I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Pengakuan Bastian



"Ada apa ini?" tanya Bastian kepada beberapa mahasiswi.


"Itu loh pak, Bu Sarah, Jena dan Della melakukan sesuatu kepada Dara." jawab seorang mahasiswi.


DEG..


setelah mendengar jawaban dari beberapa mahasiswa seketika Bastian berlari ke arah Dara berada, terlihat pakaian Dara sudah sobek.


"Hentikan!!" teriak Bastian dengan sangat keras.


Sarah yang masih berkelahi dengan Dara, nampak wanita itu benar-benar tidak bisa mengatakan apapun. "Bastian, Lihatlah wanita ini menghajarku." ucap Sarah yang mencoba untuk mencari pertolongan.


Tatapan mata Bastian menatap Dara yang bajunya sudah robek. "Apa yang telah kalian lakukan kepada Dara?" tanya Bastian.


"Jena dan Della menggunting pakaian Dara, Pak?!" teriak Ferdi yang berusaha untuk menolong Dara.


Seketika Bastian membuka jas yang dia pakai, pria itu langsung memakaikan jas itu kepada Dara dan memeluknya.


"Kenapa kamu selalu membelanya, Bastian. apa hubunganmu dengan dia?!" teriak Sarah.


"Kamu tahu apa hubunganku dengan Dara? apa kamu mau tanya apa hubunganku sebenarnya dengan Dara?" tanya Bastian.


"Iya, wanita sok cantik itu selalu menggunakan tubuhnya untuk menggaet para pria!" seru Sarah.


PLAKK..


seketika tamparan langsung tertuju di wajah Sarah saat wanita itu menghina Dara.


"Jangan pernah berani menghina wanita ini di depanku, aku sudah cukup bersabar dengan semua yang kamu lakukan." ucap Bastian yang memeluk Dara dengan begitu erat.


Wanita itu benar-benar terluka dengan semua yang dilakukan oleh tiga wanita tersebut.


"Siapa sebenarnya wanita itu bagimu, Bastian. Kenapa kamu selalu menolakku, menolak para wanita yang mencintaimu?!" teriak Sarah.


"Kenapa aku harus menerima cinta kalian jika aku sudah mencintai seseorang." jawab Bastian.


"Siapa, siapa wanita yang kamu cintai? Apakah gadis kecil ini gadis tengik kurang ajar ini?!" seru Sarah.


Terlihat Bastian menatap Dara kemudian tersenyum padanya, "Iya, aku jatuh cinta kepada gadis muda yang selalu bersamaku. aku jatuh cinta kepada gadis muda yang selalu bermanja padaku, aku jatuh cinta kepada seorang gadis kecil yang selalu bergantung padaku." jawab Bastian di hadapan para mahasiswa dan mahasiswi serta para dosen yang ada di pesta tersebut.


Ferdi benar-benar sangat terkejut dengan semua jawaban yang dikatakan oleh Bastian.


"Kamu gila ya Ferdi, dia ini adalah anak dari kakakmu!!" teriak Sarah.


"Kami berdua tidak ada hubungan darah, aku mencintainya, aku memujanya aku akan memilikinya." 3 kata yang diucapkan oleh Bastian membuat beberapa mahasiswi benar-benar begitu terpukau seorang pria yang selalu membantu Dara dan bersama Dara.


DEG...


DEG...


DEG...


jantung Dara berdebar begitu kencang ketika dirinya mendengar pengakuan cinta yang dikatakan oleh Bastian. hari ini Dara benar-benar mengetahui perasaan Bastian, Ternyata apa yang dikatakan Bastian di rumah sakit itu benar adanya.


"Ayo kita pergi Om." pinta Dara. seketika Bastian menggendong Dara, pria itu membawa Dara keluar dari pesta yang diadakan oleh kampus.


Tak ada kata yang keluar dari mulut orang-orang tersebut, Tak ada suara yang keluar dari mereka semuanya. tatapan mata mereka menatap Bastian yang sudah menggendong Dara. membawanya keluar dan melajukan mobilnya. Bastian tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia berpikir pasti Dara sangat terkejut dengan pengakuan yang dia katakan.


"Om, apakah yang Om katakan itu benar?" tanya Dara.


Bastian benar-benar sangat kebingungan dengan pertanyaan Dara, dia takut kalau gadis itu tiba-tiba saja menolaknya. "Maafkan Om, Dara. Maafkan Om jika selama ini mencintai kamu." jawab Bastian.


DEG..


DEG..


jantung Bastian benar-benar berdebar begitu kencang ketika Dara menanyakan hal itu. Bastian terlihat tidak berani mengatakan apapun, pria itu menatap Dara dengan tatapan mata yang penuh kebingungan.


"Semenjak kapan Om mencintaiku?" tanya Dara kembali.


Tatapan mata yang begitu sendu ditunjukkan oleh Dara. Hal itu membuat jantung Bastian berdebar begitu kencang.


"Mungkin semenjak kamu masuk SMA, gadis kecil yang selalu bermanja kepadaku. Dari kecil aku melihatmu tumbuh namun ketika kamu sudah beranjak remaja hatiku sudah berubah, cinta itu mulai tumbuh di hatiku perasaan sayang sebagai keponakan itu telah hilang sepenuhnya. cinta ini berubah, Sayang ini berubah. aku mencintaimu dengan semua perasaan yang aku miliki." ucap Bastian.


Setelah mendengarkan jawaban dari Bastian terlihat Dara benar-benar tidak mampu menahan debaran yang ada di hatinya, terlihat wanita itu menatap Bastian dengan semua yang selama ini dilakukan oleh pria itu.


"Jika Om mengatakan Om mencintaiku, Lalu bagaimana jika Bapak tahu mengenai perasaan Om ini?" tanya Dara.


Bastian nampak terdiam, sesaat kemudian pria itu menatap Dara dengan semua perasaannya.


"Aku akan mengatakan semua perasaanku ini kepada bapakmu." jawab Bastian.


"Lalu, Jika Bapak menyuruh Om untuk menikahiku, Bagaimana?" tanya Dara yang begitu tiba-tiba hingga membuat Bastian langsung mengerem mobilnya dengan tiba-tiba.


"Maksudmu, Dara?" tanya Bastian.


"Seandainya Om mengatakan kalau Om mencintaiku, lalu Bapak mengatakan Om harus menikahiku apa yang akan om lakukan?" tanya Dara yang membuat Bastian langsung tersenyum.


"Aku akan menikahimu hari itu juga, aku akan memanggil Pak penghulu dan aku akan menjadikanmu istriku." jawab Bastian dengan begitu bersemangat.


Dara nampak tersenyum, sesaat kemudian dia memejamkan matanya. Bastian kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan standar menuju rumah Pak Rusdi, terlihat Pak Rusdi yang ada di rumah nampak dia menerima tamu yang benar-benar sangat menyebalka. Siapa lagi kalau bukan Bu Sri, wanita itu memohon dan meminta kepada Pak Rusdi untuk membiarkan Dara untuk mendonorkan jantungnya.


"Dengarkan Aku baik-baik, Aku tidak akan membiarkan putriku melakukan sebuah kebodohan. Pergilah dari sini sebelum putriku pulang." ucap Pak Rusdi.


"Dia itu bukan Putrimu, kalian berdua tidak ada hubungan darah sama sekali." bentak Bu Sri.


"Kami memang tidak ada hubungan darah, tapi aku menyayanginya sebagai putriku. Kau adalah seorang ibu tapi kamu tidak mempunyai hati sama sekali!!" seru Pak Rusdi yang kemudian mengusir Bu Sri.


Terlihat wanita itu terus memohon kepada Pak Rusdi untuk membiarkan Dara mendonorkan jantung dan ginjalnya kepada putranya. tak berselang lama terlihat Bastian dan Dara sudah berada di luar rumah mereka.


"Apa ada tamu di rumahmu, Dara?" tanya Bastian.


"Aku tidak tahu Om." jawab Dara yang kemudian membuka pintu mobil Bastian.


Terlihat Dara masuk ke dalam rumahnya, wanita itu menatap seorang wanita yang benar-benar sangat Dia benci. "Apa yang kamu lakukan di sini!!" teriak Dara dengan sangat keras sehingga membuat Bastian yang memarkirkan mobilnya itu langsung bergegas masuk ke dalam rumah Pak Rusdi.


"Ada apa Dara?!" tanya Bastian yang sudah masuk ke rumah Pak Rusdi. pria itu melihat Bu Sri sudah berada di sana dengan semua kebusukannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian