I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Wanita yang tak bisa di panggil ibu



"Pergi!!" seru Dara.


Pak Rusdi langsung mendekati Dara, pria itu takut terjadi sesuatu kepada Dara.


"Ayo Dara kamu ikut ibu seru Bu Sri jangan berani menyentuhku jangan berani menyentuhku teriak dara yang semakin marah.


"Kamu ini kenapa, Dara. Ibu ke sini karena Ibu ingin menjemputmu." ucap Bu Sri yang terlihat berakting begitu luar biasa.


"Dia harus mengambil hati Dara agar dia bisa membawa Putri yang sudah dia tinggalkan puluhan tahun tersebut,


"Untuk apa kamu kemari, Apakah kamu ingin mengambilku kemudian membuangku kembali." jawab saudara dengan suara yang begitu keras para tetangga yang melihat darah dalam kondisi seperti itu nampak mereka sangat mengkhawatirkan gadis muda yang selalu bertindak begitu lembut lucu bahkan benar-benar bisa dikatakan berandalan.


"Pergilah dari sini, Jangan pernah kamu menggangguku ataupun Dara." Pak Rusdi yang terlihat mengusir Bu Sri untuk tidak berusaha untuk mendekati mereka berdua


"Aku tidak akan mau melakukannya, dia adalah putriku Aku mau mengambil dia." jawab Bu Sri.


"Putrimu? jadi kamu itu adalah ibu dari Dara?" tanya salah satu tetangga Dara.


"Benar, aku adalah ibunya. pria ini sudah membawa kabur anakku." jawab Bu Sri.


"Jaga mulutmu, dasar wanita brengsek!" seru Dara dengan nada suara yang benar benar begitu kasar.


"Ayo kita pergi, Dara!" seru bu Sri.


"Pergi kamu dari sini, kamu sudah membuangku, menyiksaku dan selalu memberikan aku luka. sekarang setelah aku dewasa kamu ingin mengambilku, di mana otakmu itu! kamu seorang wanita yang tidak pantas dipanggil dengan panggilan ibu, kamu adalah wanita yang tidak pantas menjadi seorang ibu!!" seru Dara yang kemudian mendorong tubuh Bu Sri.


Para tetangga terlihat menatap Bu Sri dengan tatapan mata yang benar-benar ingin menghina, seorang wanita yang telah menelantarkan anaknya selama beberapa tahun. namun sekarang ketika Dara sudah dewasa malah wanita itu ingin mengambilnya.


"Sampai mati pun aku tidak akan mau menganggapmu sebagai ibuku, Aku tidak punya ibu aku hanya mempunyai Bapak. dia adalah bapakku!!" seru Dara yang kemudian mendorong tubuh Bu Sri. beberapa pria yang datang bersama Bu Sri langsung menghadang beberapa orang yang berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Bu Sri.


"Kalian mau apa?!" seru para tetangga Daram


"Jika kalian berani maju kami akan membuat kasar." jawab 2 pengawal Bu Sri.


Setelah mendapat pengancaman seperti itu, sesaat kemudian seorang pria langsung menghajar dua pria yang sudah datang dengan Bu Sri.


BUK..


BUK..


"Pergi dari sini, Jika kalian tidak pergi dari sini jangan salahkan aku jika aku akan membanting tubuh kalian." ancam Bastian yang sudah berada di depan rumah Dara.


Seketika dua orang yang sudah merasakan pukulan Bastian itu pergi, sedangkan Bu Sri yang melihat Bastian terlihat wanita itu harus melakukan sesuatu kepada pria yang barusan datang tersebut.


"Pergi dari sini sekarang juga!!" seru para tetangga Dara.


Bastian yang melihat seorang wanita setengah baya itu, akhirnya dia mengerti itu adalah sosok wanita yang melahirkan Dara. seorang wanita yang menyakiti Dara hingga membuat Dara selalu terluka jika ada siapapun yang mengungkit mengenai ibunya.


"Ayo masuk Mas." pinta Bastian yang kemudian menggendong Dara, terlihat Dara benar-benar terluka saat melihat ibunya kembali.


"Tenanglah, Dara." Pak Rusdi yang mencoba untuk menenangkan Dara.


Bastian berjalan ke dapur, pria itu mengambil dua gelas air untuk diberikan kepada Dara dan Pak Rusdi. "Tenanglah Dara, semuanya akan baik-baik saja." ucap Bastian.


Seketika Dara memeluk Bastian dengan begitu erat, gadis muda itu menangis sejadi-jadinya karena melihat wanita yang selalu menyakitinya tersebut.


** Beberapa hari kemudian **


"Aku minta pada kalian terus ikuti wanita itu, jangan sampai kalian pelepasan. Jika dia sendirian kalian harus ambil wanita itu dan bawa kemari!" perintah Bu Sri.


"Baik Bu, Kami akan melakukannya. Ibu tenang saja." Jawab beberapa pria.


"Sakit.., sakit..," rinti seorang bocah kecil yang berusia sekitar 8 tahun. terlihat bocah itu merasakan kesakitan di atas ranjang rumah sakit.


"Bagaimana kondisi anak saya, dokter?" tanya Bu Sri kepada sang dokter.


"Anda harus segera mendapatkan transplantasi jantung agar putra anda segera sembuh." ucap dokter.


"Tenang saja, dokter. saya sudah menemukan transplantasi jantung untuk putra saya." jawab Bu Sri.


"Siapa pendonor darah itu, Bu?" tanya sang dokter.


"Dia adalah kakaknya, dia satu darah dengannya. Tenang saja dokter Saya yakin ginjal dan jantungnya akan didonorkan kepada Putra saya." jawab Bu Sri.


"Tapi, apakah anak Anda itu setuju?" tanya Dokter kepada Bu Sri.


"Tenang saja, dia sudah menyetujui transplantasi ginjal dan jantung itu, sebentar lagi saya akan memastikan kalau anak saya akan mendonorkan jantung dan ginjalnya untuk putra saya." jawab Bu Sri.


Ternyata Bu Sri mengejar Dara bukan untuk meminta maaf atau menjadikan Dara putrinya kembali, selama 9 tahun kepergian Bu Sri ternyata Bu Sri sudah menikah. Dia sudah mempunyai seorang Putra bersama suami entah ke berapa. anak kedua Bu Sri ternyata mengalami gagal jantung dan ginjal yang rusak, Bu Sri memutuskan untuk menjadikan Dara pendonor bagi putranya tersebut.


"Bagaimana, Apakah kamu sudah mendapatkan anakmu itu?" tanya seorang pria yang bernama Tohir suami Bu Sri entah yang keberapa.


"Tenang saja, kita akan menyelamatkan Putra kita. Aku tidak akan membiarkannya mati." jawab Bu Sri.


"Apakah Putri ibu setuju?" tanya Pak Tohir.


"Akan kupaksa dia, Jika dia tidak mau mendonorkan jantung dan ginjalnya akan ku bunuh dia. aku tidak peduli, yang penting Putra kita selamat." jawab Bu Sri.


Dari dulu sampai sekarang Bu Sri selalu saja menganggap Dara sebagai sesuatu yang tidak pantas untuk dijadikan seorang anak, buktinya sekarang Bu Sri menginginkan Dara hanya untuk pendonor putranya saja. salah satu rumah sakit yang begitu ternama anak kedua Bu Sri dirawat di sana, wanita itu harus segera mendapatkan Dara dan membuat putranya sembuh.


Sudah dua hari Ibu Sri berada di rumah sakit karena kondisi putranya semakin memburuk, Bu Sri tidak ingin hidup melarat kembali karena hal itu Bu Sri memutuskan untuk mencari pendonor bagi anaknya. Namun karena Begitu banyak kegagalan saat tranplantasi jantung, Bu Sri memikirkan Dara, dia yakin Dara bisa membantu putranya tersebut.


"Wanita ini benar-benar sangat brengsek, dia mengorbankan satu anaknya untuk anaknya yang lain. apakah wanita ini tidak punya pikiran sama sekali." ucap salah satu perawat yang merawat anak kedua Bu Sri.


Begitu kelam kehidupan yang dimiliki oleh Bu Sri, begitu pahit hasil yang harus didapatkan oleh Dara karena mempunyai seorang ibu seperti bu Sri.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian