I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Sarah marah



Dengan segera Bastian menoleh dan menatap Dara yang mengatakan kalau dia ingin pergi bersama Bastian. "Apa kamu yakin, Dara?" tanya Bastian.


"Iya Om, daripada Om nggak mau datang ke sana sama itu Tante, kenapa gak datang sama aku aja." jawab Dara.


Langkah kaki Bastian langsung terhenti, tentu saja Bastian sangat terkejut dengan semua yang dilakukan oleh Dara, gadis muda itu mengatakan sesuatu yang membuat Bastian langsung bersemangat. sebenarnya Bastian tidak terlalu menyukai pesta seperti yang diminta oleh Sarah. Namun karena Dara mengatakan hal itu akhirnya Bastian memutuskan akan pergi ke pesta itu bersama Dara.


Sarah yang mendengar perkataan Dara seketika wanita itu marah dia menatap Dara sembari melotot seolah matanya hendak copot. "Ya nggak bisa begitu dong, Bastian. Seharusnya kamu kan pergi sama aku!!" seru Sarah.


"Memangnya ada peraturan aku tidak boleh pergi sama wanita ini?" tanya Bastian.


"Ya nggak ada sih, tapi kita itu pasangan dosen nggak Seharusnya kan kamu pergi sama gadis tengik ini." jawab Sarah.


"Coba katakan sekali lagi Kamu memanggil dia apa Siapa?" tanya Bastian sambil tersenyum ke arah Sarah.


"Gadis tengik dan gadis tengik." jawab Sarah yang membuat Bastian berjalan mendekati Sarah.


"Dengarkan aku baik-baik, Sarah. aku sudah bilang Kan kalau aku tidak bisa menerima cintamu, aku menjawabnya dengan sopan Namun karena kamu tidak mau menerima jawabanku Ya terserah sama kamu." jawab Bastian.


Sebenarnya Bastian ingin memberikan pelajaran kepada Sarah, Karena Wanita itu mencoba untuk mencelakai Dara dan Pak Rusdi beberapa waktu lalu.


"Aku akan membuatmu menyesal setelah Apa yang kamu lakukan kepada gadis kecil kesayanganku." bisik Bastian di telinga Sarah hingga membuat Sarah langsung terdiam.


"Apa maksudmu?" tanya Sarah.


Dirga yang berada di tempat itu juga dia tidak bisa melakukan apapun, Bastian sudah mengajak darah dan dia tidak bisa ikut karena dia bukanlah seorang dosen. "Apa tidak sebaiknya kamu pergi sama aku saja, Dara? kita nonton film di bioskop gitu." ajak Dirga yang membuat Bastian menoleh.


"Dengarkan Aku baik-baik, Dara akan pergi bersamaku ke pesta jadi jangan coba-coba untuk mengatakan untuk mengajaknya keluar." ucap Bastian yang kemudian mengajak Dara untuk membeli pakaian.


"Mau ke mana Om?" tanya Dara.


"Aku akan membelikanmu pakaian, tidak mungkin kan kamu pergi ke pesta dengan menggunakan celana sama atasan kaos seperti itu kan." jawab Bastian yang kemudian mengajak masuk Dara ke mobil.


Karena begitu kesal akhirnya Sarah lebih memilih untuk pulang ke rumahnya, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan dia benar-benar kepikiran dengan kata-kata Bastian yang mengatakan kalau dia akan melakukan sesuatu kepadanya karena membuat Dara mengalami sesuatu.


Apakah pria itu tahu kalau aku mencoba untuk mencelakai keponakannya." ucap Sarah yang terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh Bastian. terlihat wanita itu menyetir dalam kondisi yang benar-benar kebingungan, ingin hati dia memamerkan kemesraan bersama dengan Bastian di depan orang-orang, namun malah sekarang Bastian tidak mau mendekati dirinya.


"Aku harus melakukan sesuatu kepada Bastian jika pria itu tidak bisa aku dapatkan maka akan kubuat reputasinya hancur. lihat saja akan kubuat pria itu bertekuk lutut di hadapanku." ucap Sarah yang kemudian melajukan mobilnya dengan begitu kencang.


Selalu saja pikiran orang jelek itu mengarah pada perbuatan tercela dan tidak baik, begitu pula dengan cara wanita itu terlihat memikirkan mengenai rencana busuknya untuk menjebak Bastian. wanita itu akan melakukan sesuatu agar reputasi Bastian hancur. Jika perlu Sarah sudah memikirkan agar Bastian dipecat dari kampus, salah satu tangan Sarah menelpon seorang pria yang ada di kampus.


"Iya ada apa?!" seru seorang pria.


"Aku meminta bantuanmu untuk melakukan sesuatu." jawab Sarah.


"Memangnya kamu butuh bantuan apa." jawab si pria.


"Katanya kamu mencintai pria itu, lalu Kenapa kamu ingin menghancurkannya?" tanya si pria.


"Dia berulang kali menolakku dan ternyata sekarang dia akan pergi ke pesta bersama salah satu keponakannya." jawab Sarah.


"Kamu ini kenapa sih, selalu saja membuat masalah dan membuat masalah. apakah kamu tidak pernah berpikir untuk mencari pria yang mencintaimu? Kenapa kamu selalu memaksa orang lain untuk mencintaimu." ucap si pria.


"Aku akan memberikanmu semuanya, aku akan melakukan apa yang kamu lakukan. kamu harus membantuku untuk membuat pria itu nama baiknya hancur." pinta Sarah.


"Entahlah, aku tidak mau melakukan kesalahan jika aku sampai melakukan hal itu bisa-bisa aku sendiri dalam masalah." jawab si pria.


"Seorang pria yang juga menjadi dosen di universitas tempat Bastian berada, pria itu sudah mengetahui sisi gelap yang dimiliki oleh Bastian. Tentu saja dia tidak ingin membuat hidupnya dalam bahaya karena hal itu pria itu lebih memilih untuk tidak mempunyai masalah dengan Bastian.


"Gila itu wanita, dia mau membuatku dalam masalah sama Bastian. jika aku sampai membuat masalah sama pria itu bisa-bisa aku masuk rumah sakit dan tidak akan bisa keluar." ucap salah satu dosen. terlihat pria itu langsung mematikan ponselnya, dia tidak mau membantu sara untuk melakukan apa yang dia inginkan. si dosen lebih memilih untuk menyelamatkan diri daripada dia harus bersenang-senang kemudian kehilangan nyawa.


Terlihat di tempat lain Bastian sudah memilih beberapa pakaian untuk dara. "Bagaimana, kamu suka?" tanya Bastian.


"Entahlah Om, kenapa pakaiannya kelihatan mencolok banget ya?" tanya Dara.


"Kamu tidak suka warnanya?" tanya Bastian.


"Aku tidak suka warna sama bentuk pakaiannya itu loh, Om. masak pakaiannya terbuka semuanya sih, Memangnya Om Bastian mau memamerkan aku sama teman-teman Om. dikira aku ini ondel-ondel kalau nggak gitu dikira Aku ini wanita murahan." ucap Dara yang membuat Bastian sadar dengan apa yang dia lakukan.


"Ya sudah kalau gitu Om Bastian akan memilihkan dua pakaian itu, semoga saja kamu suka." ucap Bastian yang kemudian mengambil dua pakaian yang berwarna sangat kalem, biru langit serta berwarna pink agak Salem. "Bagaimana kamu suka?" tanya Bastian yang membuat Dara menganggukkan kepalanya.


"Ini baru warnanya sesuai denganku, Om. kalau warna yang tadi aku merasa kalau aku ini mau jadi wanita tidak baik-baik deh. apalagi belahan sampingnya itu loh kalau aku jongkok bisa-bisa tanpa aku kelihatan pantatku." ucap Dara yang membuat Bastian hanya tertawa.


"Ya sudah kalau begitu, dua baju ini Om bungkus nanti kita cari sepatu buat kamu." jawab Bastian kemudian membayar dua pakaian tersebut. Sedangkan dirinya sudah memilih pakaian dengan begitu cepat sebelum Dara mencari pakaian.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian