KalongHunter

KalongHunter
Bab 54 : Kabar Buruk



Radit dan anak anak lainnya sedang duduk di depan kelas. tak lama rintik hujan mulai turun, semakin lama hujan semakin deras dan suhu udara menjadi sangat dingin.


"Brrr... suhunya kayak sikap kamu Gung!! dingin.." gumam Indira.


Radit tertawa, "Agung mulai laku ya bund.."


"Dingin dingin, tapi bisa bikin hati kamu meleleh kan Indira??" tanya Daniel yang mengejek Indira.


Andra menatap Agung, "Gung, lu pake dukun yang dimana?? hebat sekali bisa dapetin si Indira super galak ini."


"Eh kata siapa gua pake dukun?? ini asli lah.." gumam Agung.


Radit menyanggah, "Gung, yang asli itu yang ada badaknya... mamah tau sendiri."


Ryan membalas, "Lu malah iklan.."


"Iya juga,.." balas Radit.


Agung yang melihat Indira kedinginan melepas jaketnya, lalu ia mengenakannya pada gadis di kursi roda itu.


"Cieeee Agung!!" teriak teman teman sekelas Agung.


Radit memilih masuk ke dalam kelas, karena tatapannya terlalu fokus ke Agung. ia malah menabrak pintu kelasnya.


"Duarrt!!!"


Radit menahan sakit juga malu, ia pun masuk ke dalam kelas sambil memegangi wajahnya. "Waduh.. Radit menabrak pintu!! fiks dunia sedang tidak baik baik saja.."


"Aduh, sakit enggak.. malu iya!!" gumam Radit.


Indira dan Agung tertawa terpingkal pingkal, "Si Radit ada ada saja.."


Di rumah Kiran, sekelompok massa menggeruduk rumah lalu membawa mama Kiran secara paksa.


"Mama??" teriak Kiran yang teringat pada ibunya.


Radit pun segera menghampiri Kiran, "Kenapa Kiran??"


"Aku teringat sama mama, aku takut terjadi sesuatu padanya.." jawab Kiran.


Dreeettttt!!!!


"Halo?? apa Angga??" tanya Radit.


Angga menjawab, "Dit, ini sulit buat gua jelasin ke lu.. tapi ini beneran terjadi."


Angga menjawab, "Sekelompok orang mengatasnamakan warga desa memaksa masuk ke dalam rumah Kiran lalu mereka membawa mama Kiran entah kemana."


"Mamaa!!" teriak Kiran.


Radit berusaha menenangkan Kiran, lalu anak anak dari luar pun datang untuk menanyakan apa yang sudah terjadi.


"Ada apa Dit??" tanya Rara dan Indira yang panik mendengar teriakan Kiran.


Radit menjawab, "Rumahnya Kiran diserang!! dan mamanya dibawa oleh sekelompok warga."


"Ihh Ya ampun!!" teriak Rara.


Kiran menangis histeris, lalu ia ditenangkan oleh Rara dan Indira. sedangkan Radit berlari keluar karena melihat banyak kawanan elang yang mengarah ke Utara.


"Sebentar!!" ucap Radit yang berlari keluar.


Radit menyaksikan banyak kawanan elang yang mengarah ke utara, itu artinya akan ada keributan besar di sebelah utara dimana disanalah letak rumah Kiran.


"Ini tidak mungkin!!" teriak Radit yang berlari masuk ke dalam kelas.


Ryan menatap Radit, "Ada apa?? kok lu sepanik ini sih???"


"Banyak kawanan Elang yang pergi ke daerah utara, lu masih ingat kan?? saat keributan beberapa tahun lalu??" tanya balik Radit.


Ryan mengangguk, "Iya juga, lalu bagaimana??"


"Krriiingggggggg!!!!!!!"


"Ini saatnya!!" teriak Radit yang mengambil tas, lalu ia pergi bersama Ryan yang juga sudah menggendong tas miliknya.


Kiran berlari, "Radit aku ikut!!"


"Jangan!! berbahaya!! biar mereka saja yang kesana!!" teriak Rara yang mencegah Kiran.


Kiran memberontak, "Tapi mama aku dalam bahaya.."


"Biarkan Ryan dan Radit yang kesana, mereka jauh lebih tahu apa yang harus dilakukan.." pinta Rara yang menenangkan Kiran.


Radit dan Ryan menyalakan motor masinh masing, lalu mereka pergi kemana arah para kawanan Elang itu terbang.


************


...Yuk Like,Vote, Komen.....