
Setelah pulang mengantarkan mbak Tri akhirnya Bastian dan Dara kembali ke rumah. "Kamu tadi sudah makan belum, mas?" tanya Dara.
"Belum Sayang, karena tadi aku ingin makan bersamamu." jawab Bastian.
"Ya ampun, Kok aku sudah makan sih." guman Dara dalam hati.
Seketika Dara berjalan ke dapur untuk membuatkan makanan untuk sang suami, tidak mungkin Dara mengatakan kalau dirinya sudah makan bersama tamu yang tadi dia datangi. "Kamu mau aku buatkan apa, Mas?" tanya Dara kepada Bastian.
"Buatkan apa saja yang penting jangan terlalu ribet." jawab Bastian.
Sesaat kemudian langkah kaki Bastian memasuki kamar Pak Rusdi, terlihat pria tua itu sudah tidur sembari mendengarkan lagu nostalgia Yang Dulu sering diputar oleh almarhum Kakak Bastian.
"Apa Bapak sudah tidur Mas?" tanya Dara.
"Sudah, Mas Rusdi sudah tidur. Mungkin dia kecapean walaupun sekarang dia cuma jadi mandor untuk melihat para tukang bangunan tapi capek juga kan mondar-mandir ke sana kemari." jawab Bastian.
"Ya sudah kalau begitu, aku sisakan saja ya Mas makanan untuk bapak. takutnya kalau malam Bapak mau makan." ucap Dara.
"Iya." jawab Bastian.
Setelah selesai memasak terlihat Bastian dan Dara makan dengan semua kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan hari ini. "Mas kamu besok ada acara nggak?" tanya Dara.
"Memangnya ada apa." jawab Bastian.
"Ya nggak sih." jawab Dara.
"Apa besok kamu jadi ke Bandung sama Bogor atau tidak jadi?" tanya Dara.
"Ya tentu jadi, sayang. Aku mau melihat beberapa tempat yang akan dibuka." jawab Bastian.
Terlihat Dara menganggukkan kepalanya, Bastian melihat istrinya yang manggut-manggut dari tadi nampak dia tersenyum simpul saat melihat sang istri.
"Kenapa kok senyum Mas?" tanya Dara.
"Kamu manggut-manggut ngapain?" tanya Bastian.
"Berarti kita besok jalan-jalan dong, aku sudah izin sama mbak Tri selamat 3 hari kalau ada sesuatu nanti aku akan mengirim foto desain yang akan aku buat." jawab Dara.
"Ya sudah kalau begitu, kita persiapkan barang-barang yang akan kita bawa besok. lagi pula mas Rusdi tidak mau ikut, Katanya capek naik mobil terus." ucap Bastian.
"Ya maklumlah Mas, namanya sudah tua. lagi pula di sini kan banyak orang, pasti juga bapak tidak akan terlalu kesepian." jawab Dara yang kemudian membereskan beberapa pakaiannya.
"Sudah selesai belum beres-beres pakaiannya?" tanya Bastian.
"Memangnya kenapa mas." jawab Dara.
"Kalau sudah selesai Mas mau ngajak kamu Segera tidur." ucap Bastian.
"Hallahh..., pasti mas mau olah raga malam kan?" sindir Dara.
"Kamu tahu saja sayang." jawab Bastian Sambil tersenyum.
Setelah mengatakan hal itu terlihat Dara melakukan kewajiban nya sebagai seorang isteri.
Dingin malam itu membuat suasana percintaan semakin indah, dua sejoli memadu cinta. gerakan nakal dan suara ******* terus keluar, irama cinta yang begitu luar biasa hingga membuat gairah asmara itu semakin bergejolak.
Keesokan hari akhirnya Dara dan Bastian berpamitan kepada Pak Rusdi, terlihat mereka berdua menatap pria tua yang berada di tempat itu. "Kalian harus hati-hati, jaga diri dan kamu Bastian tolong jaga Dara." minta Pak Rusdi.
"Tenang saja Mas, aku pasti menjaga istriku." jawab Bastian.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Dara pergi bersama dengan Pak Rusdi, terlihat wanita itu menatap sang istri yang memeluk pak Rusdi dengan begitu erat. perjalanan pun mulai dilakukan, sepasang suami istri itu akhirnya Pergi ke salah satu tempat yang sudah mereka katakan.
Sekitar beberapa jam kemudian akhirnya Dara dan Bastian sudah sampai di Bandung, mereka akan menghadiri acara pembukaan di cafe tersebut. di cafe yang berukuran besar dan berlantai 2 terlihat para tamu juga sudah mulai memadati tempat itu.
"Benarkah?" tanya seorang wanita.
"Iya, katanya dia orangnya cool baik dan juga tampan." jawab si wanita.
"Tempatnya lumayan rame mas." ucap Dara.
"Iya, apalagi ini kan lokasinya sangat strategis, luas dan tempat ini benar-benar menjadi tempat yang sangat bagus yang suka foto-foto." jawab Bastian.
Setelah mengatakan itu terlihat Bastian menatap Lia yang berada di tempat itu, "Bagaimana Lia?" tanya Bastian.
"Lokasinya yang sangat strategis membuat tempat ini begitu banyak didatangi oleh muda-mudi, Tuan." jawab Lia.
"Baguslah kalau begitu, Lia. aku senang kalau tempat ini ramai seperti ini, kalau bisa setiap hari seperti ini, jadi omset yang didapatkan tempat ini luar biasa." jawab Bastian yang kemudian mengajak Dara untuk mencicipi masakan para koki yang ada di tempat itu
"Ini cafe apa restoran ya Mas?" tanya Dara.
"Keduanya sayang, karena aku mengusung konsep keduanya." jawab Bastian.
Tatapan mata seorang wanita nampak menatap Bastian yang sedang berbincang-bincang dengan Dara, tatapan mata yang begitu menunjukkan kekaguman luar biasa.
"Siapa pria itu?" tanya seorang wanita.
"Dia? kalau yang aku tahu sih dia adalah pemilik cafe ini," jawab wanita yang lain.
"Apa kamu tidak tahu Rahma, kalau pria itu adalah pemilik tempat ini dan wanita itu adalah istrinya." jawab seorang wanita.
"Jadi pria itu sudah mempunyai istri?" tanya Rahma kepada teman-temannya.
"Iya sih, Yang aku dengar kalau mereka itu udah menikah beberapa bulan yang lalu." jawab teman Rahma.
Seketika senyum ditunjukkan oleh Rahma, wanita itu nampak tersenyum dan mengingat pria yang dia temui di bandara beberapa hari yang lalu. "Pria ini tidak cocok untuk wanita itu, seharusnya dia menjadi suamiku." ucap Rahma yang terlihat tersenyum menatap Bastian.
"Kamu ini bicara apa sih, Rahma. pria itu sudah menikah loh, kalau kamu mau mencari pacar cari aja yang belum menikah." sindir salah satu teman Rahma.
"Memangnya kenapa kalau aku menyukai pria beristri? itu tidak ada salahnya kan jika aku mencintai pria beristri, maka tantangannya bisa lebih luar biasa." ucap Rahma.
"Kamu gila ya, sebagai seorang wanita kenapa kamu masih mempunyai pemikiran seperti itu. apa kamu tidak tahu kalau pemikiran jelek seperti itu harus dibuang, kita itu sama-sama seorang wanita Kenapa kita harus menyakiti wanita yang lain?" tanya teman-teman Rahma.
"Cinta itu tidak bisa dipaksa dan tidak tahu tempatnya, sialnya aku jatuh hati kepada pria beristri." ucap Rahma yang membuat teman-temannya nampak menggelengkan kepalanya.
"Itu namanya gila Rahma, carilah pria lain yang tidak mempunyai ikatan sama sekali." ucap salah satu teman Rahma.
"Yah tidak bisa deh.., karena aku sudah terlanjur jatuh hati kepada pria itu. kalau aku paksa untuk tidak mencintainya itu tidak bisa, cinta tidak ada tokonya dan tidak ada tempat untuk menyandarkannya." ucap Rahma yang membuat teman-temannya nampak menggelengkan kepala.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan