
** Satu minggu kemudian **
"Mas!" seru Dara.
"Ada apa?" tanya Bastian.
"Mas, nanti aku pulangnya agak malam loh." ucap Dara.
"Memangnya ada apa?" tanya Bastian.
"Nanti aku mau menemui salah satu klien di sebuah hotel, Katanya orangnya itu susah banget loh Mas diajak berunding." jawab Dara.
"Kamu sama siapa?" tanya Bastian kepada sang istri.
"Ya tentu saja sama mbak Tri, Mas. sama siapa lagi memangnya, aku mau keluar sama siapa?" tanya Dara yang kemudian menatap wajah sang suami.
"Ya mas pikir kamu sama siapa-siapa gitu, Sayang." jawab Bastian.
"Oh ya Mas, nanti kamu mau ke restoran atau tidak?" tanya Dara.
"Ya tentu saja Mas mau ke cafe, lagi pula Mas juga mau membuka cafe cabang baru." jawab Bastian.
"Memangnya Mas mau buka cafe di daerah mana?" tanya Dara.
"Mungkin di sekitar kawasan Bandung sama Bogor." jawab Bastian.
"Kalau begitu aku mau diajak ke sana dong mas." rengek Dara.
"Tentu saja Mas bakal ngajak kamu ke sana, kalau Mas nggak ngajak kamu Memangnya Mas harus ngajak siapa? nanti dikira Mas cari pacar di sana." ucap Bastian yang membuat Dara langsung memukul pundak sang suami.
"Kamu berani macam-macam ya Mas, awas aja.., aku itu masih muda seksi bahenol bodiku masih langsing aduhai, kalau aku mau cari orang kaya tampan rupawan dan menarik itu gampang aja deh Mas." jawab Dara yang malah membuat Bastian sedikit emosi.
"Ya nggak bisa-bisa begitu dong sayang, Mas kan nggak melakukan apa-apa. kok kamu mau selingkuh sih?" tanya Bastian.
"Ya mas sih.., enak aja bilang begitu. Kamu mau cari pacar lagi ya, cari saja sana Aku mau cari orang kaya hartanya melimpah bisa memberikan aku kebahagiaan, bisa mencintaiku bisa menerimaku dan yang penting jangan sampai Mas mencari aku biar aku cari pria yang lebih mencintaiku dari kamu." ucap Dara yang tersulut emosi karena perkataan Bastian.
"Ya jangan seperti itu dong, Sayang. aku kan tadi cuma bercanda, Kenapa di bawah beneran?" tanya Bastian yang kemudian memeluk sang istri.
"Habis kamu itu jengkelin sih mas, menikah belum satu bulan aku mau ditinggalin cari pacar, Awas aja kalau kamu berani melakukan hal itu pasti akan kubalas dan tidak akan pernah aku maafkan kamu." jawab Dara yang membuat Bastian menganggukkan kepalanya sambil menjewer telinga.
"Aku tidak akan melakukan hal itu, Sayang. aku mencintaimu Aku tidak akan pernah menyakitimu." jawab Bastian yang membuat Dara tersenyum kemudian memeluknya.
"Itu namanya suami Baik, kalau kamu berani macam-macam nanti aku beri hukuman kamu Mas." jawab Dara yang kemudian meminta Bastian untuk segera mengantarkannya ke butik tempatnya bekerja.
Akhirnya Bastian mengantarkan Dara ke butik tempat mbak Tri, pria itu mencium sang istri dan melambaikan tangannya ketika sudah mengantarnya. mbak Tri yang melihat kemesraan pengantin baru itu nampak dia benar-benar ingin menggoda Dara dan Bastian.
"Yang lagi bahagia nih..," ucap mbak Tri.
"Apaan sih Mbak." jawab Dara yang masih melambaikan tangan.
"Aduh, kelihatannya ada pemandangan cerah merona nih.., udah belah duren belum?" canda mbak Tri yang membuat Dara sedikit malu.
"Apaan sih Mbak." ucap Dara yang kemudian masuk.
Di tempat lain terlihat Bastian sudah berada di cafenya, di sana dia menata beberapa pekerja yang selalu giat bekerja di sana.
"Memangnya ada apa, Tuan Bastian?" tanya beberapa pegawai.
"Iya, Apakah kami melakukan kesalahan Mas?" tanya Nita.
"Sudah, kumpul saja semuanya karena aku harus menyampaikan sesuatu kepada kalian." jawab Bastian.
Setelah itu akhirnya pegawai cafe tersebut dikumpulkan, Bastian mengumumkan beberapa pengumuman mengenai pembukaan cabang cafe tersebut.
"Jadi cafe ini akan membuka cabang di Bandung sama Bogor, Mas?" tanya Nita.
"Iya, karena itu aku minta kepada beberapa orang kepercayaanku yang bekerja di sini sudah lama untuk memegang empat tempat yang ada di Bogor dan Bandung." jawab Bastian.
Akhirnya Bastian mengumumkan Siapa saja yang akan bekerja di dua tempat di Bogor dan 2 tempat di Bandung. "Baiklah Nita, aku minta kamu bekerja di Bogor karena yang aku tahu tempat tinggalmu dekat di sana, nanti aku akan mencari satu orang lagi. dan kamu Lia kamu akan berada di bandung karena menurutku itu lebih dekat dengan tempatmu dan aku akan memberimu teman untuk di satu tempat lainnya itu, kalian bisa kan?" tanya Bastian.
Memegang cafe secara keseluruhan tentu saja Nia ataupun Lia sangat bersemangat dengan pengumuman yang diberikan oleh Gunawan. "Mau banget loh Mas." ucap Nita yang kemudian berpelukan bersama Lia.
"Ya sudah kalau begitu, dua hari lagi kita akan berangkat ke Bandung dan Bogor. Jadi aku minta selama aku pergi dari tempat ini kalian harus bekerja lebih giat, aku akan menunjuk salah satu dari kalian untuk memegang tempat ini untuk sementara." ucap Bastian.
Bastian selalu baik kepada para pekerjanya, Hal itu membuat mereka selalu betah bekerja di sana walaupun gaji mereka tidak sampai menembus nominal 3 juta lebih. tapi Bastian selalu membebaskan anak buahnya makan sepuasnya atau melakukan experimen mereka. Bastian membebaskan pegawainya untuk bereksperimen membuat masakan, jika mereka sudah mumpuni Bastian akan selalu meminta orang itu bekerja di sana atau memasukkannya di restoran yang lebih besar.
Siang Ini dara dan Mbak Tri berada di salah satu hotel tempat seorang tamu yang akan memesan gaun pertunangan.
"Gila ya Mbak, tempat ini benar-benar sangat besar." ucap Dara.
"Ini biasanya hotel untuk para jutawan, kalau kita menginap di tempat ini bisa-bisa Kita gulung tikar. kamu tahu Dara, menginap di hotel seperti ini. satu malamnya bisa menembus jutaan loh..," ucap mbak Tri.
"Mbak yakin?" tanya Dara.
"Tentu Aku sama suamiku dulu pernah menginap di hotel seperti ini, kami pikir ya untuk gaya-gayaan gitu. kamu tahu satu malamnya itu sekitar 3 sampai 4 juta, sedangkan kami menginap selama hampir 3 hari. jadi kamu bisa menghitung sendiri kan." ucap mbak Tri yang membuat Dara menganggukkan kepalanya.
"Aduh tanganku ngilu Mbak kalau disuruh ngitung. satu hari 4 juta 3 hari 12 juta dong. itu sudah makan gratis atau apa, Mbak?" tanya Dara.
"Makannya semuanya gratis, tapi kedernya itu loh waktu membayar, apalagi kamu tahu aku waktu makan makanan yang berlapis emas sama itu apa telur yang mahal itu loh Dara." ucap Mbak Tri.
"Apa telur ikan caviar, Mbak?" tanya Dara.
"Iya Dara, kamu tahu aku makan makanan itu bersama suami dan anakku. kamu tahu berapa budget yang harus Mbak keluarkan selain untuk membayar biaya hotel?" tanya Mbak Tri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan