I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Jebakan Jena dan Della



"Waduh, kenapa kita jadi satu kelompok dengan wanita menyebalkan itu?" tanya Della kepada Jena


"Entahlah." jawab Jena yang benar-benar sangat kebingungan.


Memang Bastian adalah seorang pria yang mempunyai sikap licik, sebelum Jena dan Della melakukan sesuatu kepada Dara, Bastian langsung memberikan sesuatu yang akan membuatnya dihukum bersama. jika dia tidak mau menjadi satu kelompok dengan Dara, maka wanita itu akan mendapatkan nilai yang sangat buruk. Jena dan Della tidak mempunyai jalan lain selain mau menjadi satu kelompok dengan Dara.


"Cepat kalian bantu, mau apa kalian berdiri di sini terus!!" seru Ferry yang kemudian meminta Jena dan Della untuk segera membantu Husna dan Dara untuk mencari bahan referensi untuk tugas mereka. raut wajah kesal ditunjukkan oleh Jena ketika dia harus menjadi satu kelompok dengan Dara. wanita itu benar-benar kesal luar biasa, ingin hati memberikan pelajaran kepada Dara Namun ternyata wanita itu malah menjadi teman sekelompok dari Dara.


"Bagaimana kita akan memberikan pelajaran kepada wanita itu, sedangkan kita sendiri harus membantunya." gerutu Della.


"Sudahlah, kalau dia sampai mendapatkan nilai buruk maka kita juga akan mendapatkan hukuman." jawab Jena yang kemudian mendatangi Dara dengan raut wajah yang kesal luar biasa.


Akhirnya kelima orang itu harus mencari beberapa buku untuk menjadi bahan referensi mereka.


Dasar Pak Bastian kurang ajar, Kenapa juga aku harus dijadikan satu kelompok dengan wanita ini Lalu bagaimana aku akan memberikan dia pelajaran, jika sampai aku melakukan kesalahan maka aku juga akan dihukum." ucap Jena yang kemudian meminta Della untuk membuang air kotor itu.


Hari ini kelima orang itu melakukan pekerjaan mereka, mencari beberapa buku untuk bahan referensi tugas mereka sekitar 2 atau 3 jam mereka terus mencari buku-buku. "Kita lanjutkan Besok saja Dara, karena ini sudah sore." ucap Ferry.


"Baiklah kalau begitu, Ferry. besok kita lanjutkan, Aku juga capek tadi habis bersih-bersih dari rumah." jawab Dara.


"Apa kamu tadi tidak ke cafe, tidak kerja?" tanya Ferry.


"Tidak, hari ini aku libur." jawab Dara.


Ingin hati Ferry mengajak Dara untuk jalan-jalan, namun dia sudah mendapatkan peringatan dari Bastian mengenai apa yang tidak boleh dia lakukan.


"Bagaimana kalau kita memberikan pelajaran kepada wanita itu ketika kita keluar?" tanya Jena kepada Della.


"Boleh." jawab Della.


Rencana dua gadis itu akan memberikan Dara pelajaran, setelah mereka pulang dari kampus namun ketika mereka berbicara Husna mendengar apa yang mereka katakan. dengan segera Husna menceritakan kepada Dara mengenai apa yang akan dilakukan oleh Jena dan Della.


"Sudahlah Husna, biarkan saja mereka ingin melakukan hal itu. kamu pura-pura saja tidak tahu dengan begitu mereka tidak akan semakin menjahilimu, urusan kedua wanita itu biar aku yang akan menangani." ucap Dara.


"Apakah kamu yakin Dara?" tanya Husna kepada Dara.


"Tentu saja aku yakin, kamu tenang saja lagi pulang aku tidak akan diam saja saat mereka melakukan sesuatu padaku." ucap Dara yang kemudian tersenyum kepada Husna. kedua wanita itu nampak berjalan keluar dari kampus sedangkan Ferdi tentu saja pria itu berjalan agak jauh dari Dara, karena dia takut kalau Bastian melihat hal itu.


BRETTTT...


ponsel darah berdering ketika wanita itu hendak pergi dari kampus.


"Telepon dari siapa, Dara?" tanya Husna kepada Dara.


"Dari Om Bastian." jawab Dara yang menjawab pertanyaan Husna.


"Bastian?" tanya Husna yang sedikit kebingungan. Dara menepuk jidatnya, dia lupa kalau dia harus memanggil Bastian dengan panggilan Pak saat di kampus.


"Sebenarnya kamu punya hubungan apa sih Dara sama Pak Bastian?" tanya Husna kepada Dara.


"Ya tidak punya hubungan apa-apa sih, Memangnya kenapa." jawab Dara sembari menatap Husna.


"Kok kamu manggil dia Om, emangnya dia itu apamu sih?" tanya Husna kembali.


Dara menarik tangan Husna, wanita itu meminta Husna untuk tidak menceritakan kepada siapapun. "Sebenarnya Om Bastian itu adik dari bapakku." jawab Dara.


Sebenarnya Husna tahu siapa sebenarnya ayah dari Dara. "Tapi yang yang aku tahu dari ibuku kalau Pak Rusdi itu tidak mempunyai saudara?" tanya Husna kepada Dara.


Terlihat Husna hanya tersenyum saat dia mendengar jawaban dari Dara, mau apa lagi tuh mau apapun itu urusan Dara ataupun Bastian.


"Husna kapan-kapan boleh nggak aku main ke rumah kamu?" tanya Dara kepada Husna.


"Boleh banget, Dara. kalau bisa kamu main Sekarang aja, kamu kan nggak ada pekerjaan?" tanya Husna kepada pak Dara.


"Ya memang hari ini Nggak ada pekerjaan sih, tapi kamu tahu kan bapakku nggak enak badan, kalau aku tinggal kasihan kan." jawab Dara yang membuat Husna benar-benar salut dengan temannya tersebut.


"Aku nggak nyangka banget loh Dara, kalau kamu sayang banget sama bapakmu." ucap Husna.


"Tentu saja aku sayang banget sama bapakku, aku nggak punya keluarga lain selain bapakku. kami berdua adalah kehidupan yang saling membutuhkan." jawab Dara yang membuat Husna tersenyum.


Husna adalah seorang wanita yang masih mempunyai dua orang tua lengkap, terkadang Husna tidak sependapat dengan orang tuanya, namun ketika dalam Husna melihat Dara.., Entah mengapa wanita itu benar-benar ingin menjadi seorang wanita seperti Dara.


"Kalau begitu aku boleh main ke rumahmu nggak, Dara?" tannya Husna.


"Boleh banget." jawab Dara yang terlihat berjalan menggandeng Husna. saat mereka sedang bercanda gurau ternyata Jena dan Della bersiap-siap ingin melakukan sesuatu.


"Kelihatannya kok ada orang ya di depan sana." ucap Dara.


"Memangnya ada apa?" tanya Husna.


"Nggak tahu, kok kayaknya ada yang menunggu kita." ucap Dara kembali.


"Kamu jangan nakutin aku deh..," jawab Husna yang terlihat ketakutan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Dara.


Langkah kaki kedua wanita itu berjalan mendekati tempat Jena dan Della bersembunyi. "Kau siapkan nanti kita guyur kedua wanita itu dengan air comberan ini." ucap Jena.


"Oke." jawab Dara.


Memang Dara adalah seorang gadis yang sangat peka luar biasa, Hal itu membuat Dara membiarkan orang yang ada di belakangnya untuk berjalan dahulu. Dara ingin mengetahui apa yang akan terjadi kepada beberapa orang yang sudah mendahuluinya, saat mereka sudah ada di tempat itu ternyata Apa yang dipikirkan oleh Dara itu benar.


BYURR...


ketiga wanita paruh baya itu sudah diguyur oleh Jena dan Della dengan air berbau yang sudah mereka persiapkan.


"Ye..., rasa kalian!!" seru Della.


Ketiga ibu-ibu itu nampak menatap dua wanita yang sudah mengguyur mereka dengan air bau.


"Apa yang kalian lakukan pada kami!!" teriak tiga ibu-ibu yang pakainya sudah tidak beraturan bahkan baunya begitu menyengat hingga membuat dua ibu-ibu itu benar-benar sangat marah luar biasa.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian