I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Jangan berani menyentuhnya



"Mau ke mana Om?" tanya Dara.


"Katanya mau ke pantai." jawab Bastian.


"Tapi pekerjaannya?" tanya Dara.


"Tinggalkan saja." jawab Bastian.


"Nih orang tadi bilangnya cepat selesaikan, sekarang malah narik aku." guman Dara dalam hati.


Akhirnya siang itu Bastian mengajak Dara pergi ke pantai, sekitar 1 jam kemudian akhirnya mereka sudah sampai di salah satu pantai.


"Gimana?" tanya Bastian kepada Dara.


"Tempat nya bagus Om." jawab Dara.


"Kamu suka?" tanya Bastian.


"Suka om." jawab Dara.


Di sebuah pantai yang tidak terlalu banyak orang yang tahu, kedua orang itu terlihat bersenang-senang di sana. canda tawa dan saling mengejar membuat Bastian benar-benar begitu bahagia.


"Om mau carikan kelapa dulu ya." ucap Bastian.


"Yang cepat ya om!" seru Dara.


Bastian terlihat menoleh, pria itu menatap Dara sembari melambaikan tangannya dan tersenyum. ketika Bastian sudah pergi terlihat Dara berjalan di sekitar pantai, tatapan mata Dara menatap ombak yang sedikit demi sedikit menerpanya. ketika gadis muda itu tersenyum melihat gulungan ombak ada dua pria yang nampak menatap Dara dari sebuah tempat.


"Lihatlah, ada seorang wanita yang sendirian." ucap dua pria.


"Kamu benar, dia bisa kita buat untuk senang-senang." jawab satu pria yang lainnya. tanpa menunggu lama, dua pria itu terlihat langsung mendekati Dara yang sedang bermain air.


"Halo, cewek!!" seru dua orang pria yang ada di sekitar pantai.


Dara menoleh, gadis muda itu mengira kalau dua pria itu sedang memanggil siapa. "Kalian memanggil siapa ya?" tanya Dara.


"Di tempat ini hanya ada kamu dan aku, Tentu saja aku memanggil kamu." jawab dua pria yang terlihat semakin mendekati Dara.


"Dengar ya tuan, lebih baik Tuan pergi dari sini karena saya tidak datang sendiri." ucap Dara.


Dua pria itu tersenyum sembari menatap Dara, mereka mengira kalau Dara sedang mencari alasan. "Memangnya kamu datang sama siapa? lihat aja tidak ada seorangpun yang ada di sini." ucap dua pria.


"Dengar ya Tuan, lebih baik kalian pergi dari sini. jika tidak aku akan menghajarmu atau aku akan berteriak." ucap Dara.


"Mau berteriak? teriak aja kalau ada yang menolongmu." jawab dua pria yang terlihat semakin mendekati Dara.


Dara yang mendapat perlakuan seperti itu seketika Wanita itu sudah bersiap-siap, jika dua pria itu berusaha untuk melakukan sesuatu padanya maka mereka akan mendapatkan tendangan dan pukulan dari dirinya.


"Pergi dari sini?!" seru Dara.


"Jual mahal amat sih." ucap seorang pria.


Terlihat Dara langsung berjalan mundur ingin menghindari dua pria itu, namun kedua pria itu nampak semakin mendekati Dara hingga membuat Dara kebingungan.


"Maafkan aku ya Pak tua, kalian itu benar-benar menyebalkan." ucap Dara yang kemudian mulai mengayuhkan kakinya.


DUK..


Gadis muda itu langsung menendang bagian vital dari salah satu pria yang hendak melakukan sesuatu kepadanya.


"Aaaa!!!" teriak si pria.


"Berani sekali kamu melakukan hal itu pada temanku!" teriak pria yang lain.


"Kalian itu yang berani mau melakukan sesuatu padaku!" bentak Dara.


"Lihat aja, aku pasti akan memberikanmu pelajaran!" seru si pria.


Ketika salah satu pria itu ingin melakukan sesuatu kepada Dara, seketika itu pula seorang pria langsung menghajar dua pria itu habis-habisan.


BUKK..


BUKK..


Bastian langsung memukul dua pria itu, menendangnya bahkan membanting salah satu pria hingga membentur ke Sebuah batu yang lumayan besar.


"Berani sekali kalian mendekati wanita itu." ucap Bastian.


Salah satu pria yang dihajar oleh Bastian dengan sangat kasar, nampak pria itu mulutnya sudah mengeluarkan darah.


"Majulah, Aku ingin tahu seberapa hebat kalian!!" seru Bastian.


Satu pria sudah dibanting hingga mengenai bebatuan, satunya dihajar wajahnya hingga berdarah. dua pria itu menatap seorang pria yang datang entah dari mana, seorang pria yang memiliki Aura pembunuh yang benar-benar sangat luar biasa.


"Lebih baik kita pergi, jika tidak kita berdua akan mati di tangan pria itu." ucap si pria yang kemudian mengajak temannya untuk pergi dari sana.


Emosi Bastian belum stabil, pria itu benar-benar sangat marah Ketika ada seorang pria yang berusaha untuk mendekati Dara.


"Om, sudah Om. sudah!" darah yang terlihat berusaha untuk menenangkan Bastian.


"Om bakal mengejar dia, Dara. Om bakal menghabisi dua pria itu!!" teriak Bastian.


Seketika Dara langsung memeluk Bastian dari belakang. "Sudah Om, sudah. nanti om malah membunuh dua pria itu." ucap Dara yang terus memeluk Bastian dengan begitu erat.


Tinggi badan kedua orang itu memang lumayan jauh, tinggi badan Dara hanya sampai di bawah telinga Bastian, yah anggap aja sampai hidungnya.


"Lepasin, Dara. om mau mengejar dua pria itu!!" seru Bastian.


"Sudah Om, sudah. kalau Om nggak mau diem Dara bakal lari ke laut." ancam Dara yang membuat Bastian langsung terdiam.


Terlihat Bastian menghembuskan nafasnya, pria itu menatap Dara kemudian memastikan Dara tidak terluka atau apapun.


"Kamu baik-baik saja, Dara?" tanya Bastian yang melihat wajah Dara kemudian tangannya .


"Aku nggak papa loh Om, tadi aku juga sempat menghajar orang-orang itu." jawab Dara.


"Hehhh...," Bastian menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar. "Kalau Om tahu begini lebih baik tadi Om mengajak kamu, mulai sekarang kalau kamu keluar sama Om jangan sampai melepas tangan Om." ucap Bastian yang kemudian memegang tangan Dara dan kemudian mengajaknya berjalan-jalan di sekitar tempat itu.


Entahlah Bagaimana pandangan orang yang melihatnya, Apakah mereka melihat Dara dan Bastian seperti seorang paman dan keponakan atau Mereka melihat Bastian dan Dara seperti seorang pria dan wanita, karena memang jarak usia mereka itu 13 tahun.


"Om, udah baikan?" tanya Dara.


Bastian menganggukkan kepalanya, pria itu terus berusaha menetralkan emosinya. "Di sana ada rumah makan, ayo kita ke sana." ucap Bastian yang kemudian mengajak Dara.


Tangan Bastian tetap memegang erat jari jemari Dara, pria itu tidak melepaskan Dara sama sekali. Entahlah Bagaimana perasaan Dara, terlihat gadis muda itu hanya diam saja saat mendapatkan perlakuan seperti itu. entah Dara menganggap Bastian sebagai adik dari ayahnya atau lebih dari itu.


"Selamat datang, tuan!" seru seorang wanita yang terlihat menyapa Bastian dan Dara.


"Bisa tolong ambilkan aku air hangat atau makanan apapun secepatnya." pinta Bastian.


"Baik Tuan." jawab si pelayan yang kemudian menyiapkan kursi untuk Dara dan Bastian.


Tatapan Mata darah menatap Bastian yang memijit pelipisnya. "Apa Om sakit kepala?" tanya Dara. Bastian menggelengkan kepalanya, namun Dara langsung duduk di samping Bastian sembari memijit kepala Bastian.


"Nggak usah terlalu emosi seperti itu loh, Om. nanti Om kalau punya penyakit jantung malah langsung daftar." ucap Dara yang membuat Bastian tersenyum.


"Nggak bakal, Dara. Om akan berumur panjang Karena Om harus melakukan sesuatu." jawab Bastian yang membuat Dara tersenyum.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian