I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Bastian pergi bertugas



** beberapa minggu kemudian **


Beberapa Hari ini Bastian pergi ke sebuah tempat untuk melakukan tugasnya, terlihat pria itu berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan semua jerih payahnya.


"Dara!" panggil mbak Tri.


"Ada apa mbak Tri?" tanya Dara.


"Dara, nanti kamu ikut aku ke salah satu butik yang ada di sekitar pusat perbelanjaan yang biasa kita datangi." pinta mbak Tri.


"Memangnya ada apa Mbak Tri?" tanya Dara yang membuat mbak Tri sedikit tersenyum.


"Mereka meminta beberapa rancangan butik kita, Mereka ingin memajang desain dari butik kita." jawab Mbak Tri.


"Butik itu kan mempunyai desainer sendiri, Mbak. kenapa harus meminta sama kita?" tanya Dara.


"Entahlah Mereka bilang ingin bekerja sama dengan kita." jawab Mbak Tri.


"Hati-hati lho Mbak, nanti malah kita ketipu Mbak. mbak sendiri kan tahu, sekarang itu semuanya serba sulit lho Mbak tidak begitu mudah kita langsung percaya sama mereka. jika mereka tiba-tiba melakukan sesuatu sama kita lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Dara yang membuat mbak Tri sedikit memikirkan apa yang dikatakan oleh wanita muda tersebut.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan Dara?" tannya mbak Tri.


"Apa tidak sebaiknya kita mencari tahu dulu mengenai orang-orang itu, Mbak?" tanya Dara.


"Untuk apa?" tanya mbak Tri kembali.


"Ya Kita harus mencari tahu mengenai mereka dulu, mbak. jika kita langsung bekerja sama dengan mereka tiba-tiba mereka melakukan sesuatu sama kita Apa yang harus kita lakukan, semua ini ada permasalahannya Mbak. jika kita terlalu percaya dengan mereka dan mereka membohongi kita, hancurlah bisnis mbak Tri. karena apa jika desain kita diakui oleh butik tersebut Sedangkan biasanya itu adalah desain kita, kita tidak akan bisa melakukan apa-apa, Mbak. bahkan nama butik mbak Tri akan hancur karena kejadian itu." jawab Dara yang membuat mbak Tri menganggukkan kepalanya.


"Benar juga Dara, kamu pintar banget sih." ucap Mbak Tri.


"Bukannya pintar, Mbak. aku cuma mengamankan pekerjaanku, kalau mbak Tri hancur Aku juga hancur dong." jawab Dara yang membuat Mbak Putri sedikit tersenyum.


"Enggak apa-apa kan kalau kamu enggak kerja sama aku, suamimu itu aja punya beberapa cafe yang baru dibuka. cafe itu sedikit banyak menghasilkan uang." ucap mbak Tri.


"Aku tidak suka bergantung pada suamiku, Mbak. aku ingin menghasilkan uangku sendiri, jika salah satu diantara kami mengalami sesuatu yang satunya akan bisa membantu. jika yang satunya tidak melakukan apapun dan satunya mengalami hambatan maka kami akan hancur secara bersamaan." jawab Dara yang membuat mbak Tri sedikit tersenyum dengan kata-kata wanita muda tersebut. Seorang wanita yang memang dari dulu begitu mandiri dengan semua kehidupannya.


Di tempat lain seorang wanita nampak menangis tersedu-sedu karena dia sudah menjadi bulan-bulanan beberapa rentenir.


"Kapan kamu akan membayar hutang-hutangmu?!" teriak beberapa rentenir kepada Bu Sri.


"Aku pasti akan membayarnya, jangan khawatir." jawab Bu Sri.


"Bagaimana mungkin kamu bisa membayarnya, kamu sekarang itu jatuh miskin kamu tidak mempunyai suami kaya dan kamu tidak mempunyai apa-apa!!" teriak salah satu rentenir.


"Tapi aku janji aku pasti akan membayar hutang-hutang yang aku miliki!" seru Bu Sri.


"Oh ya Bos, yang aku dengar wanita ini mempunyai seorang anak wanita yang lumayan cantik loh." ucap anak buah rentenir.


"Iya Bos, bahkan yang aku tahu dari mantan suaminya itu kalau putrinya itu wajahnya lumayan cantik." jawab anak buah rentenir.


Terlihat bos rentenir sedikit tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh anak buahnya.


"Apa maksudmu?" tanya Bu Sri kepada bos rentenir.


"Iya, suamimu pernah bilang kepadaku kalau kamu mempunyai anak yang cantik." jawab anak buah rentenir.


Bu Sri nampak terdiam, dia tidak akan pernah mengira kalau mantan suaminya itu akan mengatakan mengenai putrinya. memang Bu Sri sudah melakukan kesalahan dengan meminta Dara mendonorkan ginjalnya, namun setelah kematian putranya Bu Sri benar-benar kesepian. ingin sekali wanita itu menemui Dara dan meminta maaf, Namun karena ketakutan yang begitu luar biasa Hal itu membuat Bu Tri tidak berani melakukannya.


"Apa yang ingin kalian lakukan?!" teriak Bu Sri.


"Bagaimana kalau kami mengambil putrimu sebagai pelunas hutang?" tanya Bos rentenir.


Bu Sri nampak berdiri, wanita itu menunjuk wajah rentenir dengan raut wajah yang begitu marah. "Dengarkan aku baik-baik, jangan berani menyentuh putriku!" teriak Bu Sri dengan sangat marah.


"Hahaha.., Yang aku dengar dari mantan suamimu kalau kamu itu ingin menggadaikan putrimu agar putramu hidup, tapi kelihatannya sekarang kamu ingin melindungi putrimu. Memangnya Apa yang terjadi?" tanya bos rentenir.


"Jangan berani melakukan hal itu, jangan berani menyentuh putriku!!" teriak Bu Sri.


"Kenapa memangnya aku tidak boleh menyentuh putrimu? Bukankah dia adalah anak yang kau telantarkan, anak yang kau buang bahkan kamu pernah mempunyai pikiran untuk menjual putrimu. lalu mengapa sekarang kamu tidak memperbolehkan aku untuk menyentuh gadis manis itu?" tanya Bos rentenir yang membuat Bu Sri langsung terdiam.


"Aku katakan padamu sekali lagi, jangan pernah kamu berusaha untuk menyentuh putriku!!" teriak Bu Sri.


"Baiklah kalau begitu, kalau kamu tidak mau aku melakukan sesuatu lebih baik kamu Segera lunasi hutang-hutangmu, Jika kamu tidak melunasi hutang-hutangmu jangan salahkan aku jika aku tiba-tiba mengambil anakmu itu." ucap Bos rentenir yang kemudian menendang tubuh Bu Sri berulang kali. wanita tua itu nampak menangis tersedu-sedu, dia tidak pernah mengira kalau kehidupannya seperti ini. terkadang Bu Sri memikirkan apa yang terjadi kepada Dara.


Sekarang Dara terlihat bahagia dengan semua kesederhanaan yang diberikan oleh Pak Rusdi. apa yang dimiliki oleh Pak Rusdi sudah diambil oleh Bu Sri semuanya mobil motor dan lain sebagainya dulu sudah diambil Bu Sri. wanita itu mengusir Pak Rusdi tanpa membawa apapun hanya membawa beberapa pakaian. Untung saja Bastian mau menerima mereka berdua.


Air mata Bu Sri terus mengalir, wanita itu benar-benar menyesali apa yang dia lakukan. jika waktu bisa diputar dia ingin kehidupan ini tidak menyakitinya, dia ingin bahagia bersama seseorang yang mau menerimanya. namun sekarang semuanya benar-benar terbalik begitu drastis, Dara bahagia bersama dengan ayah sambungnya sedangkan Dia menderita dengan beberapa pria yang berjanji akan memberikan dia kebahagiaan. semua janji palsu dari para pria itu membuat Bu Sri semakin menderita. yang terakhir dia mempunyai suami pria kaya namun ketika putranya sudah meninggal Bu Sri langsung dibuang seperti sampah yang tidak berguna sama sekali.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan