KalongHunter

KalongHunter
Bab 65 : Terkuaknya Rahasia



Jam menunjukan setengah sembilan malam, Mentari yang akan tidur terjatuh setelah ia menyandung sesuatu di dekat kamar mandi.


"Bruggg!!!!"


Mentari meringis kesakitan, lalu Radit datang untuk memastikan apa yang sudah terjadi. "Kenapa Tar??"


Mentari menjawab, "Ini aku tersandung pipa di dekat kamar mandi."


Radit mengecek pipa itu, lalu ia mengikuti kemana arah pipa itu berakhir. Mentari pun berusaha bangkit dan ikut mencari titik lokasi akhir pipa itu meski harus berjalan agak pincang.


"Disini?? masalahnya ada apa dibalik dinding ini??" tanya Radit.


Radit pun mencoba menarik pipa itu, hingga menimbulkan retakan yang membentuk sebuah pintu.


"Bragggg!!!"


Dinding itu hancur, lalu muncullah sebuah pintu. Radit menyalakan blitz ponselnya, kemudian ia menendang pintu hingga roboh.


"Gubraggg!!!"


Suara itu terdengar oleh Mama Radit, Mama Tasya serta Ryan.


Mereka pun menghampiri areal belakang rumah yang berbatasan antara rumah Radit dan rumah Ryan. sedangkan Radit masuk ke dalam ruangan yang gelap itu dan menemui beberapa buku.


"Buku apa ini??" tanya Radit yang penasaran.


Ryan menghampiri Radit, "Kenapa Dit??"


Radit membuka salah satu halaman buku itu, lalu ia menemukan sebuah kenyataan bahwa Mentari dan Senja sejak dahulu memang sudah diincar oleh beberapa kalangan tua hanya untuk mendapatkan uang karena kakek buyutnya adalah seorang penguasa ternama.


"Pantas saja!! Senja dan Mentari selalu saja ada yang menjodohkan tanpa sepengetahuan saya." batin Radit.


Mentari mendekati Radit, lalu ia juga melihat halaman buku itu kemudian membacanya. "Ini apaan Dit?? coba aku lihat.."


Mentari membaca buku itu, lalu ia juga mulai mendapatkan jawaban mengapa selama ini ia dipisahkan dari orangtua kandungnya.


"Br*ngs*k, awas saja kalau ketemu.." batin Mentari yang kesal.


Bu Sinta bersama beberapa orang lainnya datang, lalu mengepung rumah Radit. "Ayo!! jangan biarkan dia kabur!!"


Radit, Ryan dan Mentari berlari keluar rumah. lalu mereka menemui Bu Sinta dan beberapa orang lainnya yang selama ini sering menyarankan agar Mentari, Senja ataupun Dea agar dijodohkan karena mereka khawatir jika ketiga gadis itu bersatu akan menciptakan kekuatan besar yang akan mendorong beberapa perempuannya untuk melakukan hal serupa.


"Mau apa kalian kesini??" tanya Radit yang kini dengan wajah tegas.


Bu Sinta menjawab, "Kamu keterlaluan!! kamu tidak bisa menjaga rahasia!!".


Radit terkejut, berarti selama ini siapapun yang mencoba membuka pintu itu akan selalu dihalangi oleh sekelompok orang itu.


Ryan meminta Radit untuk masuk bersama Mentari, karena menurut prediksi Ryan kelompok itu akan pergi dengan sendirinya.


"Kita masuk saja!! jika kelelahan mereka akan pergi dengan sendirinya!!" pinta Ryan..


Radit dan Mentari masuk ke dalam rumah, lalu Ryan mengatakan pada sekelompok orang itu bahwa mereka tidak akan mendapat apa apa setelah berhasil menjodohkan siapapun dari keluarga Radit atau Ryan.


Bu Sinta dan beberapa orang lainnya berhasil terprovokasi, lalu mereka pergi untuk membalaskan dendamnya pada bos mereka.


Setahun kemudian


Waktu terus berjalan, kini satu persatu dimulai dari Radit dan diakhiri oleh Rara semuanya telah menikah. mereka pun memulai sebuah lembaran hidup baru yang mereka jalani di beberapa kota.


"Mas, mau makan kapan??" tanya Rachel yang menjadi istri Radit.


Radit menjawab, "Apa aja yang kamu bikin, sesuaikan aja sama yang ada di kulkas."


Rachel mengangguk, "Yaudah, itu mas lagi buat apa sih??"


Radit menjawab, "Ini lagi bikin cerita tentang sekelompok pemuda yang terdampar di sebuah pulau setelah kapal pesiar yang mereka tumpangi alami kecelakaan. jadi intinya 7 laki laki, satu perempuan yang sedang hamil 6 bulan dan dua anak perempuan harus tinggal di sebuah pulau selama beberapa waktu. sebelum nantinya dijemput sama tim penyelamat."


Rachel tersenyum, "Oh begitu, semangat ya.. aku masak dulu.."


Radit mengangguk, "Oke.."


Ryan menelepon Radit, ia menanyakan perihal unit pesawat Airbus A320 perdana yang akan melayani armada Radyan Airlines.


"Drettt!!"


"Halo?? lu lagi ngapain Dit??" tanya Ryan yang sedang berada dalam penerbangan bersama Raina.


Radit menjawab, "Lagi kelarin projek cerita, kenapa emang??"


"Itu armada Airbus A320 Radyan Airlines kapan datangnya??" tanya Ryan.


Radit menjawab, "Nanti sore.."


Ryan mengangguk, "Oh oke, berarti gua ke bandara sekarang.."


"Yaudah.." jawab Radit yang menutup sambungan telepon.


Dreettt!!!


Radit mengangkat telepon, ternyata itu dari Senja yang sudah tinggal bersama suaminya di komplek sebelah.


"Halo?? apa De??" tanya Radit.


Senja menjawab, "Dit, aku sama keluarga besar suami mau jalan jalan ke Ciwidey. nah, kamu punya armada bus kosong ga??"


Radit membuka kalender penyewaan bus perusahaan miliknya, "Untuk hari sabtu dan minggu dua pekan ke depan masih aman."


Senja menjawab, "Yaudah, nanti aku sama suami aku kesana buat reservasi."


Radit menjawab, "Oke ditunggu.." Radit menutup telepon itu. "Saatnya tidur siang dulu.." gumam Radit yang menunggu istrinya selesai masak.


...***************...


...Yuk Like,Vote, Komen...