I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Bastian mengatakan kebenaran



Di sebuah tempat yang sangat luar biasa, terlihat seorang pria menatap foto seorang wanita yang dulu dia cintai. tatapan matanya menatap foto tersebut sembari tersenyum. "Aku tidak pernah menyangka aku menemukan seorang wanita yang begitu mirip dengannya, sorot matanya, tatapan matanya, gurat wajahnya bahkan senyumnya benar-benar sangat mirip denganmu." ucap Abdul yang berada di kamarnya.


"Tuan." panggil anak buah Abdul.


"Ya ada apa." jawab Abdul.


"Wanita itu bernama Dara Asmarani, seorang wanita yang sudah berumur 22 tahun dan sudah memiliki seorang suami." jawab anak buah Abdul.


"Siapa suaminya?" tanya Abdul.


Pria itu hanyalah seorang pengusaha cafe." jawab anak buah Abdul.


Setelah mendengar jawaban seperti itu seketika Abdul menunjukkan senyumnya.


"Jadi suaminya hanyalah orang biasa ya, Baiklah kalau begitu aku akan memulai semua ceritaku ini." ucap Abdul yang kemudian mulai melakukan sesuatu.


Ketika Bastian berada di Bandung ponsel pria itu terlihat berdering. "Ada apa mas?" tanya Dara.


"Tidak apa-apa, ponsel mas tadi berdering tadi ada panggilan dari Tony." jawab Bastian.


"Ya sudah angkat dulu Mas, lagi pula kita berdua tidak melakukan apapun kan." ucap Dara.


Terlihat Bastian melangkahkan kakinya ke sebuah tempat, pria itu menatap layar ponselnya kemudian menjawab panggilan telepon dari Toni.


"Ada apa, Toni?" tanya Bastian kepada Toni.


"Gawat, ada berita buruk." ucap Toni.


"Memangnya berita buruk apa?" tanya Bastian .


"Kamu tahu, salah satu anak buah kita sudah tertangkap oleh musuh kita." jawab Toni.


"Maksudmu?" tanya Bastian.


"Aku baru mendapatkan informasi dari tim 8 yang kita pegang, tapi dua dari delapan orang itu ternyata sudah ditangkap oleh musuh kita Entahlah dari mana mereka tahu kalau dua orang itu adalah anggota dari tim 8, tapi yang jelas kita dalam masalah yang sangat besar." ucap Tony.


"Lalu, bagaimana dengan kapten? Apakah kamu sudah memberitahu dia?" tanya Bastian kepada Toni.


"Aku sudah memberitahu dia tapi dia bilang kita harus menyelesaikan masalah ini secara sembunyi-sembunyi." jawab Toni.


"Bagaimana mungkin ini bisa jadi sembunyi-sembunyi, jika kita bergerak kita hanya berdelapan. sedangkan dua orang sudah tertangkap Lalu apakah kamu sudah tahu di mana posisi mereka?" tanya Toni.


"Sialnya aku masih belum tahu di mana keberadaan dari dua anggota kita." jawab Toni.


"Kamu tahu, aku sekarang ada di Bandung. tidak mungkin kan aku tiba-tiba kembali." ucap Bastian.


"Memangnya kamu lagi ngapain di Bandung? Kenapa tiba-tiba berada di Bandung?" tanya Toni kepada Bastian.


"Kemarin kan aku sudah bilang akan membuka cabang di Bandung dan Bogor. Bahkan aku sudah memberitahu Istriku kalau kamu akan datang, nyatanya ketika sampai di sini kamu tidak menampakkan batang hidungmu." jawab Bastian.


"Iya, aku lupa karena barusan aku mendapat informasi ini ketika aku bangun tidur." jawab Toni.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan? aku tidak mungkin kan tiba-tiba datang ke tempat kita." ucap Bastian.


"Kamu gila apa, kamu harus menyelesaikan permasalahanmu dengan istrimu apalagi kamu juga belum memberitahukan kepada istrimu kalau kamu itu adalah anggota dari tim elite 8 milik pasukan khusus." ucap Toni.


Tanpa sengaja Dara mendengarkan semua yang dikatakan oleh suaminya tersebut, Dara nampak terdiam jantungnya berdebar begitu kencang, dia tidak tahu apa yang dibicarakan oleh Bastian kepada sahabatnya tersebut. Tapi darah bisa menangkap beberapa kata-kata yang diucapkan oleh Bastian mengenai pasukan khusus tim elite 8 dan misi-misi yang sudah mereka lakukan. "Mas Panggil Dara.


Bastian yang sedang menelpon nampak langsung tersentak ketika mendengar panggilan dari sang istri. seketika Bastian menoleh dan menatap istrinya yang sudah ada di belakang tubuhnya. "Sayang." ucap Bastian yang masih terhubung dengan Toni. sedangkan Toni sendiri nampak juga terkejut saat mendengar Bastian memanggil seseorang dengan panggilan sayang.


"Ada apa ini, Mas?" tanya Dara.


"Sayang, ada apa?" tanya Bastian kepada sang istri.


Dari raut wajah Bastian Dara dapat melihat kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya itu. "Mas ada apa, apa yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Dara kepada sang suami.


"Tidak apa-apa sayang, tadi cuma Toni menelpon." jawab Bastian.


"Aku sudah bilang kan rahasia akan menjadi penghancur rumah tangga kita, tolong katakan apa yang tadi aku dengar. Jika kamu tidak mau jujur maka aku bisa anggap kamu selama ini membohongiku." ucap Dara yang membuat Bastian langsung terdiam. pria itu tidak bisa mengatakan apapun.


"Hehhh..," Bastian nampak menghela nafasnya. sesaat kemudian Bastian membawa sang istri ke sebuah ruangan yang memang dikhususkan untuk Bastian jika berada di sana dan beristirahat.


"Ikutlah denganku, sayang." pinta Bastian. ketika di ruangan itu terlihat Bastian mengunci pintu kamarnya kemudian mengarahkan sebuah pemutar musik ke arah pintu. takutnya jika ada seseorang yang mendengarkan pembicaraan mereka.


Terlihat Dara tidak mengeluarkan sepatah kata pun, wanita itu menatap sang suami dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan.


"Dengarkan aku sayang." ucap Bastian.


"Katakan Mas." jawab Dara yang jantungnya berdebar begitu kencang saat dia menunggu kata-kata Yang Akan diucapkan oleh sang suami.


Akhirnya Bastian memberanikan diri untuk menceritakan mengenai Siapa dirinya, Bastian menceritakan semuanya itu secara perlahan-lahan dan begitu berhati-hati. Bastian tidak ingin istrinya memikirkan sesuatu yang jelek mengenai tugasnya selama ini.


"Waktu itu apakah Om Bastian juga melakukan tugas?" tanya Dara kepada sang suami.


"Maksudmu, sayang?" tanya Bastian.


"Waktu itu ketika aku meminta Om Bastian untuk menjemputku, tapi aku mendengar suara tembakan. Apakah waktu itu juga kepastian melakukan tugas?" tanya Dara yang membuat Bastian menganggukkan kepalanya.


Terlihat Dara terdiam wanita itu menatap sang suami dengan tatapan mata yang begitu banyak pertanyaan. "Apakah Bapak tahu siapa sebenarnya Om Bastian?" tanya Dara.


"Bapakmu tahu karena aku menjadi anggota Elis khusus dari pasukan khusus ketika umurku 20 tahun, waktu itu bapakmu masih menikah dengan kakakku." jawab Bastian.


Dara benar-benar tidak tahu apa yang harus dia katakan. "Lalu kecelakaan itu apakah ada hubungannya dengan mereka?' tanya Dara.


"Aku kurang tahu kalau masalah itu, sayang. tapi yang bisa aku katakan sama kamu adalah aku tidak akan membiarkan masalah ini membuatmu sedih." ucap Bastian.


"Mas kamu ini mengemban tugas yang sangat luar biasa, pekerjaanmu ini sangat berbahaya. Lalu apakah kamu memikirkan apa yang akan terjadi denganku?" tanya Dara yang membuat Bastian langsung tersentak.


DEG...


Bastian tidak bisa mengatakan apapun, terlihat pria itu kebingungan dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh istrinya.


"Kenapa kamu diam saja Mas, Kenapa kamu tidak mencoba untuk mengatakan sesuatu?" tanya Dara.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan