
"Kamu mau ke mana?" tanya Bastian kepada Dara.
"Tentu saja mau pulang Om, Memangnya mau ke mana." jawab Dara.
"Nggak usah pulang, sini aja." ucap Bastian.
"Ngapain juga aku di sini, Aku mau pulang mau mengerjakan beberapa pekerjaan rumah yang belum selesai." jawab Dara yang terlihat hendak meninggalkan rumah Bastian. namun sayangnya ketika Bastian melihat Dara hendak pergi.., seketika pria itu meraih pinggang Dara dan membawa gadis itu ke ruang kantornya.
"Om Apaan sih, turunkan aku Om!" teriak Dara.
"Enak aja kamu pagi-pagi udah bangunin aku sekarang kamu malah kabur seenaknya seperti itu." ucap Bastian yang kemudian membawa Dara masuk ke kantornya.
"Mau ngapain sih Om?" tanya Dara.
"Aku mau memperkosa mu." jawab Bastian yang membuat Dara langsung menutup mulutnya.
"Om jangan macam-macam ya!" seru Dara.
"Dasar anak kecil otaknya kotor, ini bantu aku untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dari kampus." ucap Bastian.
"Ngapain aku harus bantu Om?" tanya Dara yang tidak terima.
"Kalau begitu Ngapain juga besok aku harus bantu kamu, bapakmu kan enggak ada di rumah jadi besok aku nggak bakal bantu kamu untuk ke sekolah." jawab Bastian yang membuat Dara langsung memanyunkan bibirnya.
"Kejam banget sih." cibir Dara.
"Kamu tuh yang kejam, pagi-pagi udah ngebangunin Om lagi mimpi sesuatu, tahu." ucap Bastian.
Seketika Dara langsung teringat kejadian tadi saat Bastian mencium dirinya. "Hilang, hilang,, Ayo otak kotor hilang lah. ngapain juga sih aku harus mengingat adegan tadi." ucap Dara yang terlihat menyingkirkan pikiran kotor yang ada di otaknya
"Kamu lagi ngapain?" tanya Bastian yang melihat Dara sedang mengibas-ngibas sesuatu di atas kepalanya.
"Nggak ada." jawab Dara.
"Cepat bantu Om, Awas ya kalau enggak Mau bantu." ancam Bastian yang kemudian memberikan setumpuk pekerjaan kepada Dara.
"Enak banget Om mau pergi pacaran sedangkan aku mengerjakan tugas, Om ini bisanya mengancam anak kecil." ucap Dara.
"Lagian siapa yang mau pacaran." ucap Bastian.
"Lah Tuh pacarnya udah ada di sana." ucap Dara sambil menunjuk pintu.
"Pekerjaanku itu menumpuk, kalau tidak di kerjakan besok laporan dari para mahasiswa aku bakal hancur semuanya. jadi kamu tunggu di sini aku akan menyelesaikan masalah yang ada di bawah, mengerti." ucap Bastian.
Dara tidak menjawab perkataan dari Bastian, gadis muda itu nampaknya memanyunkan bibirnya kemudian duduk dengan cara kasar.
"Mau Om bantu duduk yang benar?" tanya Bastian yang membuat Dara memalingkan wajahnya dengan sangat kasar.
"Dasar curang." ucap Dara yang kemudian membuka beberapa buku yang sudah ada di meja kerja Bastian.
Terlihat Bastian hanya tersenyum saat melihat kelakuan dari gadis remaja yang berusia 17 tahun tersebut.
Di tempat lain tatapan mata seorang wanita nampak menatap rumah milik Bastian, sebuah senyum terlihat begitu menawan. Sarah meneliti seisi rumah Bastian, wanita itu bahkan melihat satu persatu barang-barang yang ada di rumah Bastian.
"Sebentar lagi rumah ini akan menjadi milikku, lihat saja aku pasti akan membuat Bastian menikahiku." ucap Dara yang terus berjalan mengelilingi rumah Bastian.
"Kamu sedang lihat apa, meneliti apa?!" seru Bastian yang melihat Sarah berkeliling di rumahnya.
"Tidak apa-apa, Bastian. aku cuma ingin melihat-lihat rumahmu Ini." jawab Sarah sambil tersenyum. terlihat wanita itu berjalan mendekati Bastian, raut wajah yang begitu bahagia itu ditunjukkan kepada Bastian.
"Sebenarnya kamu mau apa ke sini?" tanya Bastian kepada Sarah.
"Kamu ini kenapa sih, sikapmu selalu dingin. kamu tidak suka ya aku kemari?" tanya Sarah kepada Bastian.
"Oh ya Bastian, hari ini kita jalan-jalan yuk, Aku ingin berjalan-jalan di sekitar taman atau kita jalan-jalan di villa, gitu." pinta Sarah.
"Kamu tahu kan Sarah, Aku mempunyai banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan sesegera mungkin. jika tidak aku selesaikan tepat waktu Mungkin aku akan dimarahi oleh direktur kampus." ucap Bastian yang kemudian meminta Mbok Yem untuk membuatkan teh untuk Sarah.
Sarah sedikit kesal dengan kata-kata yang diucapkan oleh Bastian, niat hatinya adalah mendatangi Bastian dan mengajak pria itu berkencan. Namun nyatanya Bastian malah menolaknya, dia tidak membiarkan wanita itu untuk mendekatinya.
Bastian memang tidak pernah sekalipun menyatakan cinta kepada Sarah, namun secara pd-nya Sarah selalu menganggap Bastian adalah kekasihnya, pria yang mencintai dirinya dan dia adalah kekasih Bastian.
"Ayolah Bastian, kita refreshing kita jalan-jalan kita senang-senang yuk." pinta Sarah kepada Bastian.
"Maafkan aku Sarah, jika aku harus mengusirmu sekarang juga. aku harus segera menyelesaikan beberapa pekerjaanku, jika tidak aku pasti akan dimarahi oleh direktur kampus karena aku lalai mengerjakan tugasku." ucap Bastian yang masih bersekukuh untuk mengusir Sarah dari rumahnya.
Terlihat Sarah benar-benar kesal dengan semua perkataan yang diucapkan oleh Bastian, dia selalu saja menolak kehadiran Sarah bahkan beberapa dosen lajang yang ada di kampus juga selalu gagal mendekati Bastian.
"Kenapa kamu selalu menolakku, Bastian?" tanya Sarah kepada Bastian.
"Kita ini hanyalah seorang teman di kampus, Kamu dan aku adalah dosen yang ada di sana di luar itu kita hanyalah orang biasa. kita hanyalah orang asing yang hanya saling mengenal." jawab Bastian.
Kata-kata yang dikeluarkan Bastian selalu saja menyentil hati siapapun, pria yang berusia 30 tahun itu selalu saja membuat para murid dan dosen yang ada di universitas itu selalu patah hati dengan sikap Bastian yang sangat cuek luar biasa.
"Bastian." Panggil Sarah.
"Pergilah Segera, Karena aku harus kembali untuk mengerjakan pekerjaan." ucap Bastian yang kemudian masuk ke dalam kantornya.
CEKLEK..
Bastian yang membuka pintu kantornya, terlihat di sana Dara mengerjakan beberapa pekerjaan yang diberikan oleh Bastian, pria itu terlihat tersenyum menatap Dara yang ada di tempat itu.
Entahlah, Bastian selalu saja menganggap Dara adalah sesuatu yang sangat istimewa. sesuatu yang selalu membuat Bastian merasakan sesuatu yang benar-benar berbeda.
"Daripada berdiri di sana lebih baik Om cepat masuk, setelah itu kerjakan pekerjaan ini. aku mau segera pulang, Om." rengek Dara Dengan nada suara yang begitu manja.
"Lagian kamu ngapain sih pulang?" tanya Bastian.
"Aku harus segera membersihkan rumah." jawab Dara.
"Cepat kerjakan, setelah itu aku akan mengajakmu jalan-jalan, mau nggak?" tanya Bastian.
"Kemana?" tanya Dara balik.
"Ke mana saja yang kamu inginkan." jawab Bastian yang membuat Dara tersenyum begitu lebar.
"Ajak aku ke pantai ya." minta Dara.
"Oke, ini mumpung masih pagi." jawab Bastian yang kemudian malah menarik tangan Dara dan membawanya keluar dari kantornya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian