
Kehidupan Bastian dan Dara benar-benar begitu Indah, sebuah pernyataan cinta yang selalu membuat sepasang suami istri itu mendapatkan perasaan cinta mereka. mempunyai kebahagiaan mempunyai cerita cinta dan juga mempunyai sebuah perjalanan masa depan.
Dua anak yang selalu membuat darah merasakan cinta yang sangat luar biasa.
"Mas!" seru Dara.
"Ada apa, sayang?" tanya Bastian.
"Aduh..., tuh kedua anakmu itu!" seru Dara.
"Memangnya ada apa lagi?" tanya Dara.
"Mereka berdua membawa kedua motor yang ingin aku pakai, Aku mau keluar untuk membeli beberapa barang. Sekarang aku tidak mempunyai kendaraan untuk keluar!!" seru Dara.
"Kenapa tidak pakai mobil saja?" tanya Bastian balik.
"Masa' ke sini dan ke situ saja pakai mobil. jaraknya nggak sampai 10 menit pakai mobil. Kamu kira aku ini orang sombong dari rumah ke toko sembako harus pakai mobil." jawab Dara.
"Jangan marah-marah seperti itu, Sayang. Nanti keriputmu bertambah loh." canda Bastian.
"Kamu berani mengungkit masalah itu lagi, Sayang. apa kamu mau barang-barang yang ada di atas meja ini berpindah tempat?" tanya Dara yang membuat Bastian langsung menggelengkan kepalanya.
"Oh no, no honey." jawab Bastian sambil tersenyum.
"Kalau begitu Mas antarkan aku untuk membeli beberapa bahan, jika mas tidak mau nanti sore tidak usah makan." ancam Dara yang membuat Bastian langsung bergegas berdiri.
"Ayo Sayang, aku antarkan. lagi pula hari ini mas tidak akan kemana-mana kok, hari ini aku akan menghabiskan waktu bersamamu." jawab Bastian yang kemudian bergegas pergi.
"Wow..., sungguh luar biasa." guman Dara.
seperti itulah kehidupan darah selalu saja penuh dengan suara teriakan pagi ini darah sudah berteriak hingga membuat Pak Rusdi dan Bu Sri berjalan ke tempat mereka Kenapa sih darah pagi-pagi sudah berteriak seperti mau melakukan konser saja tanya Pak Rusdi Ya Allah Pak aku capek banget sama anak-anak ceritanya itu aku mau belanja ke toko yang ada di dekat rumah itu bapak tahu dua motor saudara dibawa pergi sama anak-anak sedangkan aku Masa harus bawa mobil jarak sini ke sana aja bawa mobil ucap Dara dengan kata-kata yang terus menggerutu dan mendumel daripada rame seperti itu kenapa tidak beli mobil lagi biar nggak rame ya pagi jawab Bu Sri yang membuat darah memijit keningnya Ibu kira beli mobil itu pakai permen tanya darah ya pakai uanglah Dara kamu lagian punya uang banyak ngapain nggak dibeliin satu motor sih daripada setiap pagi berantem sama anak-anak kamu ini nggak capek ya sindir Bu Sri yang membuat darah semakin pusing ya udah kalau begitu udah mau beli bahan makanan Bapak sama Ibu titip apa tanya darah yang kemudian mencium kedua tangan orang tuanya itu bapak belikan nasi rendang dua porsi sama ibumu nanti belikan cemilan sama susu rendah gula juga satu lagi Pak Rusdi apalagi Pak tanya darah Oh ya nanti bayar tagihan listrik di rumah juga jawab Pak Rusdi yang membuat darah menghela nafasnya bapak itu loh ada aja yang disuruh ucap dara yang kemudian pergi Pak Rusdi selalu tersenyum saat mendengar pertengkaran Dara dan kedua anaknya wanita itu selalu membuat kata-kata yang begitu lucu saat memarahi kedua anaknya.
CITTT....
"Bunda!!" seru Zaki.
Dara yang hendak masuk ke dalam mobil seketika wanita itu menghentikan langkah kakinya. "Ada apa sih Zaki?" tanya Dara.
"Bunda mau ke mana?" tanya Zaki.
"Mau belanja keperluan rumah, Memangnya ada apa?" tanya Dara balik.
"Zaki ikut, ada sesuatu yang ingin Zaki beli." ucap Zaki yang kemudian langsung masuk ke dalam mobil.
"Tadi pagi buta langsung membawa pergi motor tidak kembali-kembali, sekarang ketika aku mau pergi dengan ayahnya nih anak malah langsung nangkring di dalam mobil." gerutu Dara sembari memijat pelipisnya.
"Masuk Sayang, jangan marah-marah terus nggak capek apa!" seru Bastian yang membuat Dara langsung melotot.
Ketika berada di pusat perbelanjaan terlihat Dara membeli beberapa barang keperluannya dan barang-barang keperluan rumah tangga.
"Ada apa Sayang?" tanya Bastian.
"Bawa trolinya." pinta Dara.
"Siap bos." jawab Bastian.
Langkah kaki Bastian mengikuti Dara ke mana saja. wanita itu membeli begitu banyak barang keperluan rumah tangga. "Tadi bilangnya cuma beli sedikit, Untung aja aku bawa dia ke pusat perbelanjaan. kalau bawa ke toko sembako sebelah rumah bisa-bisa cuma beli beras aja." guman Bastian dalam hati sembari menatap beberapa makanan kesukaannya.
Seketika Bastian mengambil makanan itu dan memasukkan ke troli. "Mas jangan ambil makanan tinggi gula, Jika kamu berani melakukannya Awas kamu ya!!" seru Dara yang membuat Bastian menganggukkan kepalanya.
Tatapan mata Dara menatap putranya. "Mas di mana putramu itu?" tanya Dara.
"Di belakang." jawab Bastian yang menjawab tanpa menoleh.
"Belakang mana?" tanya Dara kembali.
"Tuh..," jawab Bastian yang kebingungan saat melihat tidak ada putranya di belakang.
"Mas, cari anakmu itu aku mau membayar tagihannya." ucap Dara yang kemudian membayar tagihan belanjaan.
Sekitar beberapa menit kemudian terlihat seorang pria sedang bercanda gurau bersama beberapa wanita yang ada di pusat perbelanjaan. "Ini anak seperti siapa sih, dia Playboy banget dari ke mana-mana sukanya menggoda cewek terus." ucap Bastian yang kemudian mendekati putranya dan membawanya kembali ke tempat ibunya.
Bastian mendumul tidak karuan, pria itu terus-menerus memarahi putranya.
"Kenapa sih ayah terus-menerus marah-marah?" tanya Zaki.
"Di cari bundamu." jawab Bastian.
setelah mendengar kata Bunda maka Zaki langsung meminta ayahnya untuk tidak memberitahukan mengenai apa yang terjadi tadi seperti itulah kehidupan Dara dan Bastian bersama dengan kedua anaknya.
** END **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan