KalongHunter

KalongHunter
Bab 47 : Karena Rara



Jam setengah sembilan Pagi


Rara memasuki areal rumah sakit tempat Indira dirawat, ia pun menanyakan letak ruangan Indira pada resepsionis. "Sus, ruangan pasien atas nama Indira dimana ya??"


"Baik, ada di lantai 3 ruangan bougenville.. mbak tinggal ke atas saja naik lift atau eskalator." kata suster itu.


Rara menjawab, "Terimakasih Sus.."


"Sama sama.." jawab Suster itu.


Rara berjalan menuju lift, lalu ia pergi ke lantai 4 rumah sakit untuk menemui Indira yang sedang dirawat.


"Pokoknya aku harus membicarakan ini pada Indira.." batin Rara yang berjalan mencari ruangan yang terdapat Indira.


Rara masuk ke dalam salah satu ruangan perawatan, dimana Indira sedang disuapi makan oleh Alanna.


"Rara?? kamu tumben kesini??" tanya Alanna.


Rara menjawab, "Iya, kebetulan aku mau jenguk Indira. ini sudah masuk jam besuk kan??"


"Iya sih.." jelas Alanna.


Rara duduk disamping kiri Indira, lalu ia memberikan satu paket buah. "Maaf aku cuman bisa kasih kamu ini.."


"Yaudah, terimakasih.." jawab Indira.


Rara menjawab, "Sama sama.."


Alanna menatap Rara, "Kamu kenapa kesini sendiri?? kan bisa ajak anak anak yang lainnya. siapa tau mereka juga mau menjenguk Indira??" tanya Alanna.


Rara tersenyum, "Enggak aku emang sengaja kesini sendiri, ada hal yang mau aku bicarakan sama kalian.."


Indira dan Alanna saling bertatapan, "Apaan tuh??"


"Berkaitan dengan Ryan, kamu tau tidak siapa ia jati dirinya??" tanya Rara.


Indira menjawab, "Tidak tahu, emangnya kamu tahu??"


"Jadi, Ryan itu kan sahabat aku dari bayi... nah sekarang itu hubungan aku sama dia mengalami keretakan.. dan alasan mengapa Ryan lebih peduli sama Brenda dibanding kamu itu karena Brenda adalah sepupu dekatnya Ryan.. sedangkan kamu juga sama, tapi karena kamu dan orangtua kamu sempat memusuhi Ryan, maka Ryan menjadi setengah setengah dan tidak terlalu sedih dengan apa yang kamu alami saat ini." jelas Rara.


Indira terdiam, "Mungkin ini alasan mengapa Ryan sangat bersedih dengan kepergian Brenda."


"Ra, apa enggak bisa nanti ceritanya?? Ryan bisa kali ceritakan kalau Indira sudah pulih nanti." kata Alanna.


Indira meneteskan air matanya, "Apa yang dikatakan Rara itu benar, aku seharusnya tidak membenci Ryan dulu."


"Udah dong Indira, jangan dipikirkan.." pesan Alanna.


Rara menatap Indira, "Maafin aku Dira, tapi aku harus segera mengatakan hal ini. sebelum semuanya terlambat.."


Rara menelan ludahnya, "Saranku sih jangan, nanti yang ada masalah akan semakin panjang."


"Ehh apa jangan jangan kamu sudah tahu semuanya tentang Indira?? dan juga kamu sengaja memprovokasi Indira agar kembali membenci Ryan??" tanya Alanna.


Rara membalas, "Eh enggak, jangan sembarangan menuduh kamu ya!!"


"Lihat saja nanti, aku laporkan ke Ryan kamu bakalan habis.." serang Alanna pada Rara.


Rara pun langsung pergi dari areal rumah sakit, lalu Indira kembali menahan rasa sakit di kepalanya. karena panik, Dara pun memanggil dokter untuk menangani Indira.


"Dok!!Dok!!"


Dokter datang, lalu mulai mengecek kondisi Indira. sedangkan Rara memutuskan pulang setelah rencananya berhasil untuk membuat Indira kembali tertekan.


Rara berjalan menuruni tangga dengan perasaan puas, lalu ia bertemu dengan Ryan yang sedang jalan berdua bersama Radit.


"Hai Ry..." belum juga Rara selesai bicara, Ryan dan Radit melintas begitu saja melewati dirinya.


Rara terdiam, "Kenapa sih Ryan?? kenapa aku selalu kamu lupakan yan??" tanya Rara yang sudah lelah atas konfliknya dengan Ryan.


"Indira?? kamu kenapa??" tanya Ryan.


Alanna menjawab, "Dia sakit kepala hebat setelah Rara menceritakan semuanya tentang kamu."


"Iya sih, Ryan udah enggak bisa tutup mata lagi.. nanti jika Indira sudah benar benar pulih akan diceritakan semuanya.. si Rara sendiri cukup serahkan pada Ryan, tidak di apa apain kok.." gumam Ryan.


Rara yang berjalan terburu buru menabrak Angga yang sedang berjalan masuk ke dalam rumah sakit. ia pun terjatuh dan untungnya masih ditahan oleh Angga.


"Eehhh!!"


"Dugg!!!"


Wajah Rara yang cantik membuat Angga terdiam, ia pun melepaskan pegangannya dan keduanya pun saling bertatapan.


"Kamu kenapa jalan terburu buru gitu??" tanya Angga.


Rara menjawab, "Hmm.. aku mau pulang buru buru... belum makan soalnya.."


Angga mengangguk, "Yaudah sini ikut saya!!" kata Angga.


Rara pun terdiam dan mengikuti apa perintah Angga.


*********


...Yuk Like,Vote, Komen.....