai juga akhirnya!!" gumam Ryan yang membawa satu bungkus martabak.
Ryan berjalan mendekati rumah Indira, lalu ia mengetuk pintu rumah secara pelan pelan.
"Tok..tok..tok.."
"Siapa itu??" tanya Indira yang sedang duduk bersama Rara.
Ryan menjawab, "Ini iyan Indira,.."
"Ryan?? coba buka pintunya Ra!! ini kali pertama dia main kesini.." perintah Indira.
Rara mengangguk, "Baik.."
Rara membuka pintu, lalu ia menemui Ryan yang sudah berdiri di pintu depan.
"Halo.. ini buat kamu sama Indira!! boleh saya ketemu sama Indira??" tanya Ryan.
Rara menjawab, "Boleh, silakan masuk.."
"Indira, Ryan pengen ketemu sama kamu.." kata Rara.
Indira menjawab, "Sini aja Yan.."
"Dira, Iyan ikut di loteng kamu ya!! mau spotting pesawat nih lagi banyak yang lewat diatas sini." gumam Ryan.
Indira tersenyum, "Iya, enggak apa apa.. silakan aja, lagian aku senang kamu akhirnya kesini secara perdana."
"Oke, oh iya itu ada martabak buat kamu sama Rara.. semoga bermanfaat ya!!" ucap Ryan.
Rara tersenyum, "Ihh terimakasih ya!! jadi merepotkan seperti ini.."
"Enggak apa apa, saya ke loteng dulu ya!!" jawab Ryan.
Ryan mengeluarkan gula anti diabetes dari saku celananya, "Boleh, ini gulanya saya bawa sendiri.. kalau kurang juga pake senyuman kalian berdua saja.."
"Ihh Ryann!!!" teriak Rara dan Indira.
Ryan berjalan menuju loteng, lalu ia memulai spotting pesawat disana.
"Ihh Ryan bikin aku senyum senyum sendiri aja!!" gumam Rara yang membuatkan teh manis untuk Ryan.
Setelah membuat teh manis untuk Ryan, Rara membawa minuman itu ke loteng rumah Indira sesuai pesanan Ryan.
"Ini yan!!" ucap Rara.
Ryan menjawab, "Oke terimakasih, letakkan disana.."
"Sama sama... disini ya!!" ucap Rara.
Ryan mengangguk, "Okey.."
Radit duduk sendirian di loteng miliknya, ia pun mendapat chat dari Ryan jika pesawat dari Perth sudah terlihat.
Ryan : P
Ryan : Pesawat dari Perth sudah terlihat bro, buruan spot..
Radithya : Gasss..
Sebuah pesawat dengan lampu yang berkelip kelip melintasi langit diatas rumah Radit. ia pun mengabadikan momen itu menggunakan kamera miliknya.
"Nice, copy Ryan.." kata Radit.
Radit menikmati segelas kopi sambil menunggu pesawat berikutnya melintas, tak lama ponselnya berdering dan ada panggilan dari Indira.
"Halo?? apa Dira??" tanya Ryan.
Indira menjawab, "Dit, kamu tahu enggak?? si Ryan main kesini... sekarang dia ada di loteng rumah aku.."
"Gapapa, tapi hati hati... kalian jangan pakai pakaian yang aneh aneh. tahu sendiri kan anak itu pikirannya suka kemana mana." pesan Radit.
Indira menjawab, "Iya, tapi aku senang sekali.. ini kali pertama dia mau minum teh disini dan mau main kesini.."
"Iya, tadi beliau sudah bilang ke saya.. yaudah kamu istirahat aja ya!!" perintah Radit.
Indira mengangguk, "Yaudah.."
Radit kembali melanjutkan menikmati kopi miliknya, lalu ia melakukan back up pada video spotting yang ia lakukan.
...*************...
...Yuk Like,Vote,Komen.....