
Setelah kembali dari misinya terlihat Bastian masih belum berani untuk meminta haknya kepada sang istri. Dara mengerti bagaimana suaminya, karena hal itu Dara tidak akan pernah berusaha untuk memaksa Bastian untuk melakukan hubungan suami istri itu.
Beberapa hari kemudian akhirnya Bastian memutuskan untuk pergi ke Korea dan melakukan perbaikan wajah, Pak Rusdi tidak ikut pria itu akan tetap tinggal di Jakarta dan membantu Bastian di cafenya. Keesokan hari Bastian sudah sampai di Korea, Dara melihat sebuah pemandangan yang begitu berbeda.
"Jadi seperti ini ya Mas Korea itu?" tanya Dara.
"Mas juga baru di sini, baru datang sama kamu. jadi mas tidak tahu." jawab Bastian.
"Tapi, gimana ya Mas kalau bicara sama mereka. aku tak bisa bahasa Korea loh." ucap Dara.
"Ya nggak usah pakai bahasa Korea, ya pakai bahasa Inggris aja." jawab Bastian.
"Bahasa inggrisku juga nggak gitu baik, Mas." ucap Dara lagi.
"Kalau gitu Mas yang bicara kamu yang diam, nanti kalau kamu paham bicara saja." jawab Bastian yang membuat Dara nampak menganggukkan kepalanya kemudian memeluk erat lengan sang suami.
"Kita akan ke mana Ma" tanya Dara.
"Ke apartemen." jawab Bastian.
Tatapan mata Dara menatap orang-orang asing yang ada di tempat mereka, terlihat mereka berdua menikmati pemandangan yang ada di negara tersebut.
"Mas, katanya Korea itu ada dua. ini yang Korea mana?" tanya Dara.
"Ini Korea Selatan, sayang. yang satunya Korea Utara. kalau kamu masuk ke Korut nggak bisa keluar. mas enggak mau ke sana." canda Bastian yang membuat Dara tersenyum sembari menutup mulutnya.
Beberapa hari kemudian akhirnya Bastian sudah melakukan operasi perbaikan pada wajahnya, Bastian tidak ingin membuat lebih tampan atau Bagaimana. pria itu hanya ingin wajahnya kembali seperti semula, sekitar 1 bulan mereka berada di sana. Bastian ingin seluruh kondisinya lebih baik.
Satu bulan kemudian Bastian kembali dengan semua kondisinya, Bastian dan Dara seperti melakukan honeymoon di negara tersebut, hari ini Dara akan kembali ke Indonesia dengan semua ceritanya ketika dia ada di Korea. Pak Rusdi dan sopir pribadi Bastian tentu saja menjemput mereka di bandara.
Ketika berada di bandara tatapan mata seorang pria menatap Bastian yang baru keluar dari bandara, tatapan mata yang benar-benar menunjukkan ketidaksukaan.
"Bukankah dia adalah pria yang waktu itu." ucap seorang pria yang kemudian pergi dari sebuah tempat.
BRUKK...
tanpa sengaja Bastian menabrak seorang wanita yang melaluinya tanpa melihat ke depan. Bastian yang menabrak wanita itu seketika dia membantunya. "Lain kali tolong Lihatlah ke depan, Nona.' ucap Bastian yang kemudian menggandeng tangan sang istri dan berlalu dari tempat itu.
Tatapan mata wanita itu menatap Bastian dengan semua tubuh sempurna yang dia miliki. "Pria itu benar-benar sangat cocok menjadi suamiku." ucap si wanita yang kemudian keluar dari bandara.
"Wanita itu cantik ya,as." ucap Dara.
"Lebih cantik dirimu." jawab Bastian yang kemudian memeluk sang istri.
Pak Rusdi sangat bahagia ketika melihat putri dan menantunya, pria itu benar-benar sangat bahagia dengan semua cerita yang selalu dikatakan oleh Dara melalui ponsel.
"Pak!!" seru Dara.
"Dara, Bastian!" seru pak Rusdi.
"Mas." Panggil Bastian.
"Bagaimana, kalian baik-baik saja kan?" tanya Pak Rusdi.
"Alhamdulillah Pak, semuanya baik-baik saja." jawab Dara.
"Ya sudah, ayo kita segera pulang. bapak rindu banget sama kamu, Dara." ucap Pak Rusdi.
Terlihat Bastian membuka kacamatanya, pria itu wajahnya kembali seperti semula.
"Mas kira kamu mengganti wajahmu menjadi lebih tampan atau bagaimana gitu." ucap Pak Rusdi.
"Buat apa toh mas, wajah seperti ini aja sudah bersyukur. mau diapain lagi." jawab Bastian sambil tersenyum kepada mertuanya tersebut.
"Om Mas, ngapain sih Mas itu memanggil bapakku dengan panggilan Mas? rubah sedikit dong, panggil dia dengan sebutan bapak atau Ayah gitu. masa aku manggil dia bapak kamu manggil dia mas, lalu Orang kira dia ini bapakku atau kakakmu?" tanya Dara yang membuat Pak Rusdi tertawa.
"Kita ini keluarga seperti komedian ya, Dara. suamimu manggil aku Mas kamu manggil aku Bapak, lalu pikiran orang lain pasti mengira kamu itu menikahi pamanmu." ucap pak Rusdi yang membuat Dara marah.
"Ya nggak bisa loh Pak, kok gitu sih." Dara yang tidak terima dengan perkataan bapaknya itu.
"Iya iya, lain kali aku akan merubah panggilanku. tapi kok aneh ya Mas, Aku memanggilmu dengan panggilan bapak mertua." jawab Bastian yang membuat Pak Rusdi mengangkat kedua tangannya.
"Ya kamu pikir aja." jawab Pak Rusdi.
"Habis kamu sih Mas, udah tua gitu nikahin Aku." cibir Dara yang membuat Bastian memberikan ciuman di pipi sang istri.
"Nggak tahu malu banget sih, Mas!" seru Dara.
"Ngapain malu kamu kan istriku." jawab Bastian.
Setelah beberapa hari kemudian akhirnya kehidupan mereka kembali normal, malam ini Bastian memberanikan diri menatap sang istri sembari memegangnya. "Bolehkah aku meminta Hakku, Dara?" tanya Bastian yang membuat Dara tersenyum malu.
"Kenapa harus ditanya seperti itu, Mas." jawab Dara yang kemudian menundukkan kepalanya .
Malam itu akhirnya menjadi malam yang penuh dengan cahaya warna-warni, Bastian memberanikan dirinya untuk menjadikan Dara sebagai istri secara keseluruhan. malam itu nyanyian cinta pun mulai terdengar, Bastian memberikan sentuhan-sentuhan nakal di tubuh wanita yang dia cintai. suara indah dari sepasang suami istri itu bagaikan nyanyian Malam ketika gerimis mulai datang. ada sebuah cinta dari setiap sentuhan itu, ada sebuah cinta dari setiap ciuman yang diberikan oleh Bastian.
Rasa rindu yang terpendam begitu lama terlihat sekarang mulai tersalurkan juga. kisah cinta itu telah terbuka lembarannya, rayuan malam yang penuh dengan suara ******* kata-kata indah serta rintihan yang penuh dengan gairah cinta, alunan melodi serta tumbuhan dari setiap gerakannya, ranjang bergoyang seolah menjadi saksi malam pertama mereka. suara erangan yang begitu panjang menandakan hasrat itu sudah mulai tercapai.
Terlihat Bastian dan Dara akhirnya mendapatkan cerita cinta mereka, ternyata aku tidak berdaya dalam hal ini." ucap Bastian yang membuat Dara nampak tersenyum.
"Kamu harus olahraga lebih banyak, Mas. biar kita bisa main beberapa ronde lagi." canda Dara yang membuat Bastian semakin berhasrat luar biasa.
"Lihat saja, mulai besok aku akan berolahraga dengan giat. Setelah itu kita akan melakukan olahraga malam dan aku akan membuatmu terus mengeliat seperti para penari." ucap Bastian yang membuat Dara tersenyum dengan semua kata-kata suaminya itu.
"Oke, kalau begitu Akan kutunggu. kamu Mau berapa ronde akan aku penuhi." jawab Dara yang membuat Bastian semakin menggebu malam itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan