I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Sarah masuk penjara



"Apa!!" seru Sarah.


"Iya, mulai sekarang kamu tidak boleh mengajar di kampus ini, aku akan memberikan surat pemecatan secara tidak hormat." ucap pak rektor yang membuat Sarah benar-benar tidak terima.


"Tidak bisa seperti itu dong Pak rektor, Saya tidak melakukan apapun!!" seru Sarah.


"Tidak melakukan apapun, Apa maksudmu? apa kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan, ketiga pria itu sudah mengakui kejahatan mereka, Lalu kenapa kamu masih belum mau mengakui kejahatanmu? apakah karena kamu malu atau bagaimana?" tanya Pak rektor yang membuat Sarah benar-benar tidak terima.


"Saya tidak terima, saya akan membawa kasus ini ke jalur hukum!!" seru Sarah.


"Silakan kamu membawa kasus ini ke jalur hukum, aku sudah mempunyai beberapa bukti dan aku bisa menjebloskanmu. lagi pula mereka sudah membuat pernyataan mengenai apa yang mereka lakukan, jadi sebentar lagi aku bisa menjamin kalau kamu akan membusuk di penjara." ucap Bastian yang membuat Sarah benar-benar sangat terkejut.


"Bastian, kamu tidak bisa melakukan hal ini. aku tahu kalau aku sudah mengejarmu tapi bukan seperti ini kan." ucap Sarah.


"Aku tidak mempersalahkan mengenai masalah itu, yang aku permasalahkan adalah kamu sudah membuat Dara hampir terbunuh. kamu meminta ke-3 orang suruhanmu untuk membunuh Dara. jadi aku bisa menjamin kalau kamu akan mendekam di penjara ketika anak buahmu itu sudah membuat pernyataan di kantor polisi. terserah kamu mau mengakuinya atau tidak, Tapi dengan rekaman CCTV sebagai bukti aku yakin kamu tidak akan bisa mengelak. apalagi salah satu orang suruhan mu itu merekam dan memvideo ketika kamu menyuruh mereka untuk membunuh Dara." ucap Bastian yang membuat Sarah benar-benar sangat kebingungan. dia tidak tahu kalau semua ini harus terjadi.


"Tidak mungkin, aku tidak mau membusuk di penjara." ucap Sarah.


"Silakan kamu memikirkan hal itu, tapi aku tidak akan melepaskanmu setelah kau melakukan perbuatan itu." bisik Bastian yang kemudian meninggalkan ruangan Pak rektor.


Beberapa jam sebelum kejadian pemecatan Sarah, Bastian sudah ke ruangan rektor terlebih dahulu. Sebenarnya Pak rektor tidak ingin mempercayai apa yang dikatakan Bastian, namun beberapa bukti dan ancaman dari Bastian membuat pak rektor mau tidak mau harus memberikan pelajaran kepada Sarah. pak rektor mengetahui siapa sebenarnya Bastian, seorang pria yang sangat berbahaya. bisa dibilang ada sebuah masa lalu yang selalu ditutupi oleh Bastian.


Karena Pak rektor dulunya adalah guru dari Bastian. Hal itu membuat pak rektor sangat mengenal remaja yang selalu membuat keributan tersebut, Sarah benar-benar sangat kebingungan ketika dia keluar dari kampus, tatapan matanya menatap dua polisi yang sudah menunggu dirinya.


"Tangkap wanita itu." ucap pak polisi.


Anak buah Pak polisi langsung menangkap Sarah dengan semua bukti-bukti yang sudah ada.


"Tidak, tidak!!" seru Sarah.


Percuma saja suara berteriak seperti orang gila, Pak polisi dan anak buahnya membawa Sarah ke kantor polisi untuk menerima hukuman atas segala perbuatannya. begitu pula dengan tiga pria itu, namun Bastian bisa memastikan kalau hukuman ketiga pria itu tidak akan seberat Sarah.


Pak rektor dan salah satu dosen terlihat menatap Bastian yang sudah pergi dari tempat itu. "Pria itu adalah pria yang sangat berbahaya, Pak." ucap salah satu dosen.


"Iya, pria itu adalah pria yang berbahaya. tapi kalau tidak ada dia mungkin aku sudah meninggal, kita juga waktu itu mungkin sudah meninggal ketika kita dipaksa untuk menandatangani perjanjian palsu mengenai kampus ini." ucap pak rektor.


"Lebih baik kita tidak terlalu melakukan sesuatu yang berbahaya, jika kita membuat dia marah bisa-bisa kita akan berakhir di tempat yang menyeramkan." ucap salah satu dosen pria.


"Sudahlah, lebih baik kita tidak membahas ini. kita harus segera mempersiapkan segalanya.


Mungkin saja kita akan mengalami sedikit insiden mengenai pemecatan bu Sarah." ucap pak rektor.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan? jangan-jangan nanti kita akan mendapatkan masalah?" tanya pak dosen.


"Tenang saja, Bastian bilang dia akan mengatasi semuanya. lagi pula pria itu tidak akan pernah mengingkari janjinya." jawab Pak rektor yang kemudian meminta para dosen untuk kembali mengajar.


Hari itu penangkapan yang dilakukan oleh para polisi kepada Sarah benar-benar membuat satu kampus heboh.


"Kamu tahu tidak, tadi bu sarah ditangkap oleh para polisi." ucap seorang mahasiswi.


"Yang aku dengar sih dia membayar beberapa orang untuk membunuh Dara." jawab mahasiswi A.


"Kok gitu sih, bu sarah itu benar-benar sudah kelewatan, dia ingin mendapatkan seseorang dengan cara membunuh kekasih dari pria itu." jawab mahasiswa B.


"Sudahlah lebih baik kita tidak usah membahas wanita itu, lagi pula dia kan udah ditangkap oleh polisi." ucap beberapa mahasiswa. Dara yang berada di tempat kerjanya.


Terlihat wanita itu ditelepon oleh Husna. "Ya ada apa Husna?" tanya Dara sembari menatap desain pakaian yang sudah dia gambar.


"Kamu tahu tidak, ada sebuah kabar yang sangat heboh." jawab Husna.


"Maksudmu?" tanya Dara.


Husna mulai menceritakan mengenai kejadian yang ada di kampus hingga membuat Dara benar-benar terkejut. "Jadi sekarang pria wanita itu sudah ditangkap polisi?" tanya Dara.


"Benar, Kelihatannya pak Bastian benar-benar tidak akan melepaskan wanita itu karena sudah mencoba membunuhmu." jawab Husna.


DEG...


Dara benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Bastian benar-benar melindunginya dengan semua yang dia miliki. perasaan begitu haru serta benar-benar begitu bangga, Hal itu membuat Dara semakin merasakan cinta yang luar biasa dari Bastian.


"Kamu lagi ngapain, Dara?" tanya Husna.


"Lagi kerja." jawab Dara.


"Nanti kamu langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?" tanya Husna kembali.


"Ya langsung pulang lah, aku nanti pulangnya agak malam sih. tapi paling-paling aku menunggu Om Bastian menjemput aku dulu." jawab Dara.


"Kamu beruntung banget deh Dara, karena kamu mempunyai seorang pria yang begitu mencintaimu. dia benar-benar melakukan apapun untuk menjagamu, buktinya sekarang dia tidak akan membiarkan bu sarah bebas begitu saja. setelah dia berusaha untuk melukaimu." ucap Husna.


Dara nampak terdiam, apa yang dikatakan oleh Husna itu benar adanya.


"Kamu benar, Husna. Om Bastian adalah pria yang sangat sempurna." jawab Dara.


"Oya, Dara. kamu harus hati-hati, yang aku dengar dari kabar selentingan.., Apa benar kalau ada seorang model yang terus-menerus mendekati Pak Bastian?" tanya Husna.


"Kamu dapat kabar dari mana ya, kok selalu dengar aja sih." canda Dara.


"Ya Ada dong." jawab Husna Sambil tertawa terbahak-bahak.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan