KalongHunter

KalongHunter
Bab 24 : Cerita Radit dan Ryan



Anan memulai ceritanya, "Kan aku sama Anin lagi dalam perjalanan ke rumah sakit ya!! nah aku itu ditelepon sama mama katanya disuruh pulang dulu. ada teman papa yang ingin bertemu denganku dan Anin, nah karena hujan deras kan aku berteduh dulu. lalu setelah hujan reda, akhirnya aku sama Anin pulang dulu. sesampainya disana, teman papaku dan anaknya langsung ditangkap dan saat aku tanyakan ke papaku eh malah ditampar dan disebut tidak patuh."


Radit menebak apa yang dimaksud Anan, "Jadi, intinya kamu sadar jika akan dijodohkan kan??"


"Iya, benar kayak gitu Dit.." jawab Anan.


Radit mengusap dagunya, "Jadi ingat sama cerita si Ryan yang tidak sengaja memang benar terjadi beberapa tahun lalu."


"Memangnya kenapa??" tanya Daniel.


Radit menjawab, "Karena, si Ryan pernah iseng bikin cerita tentang tragedi perjodohan. jadi intinya, perjodohan itu terjadi atas dasar para tetua suatu tempat. dan saat H-1 pernikahan, terjadi beberapa kesalahan konyol diantaranya ada yang melihat hal yang tak pantas, berbicara sompral dan memang salah satunya ada yang memang wangi dan diincar oleh makhluk halus. maka saat malam setelah pernikahan, terjadi gangguan supranatural berupa si Poci, mbak Meti dan hantu pengantin. hingga 40 hari, mereka dihantui oleh makhluk itu hingga akhirnya masalah selesai dengan pengakuan tiga orang tadi, juga si pengantin perempuan seusia kamu akhirnya ditalak dan resmi bercerai tiga pekan kemudian."


"Lalu kapan akhirnya diketahui bahwa cerita itu sama persis dengan aslinya??" tanya Anan yang penasaran.


Radit menjawab, "Mamanya Ryan tak sengaja lihat projekan di laptop, dan menjelaskan ke saya dan Ryan bahwa cerita itu sama persis pernah terjadi di kampung ini tapi di masa mama saya masih muda. padahal cerita yang dibuat Ryan hanya rekayasa dan untuk hiburan biasa."


"Wow, berarti kamu dan Ryan sering buat cerita??" tanya Anin.


Radit menjawab, "Iya, jika ada waktu senggang saya dan Ryan biasa menulis cerita."


"Wah hebat juga ya!! bisa membawa pesawat, ikut kegiatan amal, menjadi relawan penyelamat dan sekarang bikin cerita." puji Anan.


Radit tersenyum, "Biasa aja sih, dan yang perlu kamu dan Anin lakukan adalah.. coba bicara dengan papa kalian. saya yakin, setelah ini papa kalian pasti akan mengerti dan pastinya akan menyerahkan semuanya pada kalian."


"Terimakasih ya Radit." ucap Anan.


Radit menjawab, "Sama sama, sekarang kalian boleh pergi.. saya bersama Andra akan ke rumah sakit."


"Oh oke Dit.. kalau begitu kami berdua pamit. mari!!" jawab Anan dan Anin.


Daniel dan Agung menoleh, "Lalu bagaimana dengan kita berdua???"


"Ya itu pilihan, mau ikut ke rumah sakit atau ingin melakukan hal yang lain sih terserah kalian." jawab Radit.


"Yaudah ayo.." jawab Daniel dan Agung.


Dea memperhatikan setiap sisi rumah mini yang menjadi kantor Ryan, pandangannya tertuju pada sebuah buku album foto yang ada diatas meja kerja Ryan.


"Buku apa ini??" tanya Dea.


Saat ia membuka buku itu, ternyata ada foto Ryan, Raina dan Radit yang juga bersama mama masing masing. juga dibawahnya ada foto sepasang bayi kembar laki laki dan perempuan yang sedang memegang helikopter mainan dan sebuah Bus mainan. tak dapat dipungkiri, Dea selama ini sangat senang fotografi terutama dengan objek foto transportasi bus kota, pariwisata, dinas, atau milik pribadi.


"Lho, kok wajah bayi ini mirip sekali denganku ya??" tanya Dea.


Tak sengaja, air mata Dea menetes sambil memperhatikan foto bayi dalam album itu. "Mengapa?? mengapa aku tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari orangtuaku sama seperti apa yang dirasakan Radit dan Ryan??" tanya Dea pada dirinya sendiri.


Ryan yang masuk ke dalam kamar, terdiam saat Dea melihat album itu. ia pun berjalan perlahan lalu memanggil Dea.


"Kamu lagi ngapain Dea??" tanya Ryan.


Dea segera menyimpan album itu, lalu Ryan yang melihat segera meraih album itu. "Kenapa?? bayi perempuannya mirip sekali ya sama kamu?? sampai kamu menangis seperti itu??"


"Hah?? enggak kok.. aku cuman kelilipan aja.." jawab Dea.


Ryan mendekati Dea, ia mengusap air mata yang menetes ke pipi tembem gadis itu. "Udah ya, semoga kamu bisa bertemu dengan keluarga kamu lagi."


"Terimakasih Ryan.." jawab Dea yang memeluk Ryan.


Ryan menjawab, "Sama sama.."


Dea,... perlu kamu tahu.. keluarga kandungmu ada di hadapanmu saat ini. akan tetapi, dibutuhkan data statistik yang bisa menjadi bukti kalau kamu adalah saudara kembarku, kakakku, dan teman curhatku. semoga jika kamu menikah nanti, aku bisa mendampingi dirimu menggantikan ayah yang tidak bisa menemani kamu.


Batin Ryan dalam hati.


...Yuk Like, Vote, Komen......