KalongHunter

KalongHunter
Bab 17 : Pertanda Aneh



Jam setengah enam sore


Dengan bantuan step dari Andra, Radit membawa motornya ke bengkel untuk diperbaiki. di dekat danau, Radit merasakan ada sesuatu yang aneh. ia mencium bau amis yang begitu menyengat, hingga ia memutuskan menggunakan masker.


"Baunya aneh sekali, semoga saja bukan pertanda buruk." gumam Andra yang turut mencium bau aneh itu.


Radit menjawab, "Lu benar Ndra, semoga saja tidak terjadi apa apa."


Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan, setibanya di bengkel. Radit segera menyerahkan motornya untuk diinapkan dulu, karena bengkel langgananya itu akan segera tutup.


"Pak, motornya diinapkan saja dulu, ini kuncinya.." ucap Ryan sambil menyerahkan kunci motornya.


Pak Dadang menjawab, "Siap Dit, besok sore ambil sekalian bayar di kasir."


"Baik pak, kalau begitu kami berdua pamit.. permisi." ucap Radit dan Andra.


Pak Dadang membalas, "Siap.."


Radit pun pergi mencari jajanan malam bersama Andra, saat mereka kembali melintasi jalanan tadi. mereka melihat beberapa mobil lalu lalang, semua nampak biasa saja sampai sebuah kabut tebal menghalangi pandangan mereka.


"Hussshhh!!"


Semilir angin melintas diatas mereka, saat keluar dari kabut tebal itu. Andra merasa ketakutan hingga akhirnya ia ikut menginap di rumah Radit.


"Beli martabak dulu yuk!!" seru Andra.


Mereka pun mampir di kedai martabak, lalu Radit memesan tiga martabak kacang coklat yang sudah jadi.


"Bang, yang tiga ini berapaan??" tanya Radit.


Pria itu menjawab, "36 ribu A.."


"Ini uangnya, terimakasih ya!!" ucap Radit.


Pria itu membalas, "Sama sama..".


Radit kembali naik keatas motor, lalu ia dan Andra beranjak dari tempat itu ke rumah Radit. " Dit, gua nebeng nginep di lu ya!! rasanya gak mungkin gua pulang sendiri."


"Owalah, okelah.. sekalian kita makan martabak di kamarnya Ryan!!" seru Radit.


Andra menjawab, "Oke.."


Saat mereka tiba di rumah Ryan, Radit turun dari motor. lalu ia membawa satu bungkus martabak untuk mama, Bintang, Bulan dan Pagi.


"Tang, nih bawa buat kamu, mama, bulan dan pagi." kata Radit.


Bintang menerima martabak itu, lalu ia memberikannya pada mama dan yang lainnya. "Ma.. ini ada martabak dari kak Radit."


"Yaudah sini kita makan bersama sama.." jawab Mama Andari.


Radit dan Andra mengetuk pintu rumah Ryan, "Assalamualaikum.."


"Waalaikumsallam, eh ada mas Radit dan mas Andra.. mau pada ngapain kesini??" tanya bu Tasya.


Radit menjawab, "Kita mau jenguk Ryan, sekalian nonton bareng liga inggris."


Radit mengangguk, "Baik bu.. permisi.."


Radit dan Andra menemui Ryan yang sedang main playstation di kamarnya. "Assalamualaikum, bro kita berdua masuk ya!!"


"Waalaikumsallam, silakan.." jawab Ryan.


Radit dan Andra masuk, lalu mereka memberikan satu buah martabak pada Ryan. "Ini buat mama lu, buat lu ini sekalian kita makan bertiga sambil nonton jagoan si Andra."


"Oke, terimakasih.. maa!!" panggil Ryan.


Mama Tasya datang, "Apa Ryan??"


"Ini ambil, Ryan makan bertiga sama mereka.." kata Ryan.


Mama Tasya menerima martabak itu, "Terimakasih ya.. mama terima nih!!"


"Sama sama.." jawab Radit dan Andra.


Ketiga anak itu menyantap martabak sambil menonton pertandingan liga Inggris antara Liverpool melawan Chelsea.


Jam menunjukan setengah empat dinihari, suara tahrim mulai terdengar dari masjid pondok yang satu komplek dengan rumah Radit dan Ryan. suara dering telepon pun menggema sehingga membangunkan ketiga pemuda ketiduran itu.


Sfx suara Jangkrik, dering telepon Radit.


"Halo?? selamat pagi Ndan, ada apa??" tanya Radit.


Pak Mulyadi menjawab, "Baik mas Radit, kami dari staff danau Kuala Lancar menerima informasi ada kecelakaan beruntun antara enam kendaraan.. semua korban dilaporkan hilang,.. kamu segera kesini untuk apel pencarian korban."


Radit mengangguk, "Baik pak, Yan.. gua ke dekat Danau dulu.. lu enggak usah ikut evakuasi korban kecelakaan. tapi lu minta makan sarapan ke mama gua, nanti antar ke dekat danau."


Ryan menjawab, "Baik.."


Radit menepuk bahu Andra, "Gass antar gua.."


"Gaskeun.." jawab Andra.


Andra mengantarkan Radit ke danau menggunakan motornya, lalu Ryan berlari ke rumah Radit untuk mengambilkan makanan bekal kepada mama Andari.


"Assalamualaikum.." ucap Ryan.


Mama Andari menjawab, "Waalaikumsallam, kenapa Ryan??"


"Begini bu, kata Radit buatkan bekal makanan.. dia tadi ada panggilan untuk evakuasi kecelakaan di danau.. nanti biar saya yang antar, saya agak bisa kok mengendarai motor." kata Ryan.


Mama Andari menjawab, "Baik, siap sebentar mama ambilkan ya!!"


"Baik.." jawab Ryan.


*****


...Yuk Like, Vote, Komen.....