KalongHunter

KalongHunter
Bab 44 : Kegabutan yang terlalu



Hujan sudah mulai reda, bala bantuan dari Helikopter tim penyelamat datang bersama bantuan dari darat yang terdiri elemen pemadam kebakaran, petugas kelistrikan, Tim SAR, Tentara dan kepolisian juga ada bantuan dari dinas pertamanan yang akan memotong beberapa kayu yang menimpa rumah itu.


"Sini biar dipotong dulu.." ucap salah satu petugas.


beberapa unit helikopter mengangkat potongan potongan pohon yang berukuran besar, lalu memindahkan potongan pohon itu ke tepian areal sawah di belakang ruko.



"Mas Radit sama Ryan bisa masuk perlahan, arahkan penghuni rumah agar melalui jalur yang aman." perintah pak Wahyudin, selaku kepala tim penyelamat.


Radit dan Ryan mengangguk, "Baik.."


Keduanya masuk melompati beberapa bagian rumah yang ambruk itu, tak lama mereka masuk ke sebuah ruangan dimana banyak anak anak dan wanita yang terjebak di rumah itu.


"Ayo semuanya keluar pelan pelan, hindari jalur depan karena banyak material tanah dan benda berbahaya. lebih baik lewat jalur belakang..." perintah Radit.


Ryan menunjukan letak jalur darurat yang ada di bagian belakang ruko itu, setelah menemukannya Ryan membuka paksa pintu dan mempersilakan semua korban agar keluar dari rumah.


"Ayo semuanya keluar, ada lagi yang masih di dalam???" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Tidak ada sepertinya.."


Ryan mengangguk, "Baik, saatnya kita berdua pergi dari sini.."


"Oke.." jawab Radit.


Jam menunjukan setengah empat sore, hujan sudah mereda. Nasywa pun memperhatikan arloji miliknya sambil menunggu orang yang datang untuk menggantikan dirinya menjaga Indira.


"Nas, kamu mau terapi bekam bukan??" tanya Alanna yang datang ke ruang rawat inap itu.


Nasywa menjawab, "Iya nih, hari ini lagi jadwalnya terapi bekam.."


"Emang kamu juga lagi sakit??" tanya Alanna.


Nasywa menjawab, "Ini sih ada riwayat lambung, migrain sama tekanan darah tinggi. ya sekalian sama perawatan tubuh juga karena badan aku capek sama pegal pegal."


"Ohh yaudah, silakan kalau mau pulang.. hati hati dijalan ya!!" pesan Alanna.


Nasywa menjawab, "Iyaa.."


Alanna pun duduk disamping Indira yang masih terbaring lemah, tak lama ponselnya berdering, ternyata itu videocall dari Ryan.


"Halo, Alanna.. si Nasywa udah pulang??" tanya Ryan.


Alanna menjawab, "Sudah, baru saja.."


Radit membalas, "Kamu kesitu sama si Agung??"


Alanna menjawab, "Enggak aku kesini naik angkot, si Agung lagi ikutan bikin bisnis sama kayak kalian berdua."


"Bisnis apaan tuh??" tanya Radit.


Alanna menjawab, "Katanya sih ayam tepung gitu, dia baru mau opening besok.."


"Oalah... yaudah kamu fokus jagain Indira ya!! saya sama Radit harus pulang. baju kerja kami kotor karena ikut evakuasi korban longsor." balas Ryan.


Alanna mengangguk, "Oke, semangat ya kalian."


"Kamu juga, terimakasih.." jawab Ryan.


"Assalamualaikum, Bintang, Dea, Nadhif.." ucap Senja.


Dea menjawab, "Waalaikumsallam, ayo Nadhif.."


Bintang keluar dari dalam rumahnya, "Iya ayo.."


Secara bersamaan, Radit dan Ryan tiba.. lalu mereka memarkirkan mobilnya lalu mencuci kaki mereka. setelah bersih, barulah mereka masuk ke dalam rumah.


"Iyan... baju kamu kotor sekali!! langsung masukan ke dalam mesin cuci." perintah mama Tasya.


"Iya.." jawab Ryan.


Radit langsung memasukan semua pakaiannya ke dalam mesin cuci. lalu ia masuk ke dalam kamar mandi.


"Dit, kamu tadi memunguti es batu yang jatuh bukan??" tanya mama Andari dari luar.


Radit menjawab, "Iyaa... udah meleleh lagi.."


Mama Andari tertawa, "Itu saking kamu bosan menunggu hujan reda??"


"Haha iya.." jawab Radit.


Sesampainya di bazar, anak anak gadis itu mampir ke sebuah lapak milik pak Wahyu. dimana beliau menjual aneka olahan tahu bakso, makanan kesukaan Radit dan Ryan.


"Assalamualaikum pak.. wah udah sedikit aja nih!! buat kita berempat masih ada tidak??" tanya Senja.


Pak Wahyu menjawab, "Waalaikumsallam, masih ada kok banyak... saya kalau udah habis tambah lagi.. kecuali kalau sudah jam 9 malam baru tutup."


"Ohh oke, kita pesan enam bungkus ya!! yang dua jangan pakai bawang dan cuka. yang satu jangan pakai cuka, satu campur sisanya bening pak.." kata Senja.


Pak Wahyu menjawab, "Baik sebentar neng, tunggu aja.."


"Oke.." jawab Senja.


Bintang pun mengakomodir uang yang akan dibayarkan kepada pak Wahyu, ia pun mengumpulkan uang dari anak anak lainnya.


"Kak Senja, Kak Dea, Nadhif uangnya kesini aja.. uang aku dua puluh soalnya." kata Bintang.


Senja menjawab, "Yaudah uang kamu kesini, berarti kamu kembalian lima ribu.."


"Enggak, kan itu udah sama yang kak Radit." jawab Bintang.


Senja mengangguk, "Ohh berarti ini satu lagi punya Ryan??"


"Iya, ini uangnya sekalian.." jawab Nadhif.


Senja menerima uang sepuluh ribu dari Bintang, lalu ia membayar lima ribu, Dea juga menyumbang lima ribu kepada Senja.


"Ini neng sudah selesai.." ucap pak Wahyu.


Senja menjawab, "Oke, ini uangnya.. terimakasih ya.."


"Sama sama..." jawab pak Wahyu.


***************


...Yuk Like,Vote,Komen......