KalongHunter

KalongHunter
Bab 60 : Sebuah Tragedi



Jam menunjukan setengah enam pagi, di pagi buta seperti ini Radit sudah berjibaku dengan komputer miliknya, untuk mengerjakan sebuah proyek Cerpen tentang Captain Catfish.


"Adit, selamat pagi.. kamu lagi ngapain??" tanya Mentari yang menghampiri Radit.


Radit menjawab, "Lagi mengerjakan cerita pendek, judulnya Captain Catfish.."


"Ohh begitu, yaudah sarapan dulu yuk!! nanti kamu bisa teruskan lagi.." seru Mentari.


Radit tersenyum, "Yaudah ayo.."


Radit dan Mentari berjalan ke ruang makan, lalu mereka menyantap makan sarapan bersama. "Dit, dua helikopter punya Mentari dan Senja akan kamu apakan?? kan mereka hanya beberapa kali akan melakukan perjalanan??"


"Ya paling penerbangan pribadi sama buka sewa buat siapa aja yang mau pakai.. nanti uangnya akan tetap milik Senja dan Mentari.." jawab Radit.


Papa Surya membalas, "Ohh kirain mau disimpan begitu saja di dalam hanggar."


"Enggak lah pa!!" jawab Radit.


Ryan mendapat telepon dari Rara, sambil menangis Rara meminta pertolongan kepada Ryan yang masih belum tahu siapa saudara kembarnya.


"Halo?? Rara?? kamu kenapa??" tanya Ryan pada Rara.


Rara menjawab, "Yan, kamu tau enggak?? tadi pagi kan aku dapat kabar kalau anak anak berangkat ke Brisbane sekarang.. nah beberapa saat yang lalu pas aku lagi videocall.. aku mendengar dan melihat kepanikan.. dan berakhir ledakan... apa yang harus kita lakukan Yan??" tanya Rara.


"Hah?? sebentar saya cek dulu.." balas Ryan yang melihat data penerbangan di komputer miliknya.


Ryan memperhatikan data penerbangan terbaru, dan ia pun langsung terdiam saat ia mengetahui memang benar pesawat tipe Boeing 787-10 milik Hamish Air mengalami hilang kontak di sekitar Danau Desa Sukajaya.


"Aduh, Dea... sini deh!!" panggil Ryan.


Dea datang, lalu ia menemui Ryan. "Ada apa??"


"Kamu panggil Radit kesini!! ada hal yang sangat penting!!" Perintah Ryan.


Dea mengangguk, "Baik.."


Dea berlari ke rumah Radit, lalu ia mengetuk pintu rumah dengan keras.


"Tok...tok...tok.."


Radit berlari ke depan rumah, lalu ia menemui Dea yang nampak panik.


"Kenapa Dea??" tanya Radit.


Dea menjawab, "Kamu dipanggil Ryan sekarang juga!!"


Radit mengangguk, lalu ia berlari ke rumah Ryan untuk memastikan apa yang sudah terjadi. "Ayoo!!"


"Itu yang bawa teman teman dari sekolah kita??" tanya Radit.


Ryan mengangguk, "Iya.."


Radit membalas, "Kita ke Danau itu sekarang.."


Ryan menjawab, "Baik.."


Radit berlari kembali ke rumahnya, lalu ia mengenakan jaket miliknya dan juga jam tangan miliknya lalu ia mengajak papa Surya untuk ikut dalam penerbangan ke danau Desa Sukajaya itu.


"Pah... kita ke Danau Desa Sukajaya, ada pesawat hilang kontak disana.." kata Radit.


Papa Surya mengangguk, "Baik ayo.."


"Hati hati ya papa!! Radit!!" pesan Mentari dan Senja.


Sebuah helikopter Airbus Eurocopter Caracal keluar dari dalam hanggar, lalu Radit menaiki capung besi itu dan mulai menyalakan mesin. Ryan dan Papa Surya mengecek kondisi helikopter terlebih dahulu, setelah dinyatakan aman barulah mereka bertiga terbang ke danau Desa Sukajaya.


"Take Off Goo!!! kita terbang menuju Desa Sukajaya.." perintah Radit.


Ryan dan Papa Surya menjawab, "Baik, nanti kita mendarat di lapangan dekat danau itu yang ada kalau tidak salah gedung serbaguna.."


"Oke.." jawab Radit.


Beberapa unit helikopter terbang menuju Desa Sukajaya untuk evakuasi korban kecelakaan. namun setibanya disana, para petugas termasuk Radit mendapat penolakan dari warga desa Sukajaya.


"Pergi dari sini!!" teriak beberapa orang yang dimotori oleh seorang pria tua.


Radit kebingungan, lalu ia mencoba melihat ke danau itu dan benar saja disana banyak terdapat jasad manusia dalam keadaan terapung.


"Kita paksakan saja, minimal perhatian mereka teralihkan.." gumam Radit yang mengarahkan helikopter ke Tengah Danau untuk mengambil gambar serta evakuasi korban.


Beberapa orang yang melihat Radit segera mengejar dan melempari helikopter dengan batu, Radit pun berusaha menjauhi areal daratan demi menghindari lemparan itu.


"Sulit sekali!!!" teriak Radit.


Papa Surya pun berpesan, "Yaudah, sepertinya sulit untuk kita melanjutkan pencarian korban. lebih baik sekarang kita pulang dan minta ke tenaga lokal untuk melakukan evakuasi." saran papa Surya.


Radit mengangguk, "Baik kalau begitu kita kembali.."


Radit pun kembali ke landasan pacu dekat rumahnya karena kondisi yang belum kondusif untuk melakukan evakuasi.


*******************


...Yuk Like, Vote, Komen.....