
Setelah makan terlihat Bastian mengajak Dara berjalan-jalan sekitar pantai. "Apa yang akan kamu lakukan setelah ini, Dara?" tanya Bastian kepada Dara.
"Tentu saja aku ingin sekolah lagi, Om. aku ingin mengejar cita-citaku karena aku ingin membuat bapak bangga padaku." jawab Dara.
"Kalau begitu kamu harus menjadi wanita yang luar biasa, jika kamu hanya mengandalkan rencana kecil saja kamu akan gagal." ucap Bastian yang membuat Dara tersenyum.
Di lain tempat seorang pria yang mempunyai kekayaan luar biasa terlihat pria itu sedang berada di perusahaannya. "Tuan Dirga!" seru salah satu karyawan.
"Ya, ada apa." jawab Dirga.
"Tuan, hari ini akan ada rapat direksi mengenai beberapa perusahaan yang mengalami kendala karena goncangan ekonomi." lapor sekretaris pribadi dari Dirga.
"Kamu harus berusaha untuk mencari tahu mengenai informasi itu lebih detail." pinta Dirga.
"Baik Tuan." jawab orang kepercayaan Dirga.
Lambat laun waktu mulai berjalan, satu tahun kemudian Dara sudah menjadi seorang mahasiswa di salah satu universitas yang cukup ternama. di sela waktunya Dara bekerja di cafe milik Bastian, karena Bastian selalu bilang kalau Dara tidak boleh kerja di tempat lain.
"Dara!" Panggil Nita.
"Ada apa." jawab Dara.
"Kamu ini kenapa sih, Cepat layani para pembeli!!" seru Nita.
"Gimana sih kamu ini, Kamu tidak lihat apa kalau aku sedang melayani mereka." jawab Dara yang kemudian menaruh pesanan ke masing-masing pembeli.
Nita adalah seorang wanita yang memang tidak selalu suka dengan keberadaan Dara, wanita yang lebih tua dari Dara tersebut sudah bekerja di cafe milik Bastian hampir 2 tahun lebih. Nita menganggap dirinya adalah orang spesial di cafe tempat Bastian, Karena Wanita itu adalah orang kepercayaan Bastian.
"Dara, cepat!" seru Nita.
"Tanganku ini cuma dua, kalau aku ke sana kemari nanti malah pesanan orang-orang pada jatuh semuanya!" seru Dara yang kemudian mendekati Nita.
"Kamu ini mau melawanku ya, Dara!" bentak Nita kepada Dara.
"Ya bukannya mau melawan kamu, Mbak Nita. tapi kamu tidak lihat ya kalau aku ini sedang sibuk, kalau kamu ingin menyuruhku kamu sendiri kan tidak ada pekerjaan di sana. kamu layani orang-orang itu!" bentak Dara yang membuat Nita benar-benar sangat kesal dengan wanita itu.
"Wanita ini benar-benar menyebalkan, dia mau melawanku ya." ucap Nita yang terlihat menatap Dara yang sedang mengirimkan beberapa makanan ke meja para pembeli.
Cafe milik Bastian memang terbilang sangat besar, cafe itu selalu menjadi langganan dari para mahasiswa dan begitu banyak orang.
"Dara!" panggil seorang pembeli pria.
"Ya Darling." jawab Dara.
Dara selalu membuat para pembeli yang ada di cafe milik Bastian suka dengan kehadirannya, walaupun Dara sifatnya sedikit urakan namun Gadis itu selalu bisa membuat para pembeli yang ada di tempat itu selalu terpana dengan perkataan Dara. gadis muda itu selalu pandai merayu para pembeli, membuat mereka seperti raja bahkan selalu menyapa orang-orang yang ada di sana.
"Dara, kamu hari ini benar-benar cantik!" ucap salah satu pembeli pria.
"Terima kasih darling, kamu juga hari ini sangat tampan." jawab Dara yang membuat pria itu tersenyum.
Para pelanggan pria ataupun wanita selalu suka dengan sikap Dara yang ceria.
"Dara, nanti Ibu pesan makanan yang tadi itu bilang. segera dibuatkan ya!" pinta seorang wanita yang terlihat memakai barang-barang branded.
Siang ini di cafe tersebut ada seorang tamu pria yang memasuki cafe dengan pesona yang sangat luar biasa, pesona yang bisa menandingi Bastian.
"Selamat datang, tuan." ucap salah satu teman Dara.
"Tolong kamu kosongkan beberapa meja untuk bosku." pinta seorang pria.
"Maafkan saya, tuan. tapi meja-meja ini semuanya penuh, saya akan mempersiapkan meja di luar untuk Anda jika Mau." ucap Dara yang sudah berada di depan beberapa pria.
"Kamu gila ya, Kamu ingin menyuruh bosku duduk di luar sana?" tanya si pria.
"Bagaiman lagi tuan, para pelanggan yang ada di sini sedang makan tidak mungkin kan Saya menyuruh mereka untuk pergi?" tanya Dara.
"Aku akan membayar dua kali lipat, cepat persiapkan meja untuk bosku." pinta si pria kembali.
"Tuan ini punya telinga apa tidak sih, walaupun Anda kaya pakailah sopan santun Ketika anda berbicara dengan siapapun. Saya sudah bilang kan, Tuan. Kalau tempat ini sudah penuh, jika anda mau silakan menunggu, jika anda mau lagi saya akan mempersiapkan meja di luar sana bersama para pelanggan yang lain. jika anda tidak mau terserah anda silahkan Anda pergi." ucap Dara sembari tersenyum kepada pria itu.
Senyum manis dan menawan yang ditunjukkan oleh Dara membuat para pria itu ingin marah namun tidak jadi, sesaat kemudian pria yang dimaksud sebagai Bos mereka itu nampak datang untuk mendekati para pelayan yang ada di cafe tersebut.
"Kenapa aku tidak bisa meminta Satu meja?" tanya si pria.
"Maafkan saya, tuan. saya sudah bilang kepada anak buah Anda kalau kafe ini sedang ramai dan para pelanggan sedang makan." jawab Dara.
"Aku akan membayar 5 kali lipat untuk Kamu mengusir beberapa orang." ucap si pria dengan nada yang begitu arogan dan sombong.
Terlihat Dara tersenyum sembari menatap si pria. "Uang bukan segalanya, Tuan. jika kau mati kau tidak akan membawa uang ke neraka, bukan? jika uang bisa mengambilmu dari neraka maka aku akan mencari uang sebanyak mungkin." ucap Dara yang membuat orang-orang yang ada di cafe itu langsung terdiam membisu.
Seorang pria dan beberapa anak buahnya yang berpakaian serba hitam nampak menatap Dara yang benar-benar perkataannya sungguh pedas luar biasa, mungkin kepedasannya level 100. si pria nampak tersenyum sesaat kemudian pria itu meminta anak buahnya untuk mundur.
"Apakah tidak ada satu meja kosong?" tanya si pria kepada Dara.
Sesaat kemudian Dara menunjukkan senyumnya sembari menatap wajah si pria. "Tuan tampan yang kaya dan terhormat, dengarkan saya baik-baik. jika telinga Anda masih berfungsi Anda lihat sendiri kan para pelanggan yang ada di tempat ini sedang makan, Saya tidak mungkin mengusir mereka. Jadi kalau anda berkenan saya akan mempersiapkan meja di luar bersama para pembeli yang lain." jawab Dara dengan nada yang begitu lembut sembari menunjukkan senyumnya yang mampu memikat pria manapun.
DEG...
si pria yang melihat senyum Dara tiba-tiba saja jantungnya dibuat berdebar oleh gadis berusia 18 tahun tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian