KalongHunter

KalongHunter
Bab 18 : Menjadi Tim Penyelamat



RaditMan adalah manusia biasa, namun sosok dengan nama asli Raditya Achbaar ini memiliki kekuatan yang sama seperti karakter superhero kesukaannya yaitu Batman, Radit merupakan putra dari Pak Arzani Virgiawan dan Andari Fathira Lestari ini memiliki kekuatan fisik, kecerdasan, kekayaan dan satu pembeda.. ia mampu menciptakan lingkungan yang bebas dari pembullyan dan differensiasi baik fisik atau keluarga.


Radit juga memiliki saudara kembar yang berjenis kelamin perempuan, namun mereka terpisah saat masih bayi karena sebuah keributan besar di lingkungan tempat tinggal mereka.


******


Ryan Ramadhan Syahreza, atau biasa di panggil Ryan adalah teman sekaligus Asisten Radit. ia sudah mengalami permasalahan pada penglihatannya sejak kecil, sehingga ia melihat apa yang tidak bisa orang lain lihat. karena masalah itulah ia menjadi bulan bulanan bullyan dari Indira. namun, setelah berteman dengan Radit, perlahan ia mulai damai dengan dirinya sendiri. dan juga membuat Indira yang kini dihantui oleh perasaan bersalah karena perbuatannya beberapa tahun lalu.


*********


Jam menunjukan pukul lima lewat enam menit, setelah apel dan melaksanakan shalat subuh berjamaah. Radit dan satuan tim penyelamatan gabungan menunggu waktu agak siang untuk memudahkan proses evakuasi.


"Assalamalualaikum Dit, ini barang pesanan lu!!" ucap Ryan.


Radit menjawab, "Waalaikumsallam, bagi dua.. kita sarapan bersama sama. nanti lu bantu tim navigator untuk menemukan jejak objek dibawah air."


Ryan menjawab, "Baik Dit.."


Radit dan Ryan menyantap sarapan pagi sambil menunggu helikopter bantuan datang, karena lokasi para korban kemungkinan agak sulit dijangkau manusia apalagi kendaraan darat.


"Sekarang tunggu apa??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Helikopter, karena lokasi korban sulit dijangkau oleh manusia dan kendaraan darat."


"Waduh, yang semalam ada bau amis kayaknya pertanda ini." kata Ryan.


Radit menjawab, "Iya, nanti lu hubungi gua via handy talkie jika merasa menemukan sesuatu."


"Oke.." jawab Ryan.


Matahari mulai terbit dari ufuk timur, sekitar 17 Unit helikopter datang untuk melakukan pencarian korban kecelakaan dimana salah satunya sempat terbang hingga melintas diatas kepala Andra.


"Lu mau ikut Ndra??" tanya Radit.


Andra menjawab, "Boleh.."


"Lu di armada 3, ke arah selatan.." perintah Radit.


Andra mengangguk, "Baik.."


operasi pencarian pun dimulai, Radit bersama tim menyusuri areal danau untuk mencari korban kecelakaan itu.


Radit memandangi daerah sekitar danau itu, lalu ia menemukan sesuatu mirip jasad manusia terapung di tepian utara danau itu.


"Monitor, Radit disini... bisa arahkan ke posisi jam 9?? saya melihat sesuatu." ucap Radit.


Captain Bayu Sumanta segera mengarahkan helikopter ke tepian danau, yang berbatasan dengan tebing curam.


"Monitor Radit, di dekat jurang ada jasad perempuan tersangkut diantara bebatuan." ucap Ryan.


Radit menjawab, "Laporan diterima, saya akan evakuasi perempuan itu.."


"Nah itu dia, ayo kita evakuasi.." ucap Radit.


Beberapa personel termasuk Radit yang menggunakan alat pelindung diri mengevakuasi jenazah perempuan muda itu.


"Oke, ayo kita bawa ke rumah sakit.." ucap Radit.


Personel lainnya menjawab, "Baik.."


Helikopter itu terbang ke arah rumah sakit kota untuk membawa jenazah korban kecelakaan yang nantinya akan diserahkan kepada pihak keluarga.


Di rumah sakit, Brenda menggambar sesuatu di buku tulisnya. dimana Dea yang saat itu mendampinginya sedang terlelap tidur.


"Semoga Radit, Ryan dan Andra menjadi pahlawan bagi semua orang. hopefully Raditya adalah pemimpin yang baik, yang akan membawa siapapun yang dekat dengannya akan mengalami keberhasilan." tulis Brenda dalam diarynya.


Tak lama, satu keluarga datang untuk melihat jasad gadis yang berhasil dibawa oleh Radit. sedetik kemudian, isak tangis pun pecah setelah mereka mengetahui bahwa gadis itu benar putri mereka.


"Rachell..." teriak seorang wanita yang merupakan ibu gadis itu.


Radit dan beberapa personel pun hanya terdiam menyaksikan momen duka tersebut. mereka memilih duduk sejenak sambil menunggu rekan rekan tim yang lain tiba.


*******


Maaf Lama Up, Habis Ide Wkwkwk..


...Yuk Like, Vote,.. Komen.....