
Entahlah Apa yang terjadi, namun yang jelas semuanya benar-benar seperti kehidupan yang bahagia. Hari ini terlihat Bastian sedang berada pada kebahagiaan yang sempurna.
"Oh ya Om, nanti Om mau ke mana?" tanya Dara kepada Bastian.
"Sebenarnya Om mau minta maaf dulu ya sama kamu." ucap Bastian.
"Memangnya ada apa Om?" tanya Dara.
"Ini bentar lagi aku balik ke tempat kerjaan, Om nanti mau pergi ke suatu tempat untuk menyelesaikan pekerjaan yang tadi belum selesai." jawab Bastian.
"Kalau begitu Om tadi balik cuma untuk menjemput Dara doang?" tanya Dara.
"Iya." jawab Bastian.
"Kalau tau gitu nggak usah balik Om daripada membuat jengkel aja." ucap Dara sambil manyun.
"Habis gimana lagi, pekerjaan Om ini sangat penting. kamu tahu kan kamu bilang Om harus segera mempersiapkan tabungan buat operasi ke Korea." ucap Bastian.
"Iya juga sih, tapi masak baru dua hari menikah aku ditinggal Lalu nanti Om mau pulang jam berapa?" tanya Dara kembali.
"Mungkin besok pagi baru pulang, kamu nggak marah kan?" tanya Bastian.
"Om pergi tidak sama wanita kan?" tanya Dara kembali yang membuat Bastian memegang pipi istrinya.
"Ya nggak mungkin lah, Om pergi sama perempuan. perempuan Mana yang mau menerima Om seperti ini, lihat deh pasti mereka kabur saat lihat wajah Om Bastian." jawab Bastian yang membuat Dara malah tertawa sambil menutup mulutnya.
"Kalau gitu mending Om tetap jelek aja seperti ini, biar nggak dilirik para wanita lain biar Om cuma jadi milikku aja." ucap Dara yang kemudian memeluk suaminya.
Tak berselang lama terlihat Dara menatap sang suaminya yang terus memegang tangannya. "Oh ya Om, nanti kabari Dara ya." ucap pinta Dara kepada sang suami.
"Om pasti akan memberimu kabar, tapi jika Om tidak memberimu kabar Tolong jangan telepon ya, karena terkadang sinyalnya itu susah. terkadang Om berada di tempat yang tidak bisa menjawab panggilanmu." jawab Bastian.
"Ya sudah kalau begitu, nanti kalau Om Bastian tidak menelpon aku tidak akan telepon. aku tunggu saja." Jawab Dara.
Akhirnya sepasang suami istri itu berpisah karena sesuatu, terlihat Bastian harus melanjutkan pekerjaannya ketika sampai di rumah. Pak Rusdi menatap Bastian yang akan pergi lagi.
"Kamu akan kemana, Bastian?" tanya Pak Rusdi.
"Aku harus melakukan suatu pekerjaan, Mas." jawab Bastian.
Seketika Pak Rusdi menarik tangan Bastian dan membawanya ke suatu tempat. "Tolong jujur padaku, Bastian." ucap pak Rusdi.
"Ya, Ada apa mas?" tanya Bastian.
"Tolong kamu jujur sama Mas Rusdi, Apakah kamu masih melakukan pekerjaan itu?" tanya Pak Rusdi yang ternyata mengetahui Apa pekerjaan Bastian.
Terlihat Bastian tidak berani menjawab, pria itu menatap Pak Rusdi dengan tatapan mata yang benar-benar kebingungan. "Dengarkan Aku baik-baik, Apakah kamu masih tetap melakukan pekerjaan itu?" tanya Pak Rusdi.
"Iya Mas, aku masih tetap bekerja menjadi agen rahasia." jawab Bastian.
"Ya Allah Bastian, Sudah berapa kali kamu mengalami kejadian seperti ini. Kamu ini sudah menikah, apakah kamu tidak takut jika terjadi sesuatu padamu? dulu kakakmu selalu memarahimu untuk keluar dari pekerjaanmu, lalu Bagaimana jika Dara tahu?" tanya Pak Rusdi.
"Suatu saat aku akan mengatakan kebenaran ini kepada istriku, Mas." jawab Bastian.
"Kamu harus mengatakan mengenai kebenaran ini kepada istrimu, jangan sampai istrimu menganggap semua ini adalah sebuah kebohongan." ucap pak Rusdi.
"Tenanglah, Mas Rusdi akan merahasiakannya, aku akan menunggu kamu mengatakannya sendiri kepada istrimu." ucap Pak Rusdi.
Setelah berbicara dengan Pak Rusdi akhirnya Bastian berpamitan kepada Dara, Hari ini Bastian harus segera menyelesaikan misinya agar tidak banyak anak yang menjadi korban penjualan organ tubuh tersebut. beberapa jam kemudian Bastian sudah sampai di tempat itu.
"Bagaimana, apakah kalian siap?" tanya Bastian.
"Tentu saja, komandan." jawab anak buah Bastian. Toni dan Bastian sudah mempersiapkan segalanya, hari ini mereka harus menghancurkan mafia yang sudah membuat begitu banyak kesengsaraan.
"Kemas barang-barang itu dengan rapi, segera buang mayat anak itu!!" seru seorang pria.
Setelah mengambil organ tubuh anak tersebut akhirnya anak itu dibuang ke suatu tempat, walaupun mereka masih hidup tentu saja mereka akan cacat seumur hidup.
"Oh ya Bos, tadi kita mendapat telepon dari salah satu orang yang kaya yang minta mata dari bocah berusia 9 tahun." ucap anak buah si pria.
"Baiklah kalau begitu, bilang pada mereka kalau kita akan segera membawakan barang yang mereka pesan. lagi pula hari ini kita akan memberikan sesuatu yang sangat spesial." ucap pimpinan para penjahat tersebut.
Beberapa anak yang ada di tempat tersebut ternyata dijadikan alat untuk menyelundupkan barang-barang terlarang seperti berlian ataupun obat-obatan terlarang, para penjahat itu dengan sengaja memasukkan barang-barang terlarang itu ke dalam perut anak-anak tersebut. Hal itu membuat Bastian dan anak buahnya tidak bisa menahan amarah mereka.
"Mereka ini benar-benar sangat brengsek, mereka semua menghancurkan masa depan negara." ucap Bastian.
"Kamu sudah siap?" tanya Toni.
"Kalau begitu kita Serang dari tempat yang sudah kita rencanakan." ucap Bastian yang kemudian berpencar dengan beberapa anak buahnya.
Sekitar 10 orang itu sudah berada di sebuah bangunan kosong yang ternyata dipakai oleh para penjahat itu untuk melakukan pekerjaan kotor mereka. Bastian yang berada di sebuah ruangan terlihat pria itu sudah menargetkan seorang pria berpakaian putih yang hendak mengoperasi bocah kecil untuk memasukkan obat-obatan terlarang ke dalam tubuhnya.
"Aku tidak akan memaafkan orang-orang seperti kalian." ucap Bastian yang kemudian langsung menembak ke arah dokter tidak tahu diri itu.
Sebuah pistol yang menggunakan alat peredam langsung diarahkan Bastian tepat kepala pria berpakaian putih tersebut.
ZLEPP...
ZLEPP...
Dua peluru langsung bersarang di kepala pria berpakaian putih tersebut, anak kecil yang sudah tidak sadarkan itu terlihat dibiarkan oleh Bastian karena dia harus segera membunuh dan menangkap para penjahat tersebut. 10 orang itu menggunakan alat peredam agar tidak menimbulkan suara ketika mereka menangkap para penjahat.
Tony yang berada di salah satu ruangan dia langsung menembak dua pria tepat di bagian otaknya, dengan cepat pria itu langsung kehilangan nyawanya. "Kalian tidak pantas disebut manusia." ucap Tony yang kemudian langsung meninggalkan ruangan tersebut untuk mencari sisa dari para penjahat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan