KalongHunter

KalongHunter
Bab 71 : The Twins Writer



4 Tahun kemudian


Arkan dan Akhsan yang sudah duduk di kelas satu SMA dan Keira yang kini sudah menjadi gadis remaja dan duduk di kelas 2 SMP sedang makan siang di restoran ayan geprek dekat Bandara. sehingga saat sedang makan mereka bisa menyaksikan pesawat mendarat atau take off dari atas rooftop restoran itu.


"Kak, ini cerita Kak Akhsan sama kak Arkan laku besar loh.. sampai 400 eksemplar buku laris terjual dipasaran dan sudah diangkat menjadi film. keren sih, kalian pasti terkenal." puji Keira.


Arkan membalas, "Biasa aja dek, itu baru awal.. ini kakak dalam proses membuat cerita kedua tentang superhero yang lahir karena dipatil lele."


"Wow!! nanti ada peran akunya dong!!" pinta Keira.


Tak lama, Anan datang bersama Rara mamanya menemui Arkan untuk mengungkapkan rasa kagumnya.


"Hai, Arkan.. aku udah beli buku buatan kamu lho!! gila ihh ceritanya keren banget.." puji Anan.


Arkan mengeluarkan uang sepuluh lembar uang seratus ribuan, lalu ia memberikannya pada Anan. "Nih, karena kamu yang pertama kali menaikan pamor cerita saya.."


Anan mengangguk, "Baik, terimakasih banyak Arkan.."


"Sama sama.." jawab Arkan.


Keira melihat jam di tangan kanannya, "Sudah jam lima sore, ayo kita pulang.."


"Ayo.." jawab Arkan dan Akhsan.


Mereka pun segera pulang, bersama Anan dan mama Rara. namun mereka akhirnya berpisah saat Arkan, Akhsan dan Keira menggunakan helikopter sedangkan Anan menggunakan mobil mewah milik ayahnya.


"Kita duluan ya Nan.." ucap Arkan yang sudah mulai bertolak menggunakan helikopter miliknya.


Anan menjawab, "Iya, hati hati dijalan.."


Di taman depan rumah, Nadhira dan Rayana sedang bermain ayunan. mereka berdua sangat merindukan Akhsan dan Arkan, sudah sangat jarang sekali mereka bertemu apalagi sejak Arkan dan Akhsan turut sibuk dalam dunia penerbangan.


Tak lama, sebuah helikopter melintas tepat diatas rumah mereka. ternyata itu adalah helikopter milik Arkan yang dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Udah lama kita enggak main sama Nadhira dan Rayana, besok mau tidak San??" tanya Arkan.


Akhsan menjawab, "Gasskeun.."


"Arkan, Akhsan... kapan nih kita main bareng lagi???" tanya Nadhira.


Mama Raina keluar, lalu menemui dua putri kembarnya itu bersama Afan dan Kania si bungsu.


"Kalian kenapa??" tanya mama Raina.


Nadhira menjawab, "Maa.. kita pengen main ke rumah Arkan sama Akhsan.."


Mama Raina tersenyum, "Kalian kalau ingin kesana ya silakan saja, perasaan mama belum pernah larang kalian.."


"Benarkah mama??" tanya Nadhira.


Mama Raina menjawab, "Iya, ini mama juga mau kesana.. ayo langsung berangkat saja.."


"Baik mama.." jawab Nadhira.


Diva Ananda, anak dari Ryana Dea saudari kembar Ryan datang ke rumah Arkan untuk mengantar kue pesanan mama Rachel yang akan memiliki anak keempatnya lima bulan lagi.


"Assalamualaikum.." ucap Diva.


Mama Rachel menjawab, "Waalaikumsallam, ehh Diva.. berapa harga kuenya??"


Mama Rachel memberikan uang tersebut pada Diva, "Nih, bilang ke mama terimakasih.."


"Iya bibi, itu perut bibi kenapa??" tanya Diva.


Mama Rachel tersenyum, "Ini ada calon adiknya si Arkan.."


"Ihh mama, selamat ya!!" ucap Diva.


Mama Rachel membalas, "Iya, terimakasih... doakan ya biar selamat sampai lahiran."


"Baik bibi.." jawab Diva.


Helikopter yang ditumpangi oleh Arkan, Keira dan Akhsan pun mendarat, ketiga anak itu segera turun dari helikopter itu dan menghampiri Diva yang baru saja akan pulang.


"Hai.." sapa Arkan.


Diva menjawab, "Hai, baru pulang spotting??" tanya Diva.


Arkan menjawab, "Iya.."


Arkan, Akhsan dan Keira pun masuk ke dalam rumah. "Yaudah deh, dari mukanya kelihatan lelah.. aku pulang dulu ya!!"


"Iya hati hati.." jawab Arkan.


Nadhira, Rayana tiba di rumah Arkan bersama mama dan dua adiknya. kedatangan ia kesana memang sengaja untuk bertemu anak kembar itu.


"Assalamualaikum.. Arkan, Akhsan.." ucap Nadhira yang datang dan melepas sepatunya.


Arkan keluar dari rumah, "Waalaikumsallam, Eh Nadhira.. ada apa???"


"Enggak, aku cuman pengen main kesini sama ketemu kamu.. kenapa emang?? kamu enggak senang??" tanya Nadhira.


Arkan menjawab, "Enggak, ini Arkan baru pulang spotting... badan masih pegal pegal.."


"Hmm... yaudah, aku pengen main sama Achraf ya!!" balas Nadhira.


Arkan tersenyum, "Yaudah, masuk saja.. dia lagi sama mama dan papa.."


"Iya.." jawab Nadhira.


Arkan masuk ke dalam rumah, lalu Achraf yang masih berusia sepuluh tahun keluar dari ruang keluarga.


"Achrafff.... cie mau punya adik lagi." ucap Nadhira yang memeluk Achraf.


Mama Rachel keluar dari kamar mandi, lalu berjalan menemui Mama Raina di ruang tamu. "Hei Raina, sebentar ya.. aku pakai baju dulu, baru selesai mandi soalnya.."


"Iya.. sini aku bantu.. ngeri aku lihat perut kamu yang sudah mulai membesar." pesan Raina.


Mama Rachel menjawab, "Iya, terimakasih.."


"Sama sama.." jawab mama Raina.


...**********************...


...Yuk Like, Vote, Komen......