I LOVE YOU UNCLE BASTIAN

I LOVE YOU UNCLE BASTIAN
Bu Sri yang jahat



** Cafe Moonlight **


"Dara!" panggil Nita.


"Ya." jawab Dara.


"Pesanan meja no 10 cepat kamu antar!" seru Nita.


"Aku sudah bilang Kan, kalau Dara tidak mengantar makanan!" seru Bastian yang membuat Nita langsung terdiam.


"Tapi Pak, tenaga bekerja di cafe berkurang loh pak. soalnya dua pelayan izin tidak masuk karena sakit." ucap Nita.


"Aku kan sudah bilang, sekarang Dara menggantikanku untuk mengurus seluruh kafe ini, jika tenaga pekerja kurang maka kamu yang harus membantu mereka untuk mengantar makanan. aku menggajimu bukan untuk duduk dan menatap para pegawai, aku menggajimu Karena kamu harus melakukan semua pekerjaan di sini." jawab Bastian yang membuat Nita langsung terdiam.


Nita wajahnya begitu malu saat Bastian mengatakan hal itu di depan para pegawai yang lain, kalau biasanya sih Nita selalu bersikap begitu sombong seolah Dia adalah orang kepercayaan Bastian atau mungkin wanita dia dicintai oleh Bastian.


"Tapi Pak, saya.., tugas saya kan..," ucap Nita yang belum selesai langsung dipotong oleh Bastian.


"Kamu kenapa? Apakah aku pernah mengatakan kalau kamu adalah pemilik cafe ini atau Kamu adalah penggantiku, jadi kamu tidak perlu melakukan apapun?" tanya Bastian yang membuat Nita terdiam.


Beberapa pegawai cafe nampak tersenyum ketika Nita dimarahi di depan mereka. "Rasain kamu, gitu aja kok sombong padahal kedudukannya Kan sama aja sama kita. sekarang dia ditegur sendiri sama Pak Bastian." ucap beberapa karyawan.


"Sudah-sudah, biar dia rasain apa yang dia tanam." jawab karyawan yang lain.


Nita benar-benar sangat malu luar biasa, dia selalu menganggap dirinya spesial Namun nyatanya orang paling spesial di Mata Bastian adalah Dara. malam ini Bastian memang merencanakan untuk mengajak Dara keluar, pria itu sudah berjanji kepada Pak Rusdi untuk mengatakan perasaannya kepada Dara.


Entah Dara terima atau tidak yang penting Dara tahu bagaimana perasaan Bastian.


"Ya ampun...,Pak Bastian benar-benar membuatku malu di depan yang lain." guman Nita dalam hati. terlihat wanita itu menundukkan kepalanya tanpa berani menatap teman-temannya, kesombongannya yang selama ini dia tunjukkan seketika hilang saat Bastian mengatakan hal itu. hari itu benar-benar hari yang penuh pelajaran bagi Nita karena semua kesombongannya.


"Pak Bastian." Panggil Nita.


"Ada apa." jawab Bastian.


"Oh ya pak Bastian, hari ini kan saya ulang tahun. Apakah Pak Bastian berkenan untuk datang ke rumah saya?" tanya Nita yang membuat Bastian terdiam.


"Kamu mengundang siapa saja?" tanya Bastian kepada Nita.


"Saya mengundang teman-teman satu cafe sama teman-teman kampus saya." jawab Nita.


"Ya sudah kalau begitu, nanti akan aku usahakan untuk datang ke tempatmu." jawab Bastian yang kemudian kembali ke kantornya.


Nita benar-benar bahagia setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh Bastian, dia menganggap Bastian akan memberikan dia kado yang spesial. mungkin saja Bastian akan mengungkapkan perasaannya kepada Nita, itulah pemikiran yang dimiliki Nita.


"Yes..,yes.., yes, mereka akan tahu semuanya kalau Pak Bastian datang ke rumahku. aku adalah wanita spesial di hati Bastian." guman Nita yang kemudian dengan penuh semangat membantu untuk melayani para pembeli.


Setelah sore menjelang, terlihat Dara sudah bersiap-siap, wanita itu mengambil sweater nya. ketika Dara keluar dari Cafe, terlihat dua pria sudah menunggu dari sebuah tempat.


"Wanita itu sudah keluar." ucap seorang pria.


"Kita harus segera mengambil wanita itu, jika tidak pasti Nyonya akan marah sama kita." ucap salah satu pria.


"Kamu benar, kita harus segera melakukan sesuatu jika tidak kita tidak akan mendapatkan bayaran sama sekali." terlihat dua orang pria sudah menunggu kedatangan Dara.


"Kamu benar, jika dia sudah melewati jalan sepi itu kita harus segera memasukkan dia ke dalam mobil." jawab pria B.


Terlihat Dara sudah keluar dari dalam cafe, wanita itu berjalan menuju sebuah tempat yang harus dia datangi, Dara berjalan begitu santai seperti biasanya. dia tidak membawa kendaraan karena dia ingin berjalan-jalan di sekitar cafe.


Kedua pria yang disuruh oleh Bu Sri untuk menculik Dara tersebut terus menatap wanita itu, mereka melajukan mobilnya mengikuti Dara bahkan terus memperhatikan Apa yang dilakukan oleh Dara.


"Lihatlah, di depan itu ada tempat sepi. kita langsung memasukkan wanita itu ke dalam mobil." ucap pria A.


Saat berada di jalan yang memang lumayan sepi, Dara merasakan ada sesuatu yang begitu mengkhawatirkannya. Dara merasa ada seseorang yang dari tadi terus mengikutinya. "Ini perasaanku atau memang aku dari tadi diikuti ya." ucap Dara yang terlihat menghentikan langkahnya, wanita itu menatap di sekelilingnya tidak ada orang yang mengikutinya hanya ada sebuah mobil yang berada di sisi jalan.


"Mungkin ini hanya perasaanku saja." ucap Dara yang kemudian berjalan kembali.


Sesaat kemudian salah satu pria nampak keluar dari mobil hitam tanpa plat nomor tersebut.


"Nona." Panggil seorang pria kepada Dara.


Ketika Dara menoleh pria itu langsung membekap Dara dengan sapu tangan yang mungkin ada obat biusnya, Dara memberontak, Gadis itu berusaha untuk melakukan sesuatu kepada wanita muda itu. karena Dara adalah gadis yang tidak bisa diam tentu saja wanita itu langsung mencakar wajah pria yang membekap Dara dengan sapu tangan.


"Jangan sampai aku pingsan gara-gara sapu tangan yang ada obat biusnya." guman Dara dalam hati.


Seorang wanita di seberang tempat tanpa sengaja melihat Dara yang dibawa oleh seseorang ke dalam mobil. "Ya ampun, itu kan Dara. Siapa mereka? Kenapa mereka membawa Dara dengan paksa." ucap seorang wanita yang bekerja di cafe milik Bastian.


"Aduh gimana ini, aku harus telepon polisi. Oh tidak tidak aku harus telepon Pak Bastian." ucap si wanita yang kemudian menelpon Bastian.


Bastian yang berada di cafe nampak pria itu menatap ponselnya yang berdering. "Iya ada apa?" tanya Bastian.


"Pak Bastian gawat Pak, gawat!!" seru si wanita.


"Gawat, ada apa memangnya? apa terjadi sesuatu sama kamu?" tanya Bastian.


"Gawat Pak, tadi saya melihat ada dua orang yang menculik Dara, mereka membawa Dara pergi, Pak!!" seru salah satu pegawai Bastian yang membuat Bastian langsung terkejut.


"Kamu jangan macam-macam, cepat katakan apa yang terjadi!!" seru Bastian yang langsung kebingungan.


"Saya berada di Jalan Cempaka, Pak. saya tadi mau mengejar Dara tapi yang saya lihat Dara dimasukkan oleh dua orang ke dalam mobilnya, Pak. darah diculik!!" seru si wanita yang kemudian menutup teleponnya.


Karena kebingungan, seketika Bastian langsung berlari ke jalan yang dimaksud oleh salah satu pegawainya tersebut. Bastian benar-benar sangat kebingungan, dia yakin ada seseorang yang mempunyai pikiran jahat kepada Dara.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian