
BRUKK...
Dara langsung terhempas di ranjang Bastian, Terlihat gadis itu merintih kesakitan.
BUK...
"Auch...," rintih Dara saat Bastian menariknya ke ranjang. seketika gadis itu langsung memukuli Bastian dengan bantal yang dia pakai.
BUK...
BUK...
"Om Bastian, Om Bastian apa-apaan sih!" seru Dara yang sudah memukul Bastian dengan bantal yang ada di sebelah Bastian.
Sesaat kemudian Dara yang masih kesal karena Bastian masih belum bangun seketika gadis muda itu berusaha untuk menarik tubuh Bastian. bukannya Bastian bangun malah salah satu tangan Bastian menarik Dara dan memeluk gadis muda itu seolah dia adalah guling.
"Emm...," rancau Bastian yang masih terlelap.
CUP...
Dara yang terus memberontak dan berusaha untuk menarik dirinya dari pelukan Bastian, malah yang terjadi adalah Bastian tiba-tiba mencium Dara hingga membuat gadis muda itu sangat terkejut. Dara langsung terdiam membeku, dia benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Bastian tiba-tiba menciumnya.
BRUKK...
Dara kembali memukul Bastian tanpa guling tapi langsung dari tangannya, Bastian yang merasa kesakitan dia langsung membuka matanya.
"Auch.., apaan sih." ucap Bastian yang membuka matanya.
"Om Ini apaan sih!" bentak Dara.
"Memangnya lagi ngapain, Om kan lagi tidur." jawab Bastian.
Tidak mungkin Dara mengatakan kalau Bastian tadi menciumnya, mau ditaruh di mana muka Dara saat dia mengatakannya.
"Kamu ini ngapain sih mukulin Om?" tanya Bastian.
"Tadi itu om...," Dara yang menghentikan perkataannya karena dia tidak sanggup mengatakan kelanjutan dari kata-katanya.
"Kenapa kamu diam? Memangnya ada apa, apa yang tadi Om lakukan?" tanya Bastian yang membuat Dara hendak pergi dari ranjang Bastian.
Karena Dara tidak menjawab pertanyaan Bastian, seketika Bastian kembali menarik pinggang Dara hingga membuat Dara kembali terhempas ke tubuh Bastian. tatapan mata kedua orang itu saling menatap satu sama lain, jantung Bastian berdebar begitu kencang nafasnya sedikit memburu ketika nafas Dara mengenai wajahnya.
"Khemm..," Bastian yang mencoba untuk menetralkan dirinya.
"Apaan sih, dari tadi kok narik-narik Dara terus." ucap Dara.
"Seharusnya Om yang bilang kan, lagian kamu lagi ngapain di kamar Om? kamu nggak tahu ya Om kalau tidur itu nggak pakai baju, nggak pakai apa-apa." ucap Bastian yang membuat Dara juga harus mulai menetralkan jantungnya. karena tadi sudah dicium oleh Bastian, sekarang malah dipeluk Bastian dalam posisi di atas tubuh Bastian.
"Lepasin nggak Om. ucap Dara. Bastian sedikit menunjukkan senyumnya kepada Dara ketika wajah gadis muda itu menunjukkan sedikit kekhawatiran.
"Kamu berpikir negatif ya Dara?" tanya Bastian.
"Apaan sih Om." jawab Dara yang kemudian menarik tubuhnya.
Sesaat kemudian terlihat Bastian menarik selimut yang dia pakai, Dara yang belum melihat tentu saja wanita itu masih bersikap normal.
"Oh ya Om, aku....," ucap Dara yang kemudian menoleh dan menatap Bastian. tatapan mata Dara menatap sesuatu yang benar-benar di luar dugaannya, kedua bola matanya melihat Bastian yang memang tidak memakai pakaian hanya memakai celana pendek.
"Ya ampun, Om ini parah banget sih!!" seru Dara yang kemudian berlari keluar dari kamar Bastian.
Bastian melihat Dara berlari keluar dari kamarnya dengan terburuk-buru, terlihat pria itu menampakkan senyumnya. "Gadis ini benar-benar membuatku sakit kepala, dia main keluar masuk ke kamarku. jika sampai otakku sudah tidak bertahan lagi bisa-bisa aku membuatnya menjadi istriku." ucap Bastian yang kemudian berjalan ke kamar mandi.
"Ada apa Dara?" tanya Mbok Iyem kepada Dara yang keluar dari kamar Bastian dengan raut wajah yang benar-benar sangat kesal.
"Ada pemandangan yang membuat mataku panas, Mbok." jawab Dara yang kemudian berjalan menuju dapur.
* Tiga puluh menit kemudian **
"Huaa..," Bastian yang sudah ada di dapur dengan raut wajah yang benar-benar begitu kecapean. "Huammmm....," Bastian yang menguap.
"Om Bastian Ini jorok banget deh." ucap Dara.
"Kamu itu bisanya cuma ngatain om aja sih, Ngapain sih kamu di sini?" tanya Bastian kepada Dara.
"Iya, Memangnya ada apa." jawab Bastian.
"Begini loh Om, aku kan nggak tahu tiba-tiba beberapa guru itu mengajukanku untuk langsung ujian kelas 3. nah Bapak kan sekarang nggak ada di rumah, setelah itu aku telepon bapak, bapak bilang aku disuruh minta bantuan sama Om." ucap Dara yang sedikit kebingungan saat memberitahukan mengenai apa yang terjadi.
"Coba jelaskan secara detail, gitu." minta Bastian.
"Secara kasarnya gini lho om, di sekolah itu ada pemilihan untuk siswa prestasi yang akan langsung masuk ke perguruan tinggi. nah setelah itu aku adalah salah satu murid yang terpilih untuk langsung masuk universitas. ya..., katakan saja loncat kelas gitu loh Om." ucap Dara.
"lalu, kamu enggak usah kelas 3 dong?" tanya Bastian.
"Iya Om." jawab Dara yang kebingungan.
Dalam hati Bastian sedikit tersenyum dengan perkataan Dara, itu artinya Dara tidak usah sekolah SMA lagi, dia akan langsung menjadi siswa SMA beberapa bulan ini.
"Okelah, kalau begitu Om bakal bantu kamu." ucap Bastian yang sudah mengerti apa yang dikatakan oleh Dara.
"Kalau begitu besok Om ikut aku ke sekolah, ya." minta Dara.
"Oke." jawab Bastian yang kemudian mulai makan. tatapan mata Bastian menatap Dara, sorot mata itu benar-benar menunjukkan ada sesuatu yang begitu membuat Bastian memiliki pemandangan khusus kepada Dara.
Sekitar 20 menit kemudian ada seorang tamu yang sudah datang ke tempat Bastian.
"Mas Bastian." Panggil Mbok Iyem.
"Iya, Ada apa Mbok." jawab Bastian.
"Ada tamu Mas." ucap Mbok Iyem.
"Siapa?" tanya Bastian.
"Seorang wanita yang namanya Sarah." jawab mbok Iyem.
"Sarah?" tanya bastian yang sedikit kebingungan.
Dara yang sedang makan nampak Gadis itu tidak menghiraukan Siapa tamu yang mendatangi rumah Bastian.
"Suruh dia masuk aja, Mbok. ini aku mau menemui dia." jawab Bastian yang kemudian pergi dari ruang makan.
"Siapa Om?" tanya Dara.
"Teman Om." jawab Bastian.
Dara hanya menganggukkan kepalanya,, sesaat kemudian Gadis itu terlihat berjalan mengikuti Bastian. mungkin saja Dara sedikit penasaran dengan sosok wanita yang dekat dengan Bastian.
"Pagi Bastian!" seru seorang wanita yang terlihat langsung berjalan mendekati Bastian sembari memberikan pelukan kepada pria itu.
Tatapan mata Bastian seketika menatap Dara yang ada di belakangnya. "Ada apa kamu kemari?" tanya Bastian kepada Sarah.
Sarah adalah salah satu dosen yang mengajar di salah satu universitas tempat Bastian berada.
"Aku kemarin? Tentu saja aku ingin menghabiskan waktu bersamamu, Bastian." jawab Sarah.
Dara terlihat tersenyum ketika dirinya sudah mengetahui sosok seperti apa yang dekat dengan Bastian.
"Kenapa lihat-lihat?" tanya Bastian kepada Dara.
"Lihat aja nggak boleh, pelit amat sih." jawab Dara yang terlihat hendak pergi dari rumah Bastian.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian