KalongHunter

KalongHunter
Bab 26 : Persiapan Study Tour



Jam menunjukan setengah tujuh malam, Radit yang baru saja selesai melaksanakan shalat magrib bersama teman temannya memilih duduk santai terlebih dahulu di pinggir jalan sambil memakan bakso langganan Radit di depan masjid itu.


"Besok divisi dokumentasi siapa??" tanya Andra.


Ryan menjawab, "Kan elu somplak, lah lu udah pikun aja.. mana masih muda lagi."


Andra terdiam, "Iya juga ya!! kok gua lupa.."


Radit tertawa, "Yaudah, lanjut aja makan baksonya.. "


Ratu datang ke tukang siomay untuk sekedar jajan malam, saat ia sedang menunggu siomay pesanannya selesai ada seorang ibu yang memberikan pertanyaan yang agak psatir kepada dirinya.


"Dek, ibu kamu kemana?? jalan lagi sama si om om itu??" tanya ibu itu.


Ratu tak menggubris, lalu ibu itu kembali melontarkan pernyataan sindiran kepada Ratu. "Dek, saya kasih saran ya.. untuk lamaran yang ketiga ini.. lebih baik diterima saja.. mau tidak mau, karena katanya kalau sudah lebih dari tiga kali akan sulit mendapat jodoh."


Defri, sepupu Ratu yang kebetulan sedang berjalan jalan di bazar jajanan depan masjid itu menghampiri Ratu lalu mengajaknya pergi meninggalkan ibu ibu dengan julukan miss kepo itu.


"Jadi berapa pak??" tanya Ratu.


Penjual siomay itu menjawab, "Lima ribu aja.."


"Ini uangnya, terimakasih pak.." ucap Ratu.


Defri menepuk bahu Ratu, lalu ia mengajak sepupunya itu pergi dari wanita miss kepo itu. "Heii, mau kemana?? belum selesai ini..."


"Jangan dengarkan dia!! ayo kita pulang.." seru Defri.


Radit yang menyadari hal itu segera membayar bakso dirinya dan keempat sahabatnya. "Pak, ini uangnya, berlima ya!!!"


"Baik, siap terimakasih A.." ucap bapak itu.


Radit dan kawan kawannya menyusul Ratu dengan menggunakan motor, sekaligus akan mengambil uang study tour mini.


setibanya disana, Radit turun dari motor. lalu ia menemui Ratu yang baru saja tiba bersama Defri.


"Hai Ratu.." sapa Radit.


Ratu menoleh, "Hai Radit, mau ambil uang buat study tour besok ya?? sebentar aku ambilkan dulu ya!!"


"Halo bro.." sapa Defri.


Radit menjawab, "Halo, Raditya Achbaar.."


"Mau ngapain disini??" tanya Defri.


Radit menjawab, "Mau ambil uang untuk transport study tour mini besok, karena Ratu termasuk saya juga tidak bisa ikut study tour utama karena alasan tertentu."


"Ohh, kemana??" tanya Defri.


Radit menjawab, "Desa Sukacita, kampung halamannya mamanya Ryan."


"Ryan siapa??" tanya Defri.


Radit menjawab, "Ajudan saya, sekaligus asisten saya."


"Ooh, ke Des SukaCita ya?? saran saya sih anda dan Asisten anda ini selaku orang dalam harus bisa menjaga dan membacking semua orang yang terlibat termasuk sepupu saya si Ratu, karena satu kesalahan konyol akan membuat bencana besar." saran Defri.


Radit terdiam, lalu ia menelan ludahnya. "Baik, saran anda saya terima.. lagipula saya ketua tim study tour ini, kelas lain juga melakukan hal yang sama namun tempat yang berbeda."


"Ohh oke oke.." jawab Defri.


Ratu keluar dari rumahnya, lalu ia menyerahkan amplop coklat berisi uang untuk transportasi yang sudah dihitung dan disiapkan oleh Ratu selaku bendahara kelompok.


"Ini Dit.." ucap Ratu.


Radit menjawab, "Baik, kalau begitu saya pamit ya!! oh iya untuk besok kamu datang saja ke rumah saya. diantar oleh si sepupumu ini, kita berangkat dari jam setengah enam pagi."


"Ohh siap Radit.. nanti aku kesana!!" jawab Ratu.


Radit tersenyum, lalu ia kembali naik keatas motor miliknya yang dikendarai oleh asistennya Ryan.


Di rumah, Dea sedang menggoreng ayam untuk makan malam Ryan. sementara itu, mama Tasya menyiapkan menu minuman kesukaan Ryan yaitu es jeruk panas.


"Maa.. ini teh setiap hari harus masak daging begitu??" tanya Dea.


Mama Tasya menjawab, "Iya, makanya setiap hari habis enam kilo sampai tujuh kilo daging ayam."


"Waduh, dia enggak doyan sayuran apa??" tanya Dea.


Mama Tasya membalas,"Dia sih anak yang unik, maksudnya pernah beberapa kali datang ke event gitu dia makan apa yang sudah disuguhi disana."


"Begitu ya?? tadi dia ada di depan rumah, urus urus untuk study tour besok.. tapi tadi Radit dan anak anak lainnya datang dan kayaknya mereka pergi lagi. ke rumah si Ratu kayaknya, untuk ambil uang transportasi." kata Dea.


Mama Tasya memeluk Dea dari belakang, lalu meniup bagian belakang leher Dea hingga gadis itu merasa geli..


"Ishh mama, dingin tau!!" gumam Dea.


Mama Tasya bercerita, "Seharusnya, mama punya satu anak gadis lagi selain Nadhif. namun, gadis kecil itu menghilang setelah mama titipkan anak mama pada sebuah keluarga dimana keadaan saat itu sangatlah genting."


Dea terdiam, "Maa, anak gadis mama itu ada di depan mama.. tapi mungkin Ryan juga tahu, tapi dia belum berani mengungkapkannya." batin Dea dalam hati.


Bintang membuka magig jar di dapur, ternyata nasi yang dimasak pagi tadi akan tetap sama. namun, nyatanya nasi itu mengeluarkan bau tak sedap hingga akhirnya ia memutuskan ke rumah Ryan untuk meminta nasi.


"Maaa... nasinya bau!!" gumam Bintang.


Mama Andari menghampiri putrinya ke dapur, "Kenapa?? bau ya?? yaudah sini mama ganti dulu.. kalau kamu lapar minta saja dulu ke mama Ryan."


"Yaudah.." jawab Bintang.


Bintang berjalan menuju rumah Ryan, lalu ia mengetuk pintu pelan pelan.


"Assalamualaikum.." ucap Bintang.


Dea berjalan ke ruang depan, lalu membukakan pintu. "Halo adek, mau ngapain??"


"Teh, aku minta nasi dong.. di rumahku nasinya bau.. baru mau diganti sama mama." jawab Bintang.


Dea mengangguk, "Yaudah, ayo sini masuk.."


Bintang menjawab, "Baik kak.."


Keduanya berjalan menuju dapur, lalu mama Tasya menyambut kedatangan Bintang. "Hai Bintang, ada apa??" tanya mama Tasya.


Bintang menjawab, "Ini bi, aku minta nasi dong.. di rumah nasinya baru dimasak soalnya."


"Oh yaudah, sini piringnya.." kata mama Tasya.


Bintang pun menunggu sejenak sambil memainkan ponsel miliknya, "Si Radit lama sekali pulangnya."


"Sama, si Ryan aja belum pulang.. emang mereka kalau main sampai malam seperti ini??" tanya Dea.


Bintang menjawab, "Iya.."


Radit dan Ryan tiba di depan rumah, Ryan pun turun dari motor milik Radit lalu masuk ke dalam rumahnya.


"Assalamualaikum.." ucap Ryan.


Dea menjawab, "Waalaikumsallam, eh Ryan udah pulang.. mau makan dulu tidak??"


"Sebentar, Ryan mau mandi dulu.." balas Ryan.


Dea mengangguk, "Yaudah, lagian badan kamu bau.. nanti kalau sudah mandi makan malam ya!!"


Ryan menjawab, "Iyaa..."


****************


...Yuk, Like, Vote, Komen.....