I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Kehidupan baru sepasang suami istri



Bastian masih belum berani untuk menyentuh Dara, pria itu akan memberikan waktu kepada istrinya dengan semua kondisinya yang baru. Bastian tidak akan pernah memaksa istrinya untuk melaksanakan kewajibannya. Bastian tahu semuanya sudah berubah namun pria itu pantas bersyukur karena Dara selalu bersikap selayaknya istri yang begitu perhatian.


"Om, kamu tidak ke cafe?" tanya Dara kepada Bastian.


"Jangan panggil Om lagi dong, sayang. panggil Mas gituloh, masa Kamu memanggil suamimu itu om. nanti dikira aku ini om-om genit yang mengganggu seorang wanita." jawab Bastian yang membuat Dara tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha..., maaf Mas. lupa." jawab Dara yang terlihat duduk di samping sang suami.


"Ya udah kalau begitu tolong kamu persiapkan tadi yang mas minta, mas akan memantau dari sini saja. nanti mas mau keluar bersama dengan Toni untuk melakukan suatu pekerjaan." ucap Bastian.


"Memangnya Mas mau ke mana?' tanya Dara.


"Mas ada urusan, Mas kan sudah bilang Mas harus mencari tahu mengenai operasi plastik yang mau Mas jalani." jawab Bastian.


"Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya nanti kalau Mas nggak sempet biar bapak yang menjemput aku." ucap Bastian.


"Nanti Mas aja yang menjemput, kasihan Mas Rusdi badannya kan tidak enak katanya meriang gitu." jawab Bastian.


"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau Mas sempet Mas jemput. kalau tidak sempet aku naik ojek saja." ucap Dara.


"Kamu jangan naik ojek, mas tidak suka karena sekarang semuanya itu rawan dengan semua pelecehan." ucap Bastian.


Akhirnya Dara lebih memilih untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh suaminya, Dara pergi ke butik tempat kerjanya sedangkan Bastian pria itu akan pergi bersama dengan Toni. Ada sedikit rahasia yang masih disembunyikan oleh Bastian kepada Dara.


Beberapa jam kemudian Bastian sudah berada di tempat Toni, pria itu meminta seluruh informasi dikumpulkan di mejanya. "Bagaimana, Tony? Apakah semuanya sudah kamu dapatkan?" tanya Bastian.


"Aku hanya mendapatkan beberapa bukti saja, selebihnya anak buah kita yang akan mencari informasi mengenai orang itu." jawab Toni.


"Akan kupastikan orang itu mendapatkan balasan." ucap Bastian yang kemudian pergi meninggalkan tempat mereka.


"Kamu tenang saja, Bastian. kita akan memberikan mereka pelajaran, lagi pula mereka pantas mendapatkannya karena mereka semuanya membuat kita akan hancur, mereka pikir mereka itu hebat apa, mereka membuat jebakan seolah kita ini tikus." ucap Toni.


"Kita buat mereka hancur." jawab Bastian.


Sebuah kebenaran akan terungkap mengenai siapa sebenarnya Bastian dan Toni, mereka mempunyai sebuah rahasia yang jarang orang mengetahuinya. di sebuah tempat yang memang kecil namun tempat itu bisa dibilang tempat yang tidak akan pernah dicurigai oleh siapapun.


"Bagaimana, apakah kalian sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanya Bastian.


"Tenanglah Bastian, kami semua sudah melakukan apa yang perlu kami lakukan. beberapa tempat yang sudah menjadi target kita sudah kami tutup, salah satu perusahaan yang melakukan usaha gelap sudah kami hancurkan." jawab seorang pria.


"Baiklah kalau begitu Ali, Amar. tolong kalian persiapan segalanya kita akan menjemput orang itu secepat mungkin. Aku tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja, mereka sudah melakukan pekerjaan kotor bahkan beberapa orang di antara mereka juga melakukan penjualan organ." jawab Amar.


"Kita harus menghentikan mereka, jika kita tetap diam saja mungkin bukan hanya aku saja yang akan menjadi target buruan mereka, Kalian juga harus berhati-hati." jawab Bastian.


Sudah berapa kali Bastian diincar oleh orang-orang jahat itu, namun pasti Bastian tidak akan pernah mengira kalau suami dari Bu Sri juga adalah seorang pria jahat dengan semua kebohongannya tersebut.


"Persiapkan segalanya, aku ingin menyerang mereka dengan tanganku sendiri. sudah 6 bulan aku mendekam di sini aku tidak akan membiarkan mereka melakukan sesuatu yang membuatku hancur seperti ini." ucap Bastian.


"Baiklah kalau begitu, selamat datang kembali dan selamat datang di pembalasan yang akan aku berikan pada kalian." ucap Bastian yang kemudian melakukan sesuatu untuk memberikan balasan kepada orang-orang yang sudah membuatnya seperti pria kesakitan.


"Selamat datang, komandan. selamat datang pada semua misi-misi kita." ucap Tony.


Ternyata selama ini Bastian adalah seorang agen khusus yang memang mempunyai tugas untuk menghancurkan para penjahat kelas kakap, secara sembunyi-sembunyi Bastian sudah melakukan tugasnya semenjak pria itu masih muda hingga sekarang. sebuah misi akan dilakukan oleh Bastian dan timnya, mereka harus menangkap gembong pengedar organ tubuh manusia apalagi yang paling fatal adalah mereka selalu menculik anak-anak untuk dijadikan alat jual beli organ tubuh manusia.


"Kita akan kemana?" tanya Bastian.


"Kita akan ke sebuah tempat yang sudah kami lacak beberapa bulan ini." jawab Toni.


"Baiklah kalau begitu, kita Serang mereka Malam ini. kita tidak boleh membiarkan mereka terus melakukan semua yang sudah mereka lakukan." ucap Bastian.


Di tempat lain terlihat seorang wanita sedang menunggu kedatangan suaminya yang masih belum datang juga. "Om Bastian ini mau menjemputku atau tidak ya, tadi aku telepon kok teleponnya tidak tersambung ya?" tanya Dara.


Sesaat kemudian terlihat mbak Tri keluar dari dalam butik sembari menatap Dara yang baru keluar. "Belum dijemput, dara?" tanya mbak Tri.


"Iya Mbak, Belum. ini Om Bastian belum bisa ditelepon." jawab Dara.


"Tapi kenapa kamu masih memanggil suamimu itu dengan panggilan Om? kamu ini kok lucu banget sih, darah." sindir Mbak Tri yang membuat Dara malah tertawa.


"Hahaa..., Iya Mbak. aku selalu lupa, kadang mas Bastian juga bilang aku seperti keponakannya daripada istrinya." jawab Dara.


"Di biasakan, Dara. panggil dia mas atau sayang atau bagaimana, kalau kamu panggil dia Om dikiranya kamu ini keponakannya bukan istrinya." ucap Mbak Tri yang membuat Dara kembali menganggukkan kepalanya.


"Oh ya, kamu pulang sama aku nggak? Kalau kamu nunggu di sini sampai malam itu Percuma saja." ucap mbak Tri.


Sesaat kemudian terlihat Seorang pria sudah berada di tempat tersebut. "Kamu menunggu lama, sayang?" tanya Bastian yang sudah berada di tempat itu.


"Nggak terlalu lama sih Mas." jawab Dara.


"Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu. Bastian segera antarkan istrimu Karena dia sudah menunggumu hampir 1 jam. kamu ini pria tidak bertanggung." jawab Mbak Tri yang memarahi Bastian karena dia telat menjemput Dara hingga 1 jam.


"Maaf ya Sayang, Tadi jalannya macet." ucap Bastian yang kemudian memberikan ciuman di pipi sang istri.


Dara nampak tersenyum, sesaat kemudian dia masuk ke dalam mobil. terlihat Dara benar-benar selalu merasakan kenyamanan saat bersama Bastian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan